Whatsapp Share Like
Simpan

Anak yang sudah bisa berbicara dapat memberitahu Ibu apabila dia lapar. Namun, tidak begitu dengan bayi. Bayi mengomunikasikan apa yang mereka butuhkan dengan tanda yang mereka buat sendiri. Ibu mungkin tidak memperhatikan isyarat kecil bayi di awal. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Ibu akan mengenal si Kecil dan mulai mengerti petunjuk-petunjuk kecil yang akan memberi tahu bahwa dia sedang lapar dan siap untuk menerima ASI.

Bayi memiliki isyarat yang canggih untuk mengomunikasikan keinginannya. Ketika rasa lapar ringan mulai datang, si Kecil akan memberikan tanda-tanda kecil. Tanda-tanda ini terjadi 2-3 kali dalam satu jam. Jika Ibu tidak mengerti dan melewatkan tanda tersebut, si Kecil akan mulai membuat tanda lain yang lebih banyak. Apabila si Kecil masih belum mendapatkan makanannya, maka dia akan menunjukkan tanda-tanda terakhirnya.

Apakah bayi akan menangis apabila lapar? Ya, bayi akan menangis ketika dia merasa lapar namun jangan tunggu sampai tanda ini datang. Ini karena menangis adalah tanda terakhir yang diberikan si Kecil ketika dia membutuhkan makanan. Tangisan merupakan tanda bahwa si Kecil sangat kelaparan. Bisa jadi rasa laparnya membuat si Kecil frustasi dan ini sangat sulit untuk ditenangkan. Selain itu, bayi yang sudah merasa stres karena kelaparan akan sulit untuk menyusu dan mencerna makanan.

Oleh karena itu sebaiknya Ibu tidak mengabaikan si Kecil yang sudah merasa lapar. Bahkan ketika si Kecil sudah menyusu selama 10 menit atau lebih, ketika dia meminta lagi, Ibu harus tetap memberikannya. Jika Ibu ingin melakukan yang terbaik dan memastikan si Kecil sudah mendapatkan makanannya sebelum dia menangis, bisa melihat tanda-tanda di bawah ini.

  1. Bayi yang kelaparan tidurnya akan gelisah. Jika merasa kelaparan, si Kecil pun akan bangun dari tidurnya
  2. Bayi menggerakkan mata dengan cepat dalam tidurnya
  3. Bayi yang lapar akan sering meregangkan tubuhnya
  4. Bayi sering menekan dada ataupun tangannya
  5. Bayi akan memutarkan kepala untuk mencari payudara Ibu
  6. Bayi yang lapar akan banyak bergerak
  7. Karena gerakannya, napas bayi menjadi tidak beraturan dan pendek
  8. Bayi terlihat tidak nyaman
  9. Bayi yang lapar akan sering membuka mulutnya
  10. Bayi akan lebih sering menjilat dan memasukkan tangan ke dalam mulut
  11. Bayi akan sering mengisap mulut dan lidahnya
  12. Bayi akan menarik-narik pakaian Ibu
  13. Bayi akan membuat ekspresi

Apabila si Kecil menangis, Ibu juga bisa membedakan mana tangisan karena kelaparan dan mana yang tidak. Ibu bisa memastikan dengan menyentuh bibir si Kecil. Apabila si Kecil membuka mulut dan berusaha menjilat dan mengisap tangan Ibu, berarti si Kecil sedang kelaparan. Tangisan si Kecil yang kelaparan pun biasanya lebih sering, dibarengi dengan kedipan mata yang lebih sering. Selain tanda-tanda yang dibuat oleh si Kecil, Ibu juga bisa merasakan si Kecil lapar di tubuh Ibu sendiri. Seringnya payudara Ibu yang sudah penuh menandakan bahwa si Kecil juga sudah merasa lapar.

Artikel Sejenis

Si Kecil juga kerap menunjukkan kegelisahan namun hanya mengalami lapar palsu. Bayi yang mengalami lapar palsu biasanya terburu-buru dan tidak sabar ketika mendapatkan susu. Ciri lain adalah bayi menempel pada payudara Ibu namun dia tidak mengisap air susu Ibu. Ini bukan tanda kelaparan walaupun mulut bayi susah untuk dilepaskan. Bayi yang menjulurkan lidah, refleks mengisap, memasukkan tangan ke mulutnya dan mengecap juga tidak selalu berarti dia lapar. Jadi Ibu tidak perlu khawatir air susu kurang atau si Kecil tidak mau menerima makanan. Ini semata-mata karena si Kecil memang tidak merasa lapar. Ibu tidak perlu terlalu memaksakan si Kecil menyusu pada saat seperti ini karena bisa menyebabkan overfeeding.

Ibu sebaiknya memperhatikan keduanya, baik itu tanda-tanda si Kecil yang lapar sesungguhnya atau sekadar lapar palsu. Mengetahui isyarat-isyarat tersebut ternyata memberikan manfaat seperti mencegah si Kecil muntah, mencegah kembung, mengembangkan kebiasaan dan jadwal yang sehat, gizi bayi terpenuhi, membuat ikatan dengan si Kecil, serta mencegah si Kecil dari penyakit.

Agar tidak khawatir dengan asupan makanan dan gizi si Kecil, Ibu bisa mencatat kebiasaan si Kecil dan membuatnya ke dalam jadwal. Dengan ini Ibu bisa menjaga kebutuhan si Kecil tetap tepat waktu. Selain itu, penjadwalan ini akan membiasakan si Kecil makan pada waktunya sehingga mengurangi waktu Ibu terbangun di malam hari yang akan berdampak pada manajemen stres Ibu sendiri. Mari mulai kebiasaan baik agar si Kecil bisa tumbuh Pintar, Kuat, dan Tinggi.