Whatsapp Share Like
Simpan

Makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan makanan halus yang harus segera dikenalkan kepada si Kecil setelah 6 bulan menjalani ASI eksklusif. Si Kecil harus menerima ASI eksklusif selama 6 bulan pertama bahkan hingga usia 2 tahun. Namun setelah 6 bulan menjalani ASI eksklusif si Kecil harus diberi MPASI.

Setelah usia 6 bulan kebutuhan zat besi dan zat gizi lainnya tidak bisa dipenuhi oleh ASI. Pada usia 6-12 bulan ASI akan menyumbang 2/3 kebutuhan zat besi bayi. Sebanyak 1/3 sisanya dapat diperoleh dari makanan pendamping. Pemberian MPASI harus tepat waktu ya Bu, supaya asupan gizi si Kecil tercukupi dengan baik.

Makanan saat fase ini merupakan makanan padat dan bertekstur kasar. Kenalkan si Kecil dengan makanan pendamping akan menambah pengetahuan akan rasa, sehingga si Kecil tidak susah makan atau pemilih dalam makanan. Makanan pendamping juga lebih lembek dari makanan orang dewasa. Hal ini terjadi agar si Kecil dapat mengonsumsi makanan tersebut.

MPASI juga membuat si Kecil belajar mengunyah karena ada tekstur kasar pada makanan. Pertumbuhan gigi pun akan lebih baik jika si Kecil mengunyah saat makan. Seorang Ibu harus memastikan si Kecil mengunyah makanannya. Selain pertumbuhan gigi yang belum sempurna, malas mengunyah menyebabkan memori rasa yang dimiliki si Kecil tidak lengkap. Memori rasa yang tidak lengkap menjadikan si Kecil susah makan.

Pada usia 8-10 bulan si Kecil dapat diberikan MPASI yang serupa dengan makanan orang dewasa. Namun harus disesuaikan dengan indra perasa si Kecil agar dapat dikonsumsi. Memasuki usia 9-10 bulan MPASI ditumbuk agar makanan kasar dan dicincang pada usia 11-12 bulan. Hal ini dilakukan agar si Kecil dapat mengunyah makanan.

Artikel Sejenis

Para Ibu harus menghindari MPASI instan, lebih baik membuat sendiri. MPASI instan biasanya cenderung halus dan standar. Makanan yang halus akan membuat si Kecil malas mengunyah makanannya. Sehingga MPASI instan dapat membuat si Kecil susah makan atau pemilih makanan. Jika Ibu membuat MPASI sendiri akan lebih hemat, bersih, dan variatif.

Hal yang perlu diketahui oleh para Ibu adalah menghindari penggunaan pengawet dan perasa pada MPASI si Kecil. Pengawet dan perasa akan merugikan nutrisi si Kecil. Pemberian MPASI yang dibuat sendiri akan lebih baik dan dapat menjadikan si Kecil lebih sehat. Kuatnya bahan kimia di dalam pengawet dan perasa akan merugikan si Kecil.

Semua jenis perasa dilarang untuk makanan pendamping si Kecil. Tidak terkecuali gula dan garam. Kuatnya rasa yang dihasilkan dua perasa tersebut mungkin menambah nikmat makanan orang dewasa. Namun berbeda dengan si Kecil yang baru mulai merasakan makanan. Ditakutkan dua perasa tersebut akan menimbulkan gangguan pencernaan si Kecil.

Dalam membuat MPASI sendiri, Ibu harus hati-hati. Jangan sampai makanan yang Ibu buat tidak sehat untuk si Kecil. Kesalahan kecil ini sering kali dilakukan oleh para Ibu. Misalnya mencampurkan nasi, sayur, dan ayam dalam satu masakan. Hal ini tidak tepat. Seharusnya sayur dimasak secara terpisah. Nasi dan ayam boleh dimasak sekaligus dalam wadah yang sama. Sayur merupakan bahan makanan yang cepat matang. Bila dicampur dengan bahan makanan yang lama matang seperti nasi dan ayam, nutrisi yang terkandung dalam sayur akan habis.

MPASI harus selalu disajikan dalam keadaan yang hangat. Sayur yang tadinya dipisah, harus dicampur ketika si Kecil akan makan. Jika belum mau makan, maka sayuran sebaiknya dipisah. Hal ini dilakukan agar zat gizi dan nutrisi yang terkandung tidak hilang. Si Kecil harus menerima MPASI yang sekali masak. Semua bahan makanan harus dimasak sekali saja dan tidak boleh dipanaskan. Jika ingin dipanaskan, jangan langsung di atas api. Gunakan air hangat dalam panci agar gizinya tetap terjaga.

Banyak bahan makanan yang dapat dijadikan MPASI. Seorang Ibu harus mencoba mencampurkan berbagai makanan. Semakin banyak jenis makanan MPASI, semakin terpenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi si Kecil. Nutrisi yang lengkap akan menjadikan si Kecil tumbuh kuat dan sehat.

Selain fisik yang kuat, pemberian asupan gizi yang lengkap akan merangsang pertumbuhan otak si Kecil. Untuk pertumbuhan otak diperlukan zat gizi berupa lemak, omega 3, omega 6,  DHA, AA, minyak ikan, asam sialat, zat besi, kolin, asam folat, yodium, protein, dan zink. Zat besi dan lemak banyak diperoleh dari ASI. Sedangkan kolin, asam folat, yodium, protein, dan zink dapat diperoleh dari MPASI. Sehingga pemenuhan gizi dan nutrisi si Kecil tidak jauh dari makanan pendampingnya.

Ibu perlu memilih MPASI yang tepat untuk si Kecil usia 6-12 bulan. Kesalahan dalam pemberian asupan gizi akan menghambat pertumbuhan si Kecil. Selalu perhatikan acuan makanan sehat sesuai usia dan kebutuhan nutrisi si Kecil. Nutrisi yang terpenuhi akan membuat si Kecil lebih sehat dan kuat.