Whatsapp Share Like
Simpan

Satu tahun pertama kehidupan bayi cukup untuk si Kecil belajar, bereksplorasi, mulai berbicara, mengenali sekelilingnya, dan melakukan banyak hal. Selalu ada kejutan yang dihadirkannya di tiap bulan yang akan dilewati. Ibu jangan sampai luput untuk memenuhi apa saja yang dibutuhkan si kecil untuk membuat kegiatannya berjalan optimal. Sebelum Ibu mempersiapkan hal yang diperlukan agar si Kecil tumbuh kuat dan pintar di tahun pertamanya, ada baiknya Ibu mengetahui terlebih dahulu apa saja yang dibutuhkan. Penasaran? Berikut ulasannya.

ASI

Tahun pertama usia si Kecil merupakan periode  terpenting pemberian ASI agar si Kecil tumbuh sehat, kuat, pintar, dan produktif. ASI memberikan banyak sumber nutrisi yang diperlukan si Kecil, mulai dari protein, lemak, vitamin, dan mineral lainnya. Ajaibnya ASI selalu mampu menyesuaikan takaran gizi sesuai dengan yang dibutuhkan si Kecil di setiap tahap tumbuh kembangnya. Kebaikan ASI yang lainnya adalah karena zat gizi yang dihasilkan berbarengan dengan enzim yang membantu proses pencernaannya. Bayi yang mengonsumsi ASI tidak akan mengalami intoleransi terhadap kandungan tertentu.

Pola Tidur Teratur

Di masa-masa awal pertumbuhannya, bayi hanya mengenal rutinitas kapan dia harus makan dan kapan harus tidur. Walaupun kegiatan si Kecil hanya berkutat dengan kedua hal tersebut dan ditambah bermain, Ibu tetap harus memberikan pola yang teratur terutama untuk tidur. Bayi yang sedang bertumbuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup, namun tidak berlebihan. Ibu sudah bisa menetapkan pola tidur kepada si Kecil mulai usia awal kelahirannya khususnya di tahun pertama. Bukan hanya mendapatkan pola tidur yang sehat sejak dini, tetapi si Kecil juga terlatih dengan waktu tidur teratur bahkan ketika dia sudah besar.

Nutrisi

Layaknya orang dewasa, si Kecil juga membutuhkan nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Terkhusus satu tahun pertama dimana pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan sangat cepat. Kebutuhan si Kecil di usia ini terhitung spesial sehingga memerlukan perhatian yang lebih. Ada tiga tahap pemberian nutrisi yakni masa menyusui, masa transisi, dan masa dewasa. Masa menyusui adalah periode si Kecil hanya bisa mengonsumsi cairan berupa ASI yakni mulai dari lahir hingga usianya menginjak 4-6 bulan. Masa transisi berada di usia 4-6 bulan dimana si Kecil menunjukkan tanda bahwa dia siap mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI. Dan yang terakhir adalah masa dewasa dimana si Kecil mulai bisa memakan makanan yang lebih bervariasi baik jenis maupun tekstur. Pastikan Ibu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil sehingga dia bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Stimulasi dan Permainan

Di periode emas si Kecil, dia memerlukan berbagai stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembangnya. Baik fisik, motorik, sensorik, kognisi, komunikasi, dan sosialisasi. Dampingi si Kecil karena kemampuannya harus dilatih dengan rutin agar bisa dipertahankan dan semakin berkembang. Ibu bisa menstimulasinya dengan mengajak si Kecil berolahraga ringan atau memberikan mainan yang tidak hanya sebagai media belajar, tetapi juga menyenangkan.

Artikel Sejenis

Keselamatan

Semakin hari si Kecil akan menunjukkan rasa antusiasnya dengan bergerak aktif ke sana kemari dan melakukan apa saja. Semakin pintar si Kecil maka pergerakan yang dilakukan semakin banyak dan akan berbanding lurus dengan risiko yang bisa terjadi. Lakukan pengawasan dan penjagaan yang lebih cermat atau upayakan untuk tidak mendekatkan si Kecil dengan benda-benda yang bisa menimbulkan cedera pada dirinya. Apabila Ibu tidak ingin repot, siapkan ruang tersendiri dimana si Kecil bisa bereksplorasi sesuka hati tanpa harus khawatir akan risiko kecelakaan.

Berkenalan

Perkembangan sosial si Kecil terjadi secara bertahap, dimulai dari berekspresi untuk menyatakan keinginan, mengenal orang-orang terdekatnya, berteman dengan bayi lain, dan mengenal orang asing. Ajak si Kecil ke playground atau seringlah ajak dia berkunjung ke rumah saudara. Mungkin si Kecil akan rewel dan menangis ketika bertemu dengan orang asing, namun itu merupakan hal yang wajar dan sebagai bagian dari proses sosialisasinya.

Produk Perlengkapan Bayi

Tubuh bayi satu tahun masih tergolong sensitif. Dr. Rini Sekartini Sp.AK., dokter spesialis anak pada Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo menyatakan bahwa bayi hingga usia 1 tahun memiliki lapisan epidermis 20-30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa sehingga pertahanan di permukaan kulit belum sempurna, penyerapan iritan dari luar lebih mudah terjadi dan berpengaruh pada organ dalam tubuh si Kecil. Oleh karena itu sebelum membeli produk-produk perlengkapan bayi, Ibu harus memperhatikan bahan-bahan pembuatnya. Usahakan menggunakan bahan yang lembut, nyaman, mudah menyerap keringat, tidak luntur, dan tidak menimbulkan alergi.


Itu tadi  kebutuhan si Kecil yang bisa dijadikan pedoman untuk menemani dan mengawasi setiap aktivitasnya. Kini saatnya mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar kebutuhannya terpenuhi dan tumbuh kembang berjalan optimal.