Whatsapp Share Like
Simpan

Sebagai orang tua baru, Ibu pasti kebingungan bagaimana cara membersihkan telinga si Kecil. Ibu pasti juga sering mendengar atau membaca larangan untuk membersihkan telinga bayi. Padahal seperti orang dewasa, bayi juga memiliki kotoran telinga yang harus dibersihkan. Bagi Ibu yang bingung mengenai apa yang seharusnya dilakukan agar telinga si Kecil tetap bersih, mari terlebih dahulu mengenal tentang kotoran telinga bayi.

Kotoran telinga pada bayi disebut juga dengan serumen. Serumen terdiri dari kulit mati serta zat lengket dan tebal yang diproduksi oleh kelenjar telinga. Adanya serumen pada telinga bayi merupakan hal yang normal karena berfungsi menghalangi mikroba yang datang dari luar telinga sehingga mencegah infeksi pada bayi. Serumen yang dihasilkan tubuh berbeda-beda untuk tiap bayi. Ada yang menghasilkan kotoran telinga sedikit dan ada yang banyak. Ada yang kotoran telinganya cenderung kering dan ada yang basah serta lembek. Namun, kotoran telinga yang normal pada bayi biasanya berwarna kecoklatan hingga kekuningan. Dan pada bayi bertekstur lembut dan juga ringan.

Sebagian besar bayi tidak terlalu banyak menghasilkan serumen. Selain itu kotoran tersebut bisa keluar dengan sendirinya dibantu oleh silla, yaitu rambut halus di dalam telinga. Telinga memiliki sistem yang baik untuk membersihkan dirinya sendiri sehingga bagian dalam telinga bayi tidak perlu dibersihkan. Namun tentu saja orang tua tidak boleh mengabaikan kebersihan telinga si Kecil. Periksakan ke dokter apabila kotoran telinga sudah menutup gendang telinga karena bisa menjadi masalah. Jangan sampai si Kecil merasa gatal, infeksi, nyeri, demam, muncul nanah, atau darah dari telinga hingga gangguan pendengaran permanen yang bisa saja terjadi.

Cara Membersihkan Telinga

Telinga memang mempunyai sistemnya sendiri untuk membersihkan kotoran-kotoran yang melekat padanya. Yang harus diperhatikan oleh Ibu adalah menjaga bagian luar telinga si Kecil agar tetap bersih. Ibu bisa mengikuti tips berikut ini agar tidak salah melakukan tindakan.

  1.  Bersihkan kotoran hanya pada bagian paling luar liang telinga. Sebaiknya Ibu tidak memasukkan pembersih apa pun ke dalam telinga si Kecil. Selain itu Ibu juga sebaiknya tidak memasukkan benda dengan jauh ke dalam telinga karena akan mengakibatkan berbagai penyakit dan komplikasi.
  2. Hindari pemakaian cotton buds. Apabila ingin memakainya, gunakan saja untuk membersihkan bagian luar atau daun telinga. Mengeluarkan kotoran dari telinga dengan cotton buds justru membuat kotoran terdorong semakin ke dalam dan menumpuk. Selain itu cotton buds juga berisiko menyentuh gendang telinga yang sangat berpengaruh pada pendengarannya semasa bayi hingga tumbuh nanti.
  3. Hindari penggunaan benda-benda yang tajam kepada si Kecil. Ibu sering membersihkan telinga menggunakan tangkai bulu ayam, penjepit rambut hingga menggunakan tangan. Namun itu tidak boleh dilakukan pada si Kecil karena bisa menyebabkan iritasi dan luka.
  4. Bersihkan dengan menggunakan kain bersih dan hindari penggunaan kapas. Partikel kapas yang kecil dan lembut bisa menempel pada telinga si Kecil yang lembap.
  5. Hindari penggunaan obat apapun untuk membersihkan telinga kecuali jika telah diberi resep oleh dokter
  6. Bersihkan kotoran telinga saat mandi. Ini karena pada saat mandi telinga si Kecil cenderung basah sehingga mudah dibersihkan. Gunakan kain yang telah dibasahi air untuk membersihkan bagian luar telinga si Kecil.
  7. Hindari membersihkan telinga si Kecil saat kering. Berkebalikan ketika kondisi telinga basah, telinga yang kering cenderung sulit untuk dibersihkan.
  8. Lakukan pembersihan dengan rutin untuk menjaga telinga si Kecil tetap bersih. Ibu juga bisa menyeka dengan baby oil untuk mencegah penumpukan kotoran.
  9. Bila Ibu tidak yakin dapat membersihkan dengan benar segera konsultasikan dengan dokter anak kepercayaan Ibu. Cara membersihkan telinga yang tidak benar bisa mengakibatkan kotoran terdorong lebih dalam, menyebabkan infeksi dan masalah telinga lainnya. Selain itu, konsultasikan juga ke dokter apabila jumlah kotoran telinga pada si Kecil sudah sangat banyak. Dokter biasanya mempunyai alat sendiri untuk mengangkat kotoran telinga yakni berupa sendok serumen. Bila kotoran telinga si Kecil sudah lunak maka akan diisap dengan vakum atau dengan menyemprotkan air hangat ke dalam liang telinga si Kecil. Bila kotoran telinga si Kecil sudah terlanjur keras, dokter akan memberikan obat tetes selama beberapa hari untuk memudahkan pengambilan kotoran tersebut.


Membersihkan telinga orang dewasa pun harus berhati-hati, apalagi ketika membersihkan telinga bayi. Ini karena telinga merupakan area yang sangat sensitif. Jangan mencoba secara asal teknik membersihkan atau pengobatan telinga di rumah dan segera konsultasikan ke dokter jika mengalami masalah atau keluhan. Penanganan yang baik bahkan untuk area sekecil telinga, akan menjaga si Kecil baik kini dan nanti.

Artikel Sejenis