Share Like
Simpan

Mimisan atau keluarnya darah dari rongga hidung pada anak biasanya terjadi tiba-tiba, namun sembuh dengan sendirinya. Walau mimisan jarang berbahaya, tetapi ada baiknya Ibu mengetahui penyebab mimisan pada anak dan pada keadaan apa saja mimisan harus diwaspadai.

Mimisan dapat disebabkan oleh trauma atau cedera ringan yang terjadi pada rongga hidung. Rongga hidung kaya akan jalinan pembuluh darah yang tipis dan mudah robek, sehingga bila si Kecil mengorek atau menggosok rongga hidung, bersin kencang, atau batuk terlalu keras, maka dapat memicu terjadinya mimisan. Selain itu, mimisan dapat disebabkan oleh mengeringnya lapisan lunak dalam rongga hidung (mukosa) pada saat terjadi infeksi dalam rongga hidung. Kelembaban lingkungan udara yang kering atau panas juga dapat menyebabkan mukosa rongga hidung sensitif.

Bila mimisan sukar berhenti atau darah yang keluar bertambah banyak, bawalah si Kecil ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan dokter. Dokter akan memeriksa rongga hidung si Kecil dan memberikan penanganan yang sesuai.

Pertolongan pertama untuk mimisan

  • Ibu harus tenang dan jangan panik. Bila si Kecil melihat Ibu panik, ia akan takut dan menangis, sehingga menyulitkan mimisan berhenti.
  • Mintalah si Kecil duduk dengan posisi kepala agak menunduk atau sedikit miring ke depan, dan tekanlah dengan lembut cuping hidung selama 5 menit, ajari si Kecil untuk bernapas melalui mulut.
  • Alihkan perhatian si Kecil dengan mengajaknya mengobrol, menceritakan cerita agar ia tidak takut dan menangis.
  • Kompres hidung dengan saputangan yang telah dibasahi air es atau dengan es batu yg terbungkus kain.
  • Jangan mengorek atau mengusap hidung selama 2 hari.


Segera bawa si Kecil ke dokter, bila mimisan tidak berhenti setelah lebih dari 15 menit, mimisan karena cedera, atau bila si Kecil sering mengalami mimisan. Untuk pencegahannya, guntinglah kuku si Kecil agar tetap pendek sehingga tidak melukai rongga hidung, mintalah si Kecil membuka mulut saat bersin dan hindari si Kecil berada pada udara yang sangat panas atau kering.

Nah, kini Ibu mengetahui langkah-langkah pencegahan dan penanganan pertama untuk mimisan pada si Kecil, sehingga tak perlu panik saat si Kecil mengalaminya.