Whatsapp Share Like
Simpan

Beraktivitas bersama si Kecil dapat meningkatkan ikatan antara Ibu dan si Kecil secara emosional. Kedekatan psikis yang terbangun akan memberikan si Kecil rasa nyaman dan rasa senang ketika beraktivitas bersama, yang mana dapat membentuk ingatan positif untuknya. Selain itu, Ibu juga bisa menyisipkan berbagai rangsangan pada perkembangan otak si Kecil.

Memasak merupakan aktivitas yang dilakukan dengan serangkaian langkah dan proses. Untuk dapat memasak dengan baik, tentu langkah dan proses yang dilakukan harus tepat. Salah satu bahan saja yang dimasukkan secara berlebihan atau kurang dari takaran yang ada, akan berpengaruh pada hasil masakan yang nantinya akan dikonsumsi bersama.

Jika Ibu cermati, kegiatan memasak sebenarnya juga menjadi media belajar yang menyenangkan. Menakar bahan yang digunakan dengan gelas takaran, sendok teh, dan sebagainya, bisa menjadi latihan matematika tanpa disadari si Kecil. Mungkin hal ini juga tidak disadari oleh Ibu, namun praktek matematika ini akan secara tidak sadar tertanam dalam benak si Kecil.

Selain daripada latihan matematika ‘terselubung’, memasak bersama juga memiliki berbagai manfaat lain. Simak selengkapnya berikut ini.

Melatih Pemahaman

Ketika memasak, terdapat langkah dan proses yang harus dilakukan secara berurutan demi menghasilkan masakan yang nikmat. Ketika Ibu dan si Kecil memasak bersama, si Kecil akan terlatih pemahamannya ketika membaca resep yang digunakan sebagai panduan. Membaca dan menerapkan langkah yang dituliskan dapat mempertajam kemampuan pemahamannya.

Artikel Sejenis

Latihan ini sangat menyenangkan karena Ibu juga bisa memandu si Kecil untuk belajar membaca. Dengan memahami resep tersebut, si Kecil bisa memasukkan bahan, menakar bahan yang diperlukan, dan melakukan proses sederhana (seperti mengaduk dan mencampur adonan). Selain melatih kepintaran si Kecil, memasak juga bisa melatih koordinasi mata dan gerak tangannya.

Sains di Kehidupan Nyata

Banyak praktek sains atau ilmiah yang dilakukan di laboratorium demi mendapatkan satu hasil tertentu. Memasak, disadari atau tidak, juga merupakan simulasi praktek sains di dunia nyata. Dengan memasak, si Kecil akan dapat mengenal berbagai bahan makanan dan fungsinya, efeknya ketika ditambahkan ke makanan, dan lain sebagainya.

Misal ketika si Kecil menambahkan gula terlalu banyak pada adonan roti yang sedang dibuat, maka adonan tersebut akan memiliki rasa yang terlalu manis. Begitu pula dengan garam, akan menghasilkan adonan yang asin. Dengan mencoba dan mengetahui hal ini, si Kecil secara langsung telah terlibat dalam satu eksperimen sederhana yang bisa merangsang pemahamannya pada hal-hal di sekitar si Kecil.

Kepercayaan Diri

Melakukan aktivitas bersama si Kecil di dapur memungkinkan Ibu untuk membantu si Kecil dalam membangun rasa percaya dirinya. Dengan memiliki kemampuan memasak atau memanggang roti, meski dalam tingkatan dasar, akan memberikan kepercayaan diri ketika ia bergaul dengan teman-teman barunya kelak.

Memasak juga memberikan respon dan hasil langsung, dimana si Kecil bisa ikut mencoba hasil masakan yang dibuat bersama Ibu. Dengan begini Ibu bisa memberikan masukan dan saran, agar kedepan si Kecil bisa memasak dengan lebih baik dan menghasilkan masakan yang lebih nikmat. Dampingi si Kecil dan selalu berikan motivasi agar kepercayaan dirinya terpupuk.

Pelajaran dan Kemampuan Jangka Panjang

Ketika Ibu dahulu belajar menaiki sepeda, atau berenang misalnya, tentu Ibu tidak akan melupakan kemampuan tersebut hingga hari ini bukan? Hal yang sama juga terjadi pada kemampuan memasak. Memasak merupakan kemampuan jangka panjang yang akan terus diingat oleh si Kecil. Memiliki kemampuan memasak bisa jadi bekal kemampuan berguna untuk masa depannya.

Ketika si Kecil terbiasa memasak bersama Ibu di dapur secara rutin, maka ketika si Kecil menginjak usia dewasa, si Kecil bisa mengembangkan kemampuan ini dengan lebih mudah. Kemampuan menyecap rasa dan mengingat juga akan turut terlatih. Memasak adalah kegiatan yang menyenangkan dan media belajar yang baik untuknya.

Komunikasi

Ketika memasak, maka akan tercipta iklim hangat antara Ibu dan si Kecil. Di sini Ibu bisa memanfaatkan kesempatan untuk berkomunikasi secara intens dan menanyakan berbagai hal. Komunikasi yang terjalin dengan hangat akan membawa dampak positif untuk si Kecil. Selain itu, Ibu juga bisa lebih mudah untuk memberikan masukan dan saran untuk hari-hari si Kecil.

Memang mungkin kegiatan memasak banyak dianggap sepele oleh kebanyakan Ibu. Namun dengan mengetahui hal di atas, tentu anggapan ini bisa dihilangkan. Memasak dapat memberikan berbagai efek positif untuk si Kecil, baik secara psikis maupun kecerdasannya. Dengan belajar memasak, secara tidak sadar si Kecil akan mengasah pula kemampuan berpikir dan menjadikan si Kecil makin pintar. Selalu berikan rangsangan untuk perkembangan otak dan fisiknya, dan jangan lupa memberikan asupan nutrisi yang cukup setiap hari.