Whatsapp Share Like
Simpan

Sejak si Kecil usia berapa Ibu mulai memperhatikan kepribadiannya?

Kepribadian yang dimiliki si Kecil bisa saja berbeda dengan kepribadian kakak atau adiknya. Bahkan saudara kembar pun bisa memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

Kepribadian yang dimiliki oleh si Kecil umumnya bersifat genetik. Namun seiring dengan pertumbuhannya, kepribadian si Kecil bisa berkembang sesuai dengan lingkungan, pendidikan dan stimulasi yang Ibu berikan. Pada dasarnya, kepribadian si Kecil sudah bisa terlihat sejak ia masih bayi. Namun belum terlambat untuk memperhatikan kepribadian si Kecil di usia 5-6 tahunnya ini. Untuk pengetahuan Ibu, kita simak beberapa tipe kepribadian anak menurut Florance Littauer di dalam  bukunya Personality Plus For Parents berikut yuk:

Kepribadian Populer / Sanguinis

Si Kecil yang memiliki kepribadian popular atau Sanguinis biasanya cenderung aktif. Ibu akan sering mendapati si Kecil sering berbicara baik dengan teman-temannya maupun dengan keluarga.

Si Kecil yang Sanguinis sering dipuji orang sebagai anak yang aktif dan periang. Di banyak kesempatan si Kecil juga sering mencari perhatian dan kasih sayang. Si Kecil juga cenderung ekspresif dan sesekali memainkan drama agar diperhatikan oleh sekitarnya

Kepribadian Kuat / Koleris

Suka tantangan dan mudah menyelesaikan tugas-tugas sulit adalah ciri dari si Kecil berkepribadian Koleris. Si Kecil merasa senang dengan tugas-tugas yang diberikan dan puas jika berhasil menyelesaikannya.

Namun, si Kecil yang suka bekerja ini juga selalu ingin mendapatkan pengakuan dari apa yang telah berhasil ia lakukan. Jika yang ia dapat tidak sesuai dengan harapannya, ia cenderung mengalami perubahan emosi menjadi sedih bahkan marah karena merasa tidak puas.

Kepribadian Sempurna / Melankolis

Si Kecil dengan kepribadian Melankolis ini biasa dijuluki dengan “Si Pemikir”. Ia cenderung diam dan sering berpikir tentang aktivitas yang ia lakukan. Jika Ibu mendapati si Kecil sering berdiam diri dan suka dengan suasana tenang bisa jadi si Kecil memiliki kepribadian ini.

Si Kecil yang Melankolis membutuhkan dorongan dan kepekaan dari Ibu untuk memahami emosinya. Emosi si Kecil akan berubah ketika hasil dari pekerjaannya tidak rapi atau tidak memenuhi standar yang ia buat sendiri.

Kepribadian Damai / Plegmatis

Si Kecil yang Plegmatis merupakan negosiator yang baik. Si Kecil cenderung menunjukkan pribadi yang tenang dan tidak banyak bicara. Namun ketika Ibu meminta si Kecil untuk menceritakan idenya, bisa jadi si Kecil akan bercerita dengan runtut dan penuh semangat.

Emosi yang dimiliki si Kecil Plegmatis cenderung stabil, mandiri dan bisa diandalkan. Mereka tidak mudah rewel namun juga masih perlu perhatian yang cukup dari Ibu maupun dari keluarga.

Keempat tipe kepribadian anak di atas bisa menjadi pegangan Ibu dalam melihat kecenderungan kepribadian si Kecil. Namun jangan terlalu kaku dalam menilai si Kecil ya Bu. Bisa saja si Kecil memiliki kecenderungan dari dua kepribadian sekaligus. Untuk mengenali kepribadian si Kecil lebih dalam, Ibu bisa menerapkan beberapa cara berikut:

  • Menjadi pendengar yang baik bagi si Kecil

    Menjadi pendengar yang baik ketika si Kecil sedang bercerita bisa menjadi gerbang untuk mengetahui kecenderungan kepribadian si Kecil. Ibu bisa memperhatikan dari isi cerita si Kecil yang menunjukkan ketertarikan maupun ketidaktertarikan minat si Kecil.

  • Aktif berinteraksi dengan si Kecil secara berkualitas

    Meluangkan waktu untuk quality time bersama dengan si Kecil akan membuat si Kecil semakin terbuka dengan Ibu tentang perasaannya. Terutama jika Ibu aktif berinteraksi dan merespon pertanyaan-pertanyaan si Kecil dengan baik.

  • Ikut memasuki dunia si Kecil

    Turut menemani dan aktif ketika si Kecil bermain bisa membantu Ibu dalam melihat kepribadian si Kecil lho. Ibu bisa mengetahui permainan apa saja yang disukai dan tidak disukai si Kecil sehingga Ibu bisa melihat kecenderungan si Kecil dan tahu bagaimana mengatasinya.

  • Memahami emosi si Kecil

    Setiap kepribadian si Kecil memiliki emosi yang dominan masing-masing. Dengan memperhatikan dan memahami emosi dan perubahannya pada si Kecil, Ibu bisa dengan mudah melihat kecenderungan kepribadian si Kecil.

Mengenali dan memahami kepribadian si Kecil di usia dini memang bukan perkara yang mudah. Ibu memerlukan kesabaran dan kejelian dalam melihat setiap tingkah laku si Kecil yang terkadang unik dan menarik. Perlu pendekatan yang kreatif pula agar si Kecil terbuka kepada Ibu.

Perlu Ibu pahami bahwa kepribadian si Kecil bukanlah hal mutlak karena Ibu bisa mengembangkan sisi positif dari si Kecil. Si Kecil akan selalu memiliki sisi positif dan sisi pintarnya masing-masing. Ibu hanya perlu mendukung perkembangan si Kecil sehingga nantinya si Kecil menjadi pribadi yang pintar dengan caranya sendiri.