Whatsapp Share Like
Simpan

Tradisi membungkus atau membedong bayi yang baru lahir menggunakan selimut atau kain agar kaki bayi tetap lurus dan bayi merasa hangat masih umum dilakukan di Indonesia. Namun, tradisi membedong tersebut tak boleh begitu saja dilakukan. Perlu bagi Ibu untuk mengetahui cara yang benar dan aman untuk membedong bayi agar Ibu dapat menghindari risiko negatif dari bayi.

Bedong bayi umumnya dilakukan sejak awal bayi dilahirkan di rumah bersalin. Bedong bayi diibaratkan sebagai rahim Ibu yang dapat menenangkan dan membuat bayi tidur dengan nyaman. Bedong bayi yang benar juga memiliki manfaat untuk mengatasi bayi yang rewel. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu beberapa bayi tidak menyukai dipakaikan bedong karena tidak dapat bergerak secara leluasa.

Untuk mengatasi bayi tetap nyaman saat dipakaikan bedong, hindarilah membedong bayi terlalu kencang. Berikan ruang untuk bayi agar tetap bisa menggerakkan kakinya. Bedong yang terlalu kencang berisiko menghambat pertumbuhan bayi dan mengubah postur kaki bayi di kemudian hari.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua khususnya yang memiliki pengalaman pertama menjadi Ibu, untuk mengetahui cara membedong yang aman dan benar, berikut panduan lengkapnya:

  • Tempatkan kain atau selimut untuk bedong bayi di permukaan yang rata dengan sudut kain berada di atas. Lalu, lipat ujung bagian sudut atasnya hingga hampir menyerupai bentuk segitiga, gendong bayi dan letakkan pada bagian tengah, pastikan lipatan kain bagian atas terletak di sekitar bahu.
  • Luruskan tangan kiri bayi dan rapatkan dengan tubuhnya. Tarik ujung kain di sisi kiri hingga menutupi lengan kiri dan dadanya. Selipkan ujung kain tersebut di bagian bawah ketiak kiri lalu ke punggung.
  • Lipat kain bedong bayi bagian bawah ke arah pundaknya. Berilah ruang di sekitar kaki bayi.
  • Sambil memegang lembu bayi agar tidak berpindah posisi, tariklah ujung kain sisi kanan hingga menutupi seluruh tubuh bayi. Kemudian lipat sisa kain ke bagian punggung bayi.

Tak hanya mengetahui cara membedong yang benar, Ibu sebaiknya juga mengetahui manfaat membedong bayi, antara lain:

Artikel Sejenis

Membuat Tidur Bayi Lebih Nyenyak

Membedong bayi yang dilakukan dengan cara yang benar dinilai bermanfaat untuk kualitas tidur bayi. Bayi yang dipakaikan bedong akan memiliki tidur yang nyenyak karena merasa nyaman.

Meningkatkan Perkembangan Neoromuskular

Membedong bayi dapat membatasi ruang gerak kaki dan tangan bayi. Jika Ibu membedongnya secara benar dan memberikan ruang agar bayi tetap bisa bergerak, hal tersebut akan bermanfaat untuk membantu bayi meningkatkan keterampilan motoriknya di kemudian hari. Manfaat tersebut sangat dirasakan jika dilakukan pada bayi prematur.

Membantu Menenangkan Bayi

Membedong bayi membuat bayi merasa lebih hangat. Hal tersebut juga dapat membantu bayi menyesuaikan dunia luar dengan lingkungannya saat di dalam rahim Ibu. Membedong mengingatkan bayi saat ia berada di rahim Ibu. Oleh karena itu, membedong dapat menenangkan bayi dan menjadi solusi untuk bayi rewel.

Mengurasi Risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Membedong bayi memberikan batasan pada gerakan bayi sehingga bayi sulit bergerak kemana-mana saat tidur. Hal tersebut dapat menghindarkan bayi dari hal-hal berbahaya yang dapat mengakibatkan SID saat tidur.

Membedong membuat bayi lebih betah tidur karena membuat nyaman. Namun, perlu Ibu ketahui beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindari risiko dari penggunaan bedong:

  • Posisikan bayi terlentang setiap kali ia menggunakan bedong. Bayi yang tengkurap saat dibedong dapat berpotensi mengakibatkan SIDS dan tersedak yang lebih besar.
  • Pilih kain atau selimut bedong bayi yang lembut dan membuatnya nyaman. Pilih yang tidak membuat bayi kepanasan. Perlu bagi Ibu untuk selalu mengecek suhu tubuh bayi setiap beberapa jam.
  • Hindari bedong yang membuat wajah bayi tertutup karena hal tersebut dapat menyulitkan pernapasan bayi.
  • Sebagian bayi merasa tidak nyaman dan betah saat dipakaikan bedong karena membuat tangannya tidak bebas. Hal tersebut dapat diatasi dengan membedong bayi dengan lipatan kain di bawah ketiak agar tangannya masih dapat bergerak bebas. Beberapa ahli menyarankan agar bedong bayi dibuka saat bayi menyusu agar tangannya dapat bergerak dan bereksplorasi dengan bebas.
  • Bedong bayi sebaiknya tidak digunakan lagi saat bayi mulai belajar tengkurap. Umumnya saat bayi berusia 2 bulan ke atas.

Bedong bayi merupakan salah satu solusi untuk menenangkan bayi yang rewel dan membuatnya nyaman. Namun, penting bagi Ibu untuk menjadi orangtua yang pintar dalam merawat bayi, misalnya dengan membedong secara aman dan benar untuk meminimalkan risiko. Jika perlu, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak apakah bayi perlu dipakaikan bedong atau tidak agar tumbuh kembangnya tetap optimal.