Share Like
Simpan

Ibu tentu tahu bahwa cukup tidur membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik si Kecil dan perkembangan otaknya. Karena, sewaktu tubuh dalam kondisi rileks saat tidur lelap, darah bisa mengalir lebih lancar ke otak.

Namun, di negara beriklim tropis seperti Indonesia ini, nyamuk sering kali mengganggu kenyamanan tidur dan bisa membuat si Kecil berkali-kali terbangun. Oleh karena itu, Ibu perlu mengetahui cara menghindarkan si Kecil dari gigitan nyamuk sebagai perawatan bayi, Bu. Terkait hal ini, mana solusi yang lebih baik ya, losion anti nyamuk atau kelambu? Simak uraiannya yuk, Bu!

1. Kelambu
Saat si Kecil baru lahir hingga ia berusia sekitar tiga bulan, kelambu atau tirai terbilang cocok untuk menjaganya dari gigitan nyamuk karena ia belum bisa bergerak aktif ke sana kemari, Bu. Memasuki usia empat bulan, meski gerakannya masih terbatas, si Kecil mulai bisa menggenggam kelambu dengan tangannya. Jadi, demi kenyamanan si Kecil, sebaiknya pilih kelambu dengan ukuran lebih besar begitu si Kecil mulai berusia empat bulan.

Yang perlu diingat, agar kelambu benar-benar efektif melindungi si Kecil dari nyamuk, cek kelambu secara berkala untuk memastikan tak ada satu pun nyamuk yang masuk ke dalam kelambu, Bu.

2. Losion anti nyamuk
Dibanding kelambu, membalurkan losion anti nyamuk khusus anak ke tubuh si Kecil terbilang lebih efektif untuk menjaganya dari gangguan nyamuk. Apalagi, berbeda dengan kelambu, cara ini tak membatasi gerakan si Kecil.

Namun, ada beberapa hal yang perlu Ibu waspadai bila memilih langkah ini. Sebab, menurut artikel yang saya baca, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar perawatan bayi dengan cara ini tidak membahayakan, Bu, di antaranya:
• Si Kecil sebaiknya berusia lebih dari dua bulan.
• Si Kecil tidak diolesi losion anti nyamuk khusus anak dan tabir surya pada waktu bersamaan.

Penggunaan tabir surya bersamaan dengan losion anti nyamuk perlu dihindari karena bisa meningkatkan kadar DEET (diethyltoluamide) dalam darah. Meski efektif meminimalisir gangguan nyamuk dan serangga, DEET bersifat toksik pada mata dan mulut, Bu. Penggunaan keduanya secara bersamaan bisa meningkatkan risiko keracunan, seperti muntah atau sakit kepala.

Nah, agar si Kecil tetap aman dan terlindung dari nyamuk tanpa berisiko keracunan, berikut tips yang perlu diterapkan saat memberikan losion anti nyamuk untuk si Kecil:
- Perhatikan kondisi kulit si Kecil. Jika ada iritasi atau luka, sebaiknya tunda penggunaan losion atau hindari bagian tersebut.
- Saat si Kecil sedang dalam fase oral (di rentang usia 0-18 bulan), ia akan sering memasukkan jari ke mulutnya. Oleh sebab itu, hindari mengoleskan losion ke bagian telapak tangan si Kecil.
- Bagian tubuh yang sudah tertutup pakaian tak perlu diolesi losion lagi, Bu. Jadi, cukup oleskan secukupnya di bagian kulit yang terbuka.
- Hindari mengoleskan losion di bagian wajah, karena area ini lebih sensitif dibanding bagian tubuh yang lain.
- Jika si Kecil menunjukkan gejala alergi, segera hentikan penggunaan dan bersihkan kulit yang terkena losion. Selain itu, demi keamanan, segera lakukan konsultasi ke dokter, Bu.

Alternatif lainnya, bila penggunaan kelambu dinilai sulit namun si Kecil belum memenuhi syarat untuk dipakaikan losion anti nyamuk, Ibu dapat menggunakan bahan oles lain yang terbuat dari bahan alami. Misalnya, losion yang mengandung esktrak daun serai. Sebab, aroma serai juga tergolong tidak disukai nyamuk, Bu.

Nah, selamat menerapkan perawatan bayi yang tepat untuk menjaga kulit si Kecil dari gigitan nyamuk, Bu.