Whatsapp Share Like
Simpan

Seorang Ibu bercerita bahwa anaknya masih belum bisa berbicara dengan jelas ketika sudah memasuki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Si Kecil hanya bisa mengucap beberapa patah kata saja, padahal teman sebayanya sudah mahir berbicara bahkan menyusun kalimat dengan benar.

Perlukah panik ketika mendapati si Kecil mengalami gangguan berbicara dan bahasa? Sebagai seorang Ibu, tentu ada perasaan sedih dan khawatir ketika melihat si Kecil mengalami gangguan berbicara. Namun sebagai Ibu yang cerdas, baiknya Ibu kenali dulu penyebab si Kecil mengalami gangguan bicara dan bahasa agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Yuk simak penyebab si Kecil mengalami gangguan bicara beserta solusinya berikut ini:

Gangguan Fungsional

Gangguan fungsional sangat erat kaitannya dengan kemampuan bahasa si Kecil. Bisa dikatakan pada gangguan ini si Kecil mengalami kekurangan masukan bahasa dari lingkungan sekitarnya. Gangguan fungsional merupakan penyebab gangguan bicara yang masih dalam taraf ringan. Si Kecil biasanya masih bisa mengucapkan beberapa patah kata namun belum bisa membentuk makna atau menyusun kalimat yang jelas dan bermakna.

  • Solusi:

    Secara konsisten berikan stimulus kepada si Kecil terutama terkait penambahan kosakata. Ibu bisa menggunakan permainan kartu untuk mengajak si Kecil belajar sambil bermain sehingga si Kecil tidak merasa tertekan. Sebagian besar anak yang menderita gangguan ini akan sembuh ketika memasuki lingkungan sekolah yang lebih luas seperti Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

Deprivasi Lingkungan

Lingkungan sekitar berperan sangat penting dalam tumbuh kembang si Kecil di usia 4 tahunnya. Kondisi lingkungan yang tidak mendukung tumbuh kembang si Kecil bisa menyebabkan beberapa gangguan pada tumbuh kembang si Kecil seperti gangguan berbicara dan bahasa. Lingkungan yang sepi dan kurangnya interaksi si Kecil dengan orang tua maupun keluarga secara tidak langsung bisa membuat si Kecil menjadi pasif dalam berbicara. Dampaknya bendahara kosakata si Kecil menjadi terbatas dan Si Kecil menjadi kesulitan untuk menyusun sebuah kalimat.

Artikel Sejenis

  • Solusi:

    Perbanyak interaksi dengan si Kecil. Bila perlu, Ibu bisa sering-sering mengajak si Kecil berjalan-jalan agar bertemu dengan banyak orang. Dengan bertemu banyak orang, si Kecil akan terangsang untuk berkomunikasi. Kenalkan pula jenis benda sepanjang perjalanan Ibu dan si Kecil agar perbendaharaan kosakatanya semakin meningkat.

Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran juga menjadi salah satu penyebab si Kecil terlambat dalam berbicara. Jika Ibu mendapati si Kecil lebih banyak diam dan tidak merespon ketika diajak berbicara, ada kemungkinan si Kecil mengalami gangguan pada organ pendengarannya. Si Kecil biasanya akan merespon ketika disentuh atau diajak berbicara dengan suara yang lebih keras.

  • Solusi:

    Jika mendapati si Kecil dengan tanda-tanda di atas, ada baiknya Ibu segera memeriksakan organ pendengaran si Kecil. Berikan terapi atau pengobatan pada organ pendengaran si Kecil terlebih dahulu sebelum memberikan stimulus untuk kemampuan bahasanya.

Gangguan Otak

Gangguan otak merupakan penyebab gangguan bicara paling berat yang terjadi pada si Kecil. Gangguan otak sendiri bisa meliputi beberapa gejala seperti gangguan Hemisfer dan autisme.

Gangguan Hemisfer merujuk pada otak kiri si Kecil sehingga si Kecil mengalami kesulitan dalam memahami simbol, kata-kata, menyusun kalimat, dan menyusun daftar. Sedangkan untuk autisme Ibu mendeteksi sejak si Kecil belum berusia satu tahun. Beberapa ciri si Kecil perlu mendapat perhatian khusus diantaranya jika si Kecil tidak merespon ketika dipanggil, tidak bicara sampai usia 15 bulan, dan tidak mampu mengucap 3 atau 4 kata sampai usia 20 bulan.

  • Solusi:

    Jika si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan otak seperti di atas, ada baiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter, baik dokter kandungan sebelumnya maupun dengan dokter anak kepercayaan Ibu. Berikan penanganan dan terapi sesuai dengan arahan dari dokter namun tetap jangan lupakan kenyamanan untuk si Kecil. Karena jika si Kecil tidak nyaman dan merasa terpaksa, proses terapi akan menjadi semakin sulit dan lama.

Perlu partisipasi aktif dari orang tua terutama Ibu untuk mendeteksi gangguan bicara yang dialami si Kecil. Mendeteksi secara dini gangguan bicara yang dialami si Kecil tentunya bisa meminimalkan dampak negatif yang lebih berat bagi si Kecil. Penanganan yang dilakukan juga akan menjadi lebih ringan dan tidak menyiksa si Kecil.

Beberapa solusi untuk menangani si Kecil yang mengalami gangguan bicara di atas tentunya akan semakin maksimal dengan pemberian nutrisi yang tepat seperti Frisian Flag Primanutri 456. Dengan 3 varian rasa Vanila, Cokelat, dan Madu, Frisian Flag Primaturi 456 diperkaya dengan kombinasi minyak ikan, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), serat inulin, Vitamin A, C, E, Kalsium dan Vitamin D yang membantu tumbuh kembang otak si Kecil sehingga si Kecil menjadi lebih cepat tangkap dalam proses belajar bicara dan bahasanya.