Whatsapp Share Like
Simpan

Sama halnya dengan cara menguasai suatu kemampuan, pendengaran si Kecil membutuhkan latihan dan rangsangan untuk dapat meningkatkan kemampuannya. Seperti kemampuan melihat, kemampuan mendengar si Kecil bisa Ibu stimulasi sejak dalam kandungan.

Menstimulasi pendengaran pada si Kecil yang berusia 0-2 bulan adalah hal yang penting untuk si Kecil. Seiring dengan pertumbuhannya, si Kecil menggunakan telinganya untuk mempelajari lingkungan di sekitarnya. Dari mendengar, nantinya si Kecil akan menirukan hingga ia mampu untuk berbicara. Selain itu kemampuan mendengar juga dapat membantu dalam mengembangkan kemampuan otak.

Saat si Kecil lahir ke dunia ia telah dapat mendengar suara-suara di sekitarnya khususnya yang bernada tinggi. Ibu bisa memperhatikan, si Kecil akan sedikit kaget ketika mendengar suara yang asing atau sedikit kencang. Pada suara-suara yang telah familier didengar seperti suara Ibu dan Ayah, si Kecil akan merespon dengan gerakan sederhana seperti berkedip. Untuk meningkatkan kemampuan mendengarnya, Ibu bisa melakukan beberapa stimulus berikut ini.

  • Biasakan untuk mengajak berbicara
    Kapanpun sebisa mungkin untuk mengajak si Kecil untuk berbicara. Biarkan ia merespon dengan cara apapun, anggaplah kita memahami apa yang sedang si Kecil bicarakan. Mengajaknya berbicara akan menstimulasi otaknya untuk merekam setiap kata yang keluar dari mulut Ibu. Semakin lama si Kecil akan semakin memahami apa yang sedang dibicarakan oleh Ibu. Hal ini akan membantu dalam kemampuan berbahasanya kelak. Semakin banyak Ibu berbicara, semakin banyak kata yang akan direkam oleh si Kecil.
  • Nyanyikanlah lagu-lagu untuk si Kecil
    Ibu bisa bernyanyi untuk si Kecil, ia akan senang mendengar suara Ibunya bernyanyi. Dengan bernyanyi akan membuat suasana hati si Kecil semakin riang. Akan lebih baik jika si Kecil bisa tertawa atau tersenyum mendengar nyanyian Ibu.
  • Kenalkan bayi dengan musik
    Musik dapat membantu menstimulasi perkembangan otaknya. Dengarkan untuknya musik-musik yang menenangkan dan menyenangkan. Ibu bisa berbagi musik dengan si Kecil, sehingga tidak harus selalu lagu anak-anak yang diputarkan. Coba perdengarkanlah berbagai macam genre musik untuk si Kecil. Ibu bisa perhatikan mana musik yang disukai atau tidak disukai si Kecil.
  • Mencari sumber suara
    Ajaklah si Kecil bermain dengan mencari sumber suara. Ibu bisa memanggil si Kecil ketika akan memasuki kamarnya. Dengan bantuan ayah, panggilah si Kecil dari tempat yang berbeda-beda, biarkan ia mencari sumber suara tersebut.
  • Gunakan mainan yang berbunyi
    Sembari bermain dengan mainannya, si Kecil bisa sambil mendengarkan musik yang keluar dari mainan tersebut. Tetapi Ibu perlu pastikan mainan yang diberikan kepada si Kecil aman. Usahakan untuk selalu menemani si Kecil bermain.
  • Bacakan buku dan mendongeng
    Si Kecil mungkin belum memahami tentang cerita yang Ibu bacakan, akan tetapi si Kecil akan senang mendengarkan suara yang keluar dari mulut Ibu. Akan lebih baik lagi jika Ibu dapat memainkan intonasi suara ketika membacarakan dongeng untuk si Kecil. Tidak masalah jika buku yang dibacakan sama dan berulang-ulang.


Pastikan si Kecil dapat mendengar sesuai usianya

Saat bayi baru lahir mungkin masih sedikit merespon karena ia masih beradaptasi dengan lingkungannya. Memasuki usia dua bulan ia sudah lebih tenang dalam menanggapi suara-suara asing, dan semakin familier dengan suara Ayah dan Ibu. Si Kecil juga sudah dapat sedikit berbicara walaupun sebatas ‘oh’ saja.

Memasuki usia 4 bulan, si Kecil sudah pintar dalam mencari sumber suara. Ketika umur 8 bulan si Kecil sudah semakin pintar mengoceh seakan ia sedang mengobrol dengan Ibu. Ia juga sudah mengerti ketika namanya dipanggil, si Kecil akan menoleh. Kemampuannya akan terus berkembang seiring dengan pertambahan usianya.

Artikel Sejenis

Hal-hal yang perlu diwaspadai

Meskipun kemampuan si Kecil tidak dapat disamaratakan, akan tetapi Ibu perlu tahu tahapan umum perkembangan pendengaran pada bayi. Saat lahir biasanya bayi sudah mendapatkan pemeriksaan pendengaran, akan tetapi Ibu tetap perlu mengawasi perkembangan pendengarannya.

Kemungkinan untuk bayi mengalami gangguan pendengaran jika terdapat masalah pendengaran pada riwayat keluarga, cacat lahir, trauma, infeksi, bayi prematur dan terlalu lama mendengar suara yang keras.

Sebaiknya lindungi telinga si Kecil dari suara keras yang berlangsung lama. Hal tersebut akan merusak gendang telinga yang masih sensitif. Selain itu, kebersihan telinga si Kecil juga harus diperhatikan, jangan sampai kotor dan terinfeksi oleh kuman atau bakteri.

Ibu perlu waspada ketika si Kecil tetap tertidur meskipun ada suara keras, seperti gonggongan anjing atau dering telpon yang kencang. Selain itu Ibu perlu waspada ketika ia tidak merespon apapun ketika ada suara di sekitarnya. Jika dirasa si Kecil tidak mengalami perkembangan tahapan umum pendengaran, Ibu bisa segera membawanya ke petugas medis untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut.