Whatsapp Share Like
Simpan

Penyakit memang tidak bisa dihindari oleh si Kecil. Banyak penyebab datangnya penyakit seperti kondisi tubuh yang lemah, kondisi lingkungan dan musim yang tidak menentu. Si Kecil yang masih dalam tahap penyesuain lingkungan tentu tidak bisa menghindari berbagai penyakit. Jenis penyakit yang dialami si Kecil pun berbeda-beda. Penyakit yang biasanya dialami si Kecil seperti flu, batuk, demam, diare, dan lainnya.

Tubuh si Kecil yang belum sempurna akan semakin lemah jika terkena penyakit. Setiap penyakit yang dialami si Kecil tentu memiliki gejala. Ibu seharusnya mengetahui gejala berbagai penyakit agar bisa disesuaikan dengan proses penyembuhannya. Setiap penyakit memiliki sebab dan akibat yang berbeda. Tentunya penyembuhannya juga berbeda.

Gejala demam berdarah tentu berbeda dengan gejala flu, batuk, dan diare. Lalu apa sajakah gejala penyakit demam berdarah? Memasuki musim pancaroba dengan cuaca yang tidak menentu membuat Ibu harus waspada terhadap penyakit demam berdarah. Nyamuk Aedes Aegypti bisa membawa penyakit demam berdarah. Nyamuk ini bisa terbang sejauh 100 meter sehingga proses penularan penyakitnya berlangsung dengan cepat.

Ketika si Kecil mengalami demam berdarah Ibu bisa melihat gejala berikut. Tiba-tiba si Kecil mengalami demam tinggi mencapai 40 derajat celcius atau lebih. Demamnya berlangsung selama 1-7 hari dan kemudian mulai menurun. Muncul ruam atau bintik-bintik merah pada kulit. Si Kecil akan merasa nyeri pada otot, sendi, dan tulang. Nyeri ini biasanya mulai terasa setelah demam muncul. Si Kecil pun akan merasa nyeri pada bagian belakang mata. Merasa pusing dan kelelahan sampai setelah si Kecil sembuh. Nafsu makannya akan hilang. Mimisan atau perdarahan ringan pada gusi. Kulit si Kecil akan mudah memar.

Bila si Kecil mengalami gejala di atas, bawalah si Kecil ke dokter untuk diperiksa. Namun gejala demam berdarah tidak hanya seperti yang disebutkan atas saja. Setelah demam gejalanya bisa saja menjadi lebih buruk seperti, perdarahan yang lebih berat, masalah pada pencernaan (mual, muntah, atau nyeri di perut), dan masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas. Sehingga sebelum gejalanya memburuk Ibu harus membawa si Kecil ke dokter. Selain menanggulangi akibat yang lebih buruk, Ibu bisa mengurangi potensi si Kecil terkena demam berdarah.

Perhatikanlah Bu dengan detail seluruh bagian tubuh si Kecil. Pastikan si Kecil tidak mengalami gejala di atas. Jika terlihat gejala segera bawa si Kecil ke pusat kesehatan atau dokter. Ada baiknya mencegah penyakit daripada mengobati. Sehingga untuk menjaga tubuh si Kecil tetap kuat terhadap penyakit, Ibu harus memastikan nutrisi yang diterima cukup. Selain itu kondisi lingkungan juga harus diperhatikan.

Lalu apa yang harus Ibu lakukan bila si Kecil demam? Ibu perlu memastikan nutrisi yang diterima si Kecil tetap terpenuhi. Bila si Kecil masih menyusu maka terus berikan ASI. Berilah si Kecil cairan yang lebih banyak dari biasa seperti air matang, air teh, atau kuah sayur bening. Jangan berikan pakaian atau selimut tebal. Bila ingin mengompres, kompres dengan air biasa atau air hangat. Jangan dikompres dengan air dingin karena bisa menyebabkan si Kecil menggigil. Jika si Kecil mengalami demam tinggi beri obat penurun panas sesuai anjuran petugas kesehatan. Usahakan saat si Kecil tidur menggunakan kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk. Bawalah si Kecil ke Puskesmas jika demam tidak sembuh dalam dua hari.

Segera bawa si Kecil ke fasilitas kesehatan jika demam disertai kejang, demam tidak turun selama dua hari dan jika demam disertai bintik-bintik merah, pendarahan di hidung, dan atau buang air besar berwarna hitam. Bawalah si Kecil ke pusat kesehatan agar penanganannya lebih baik. Selain itu untuk mengantisipasi penyakit yang lebih parah.

Selain cara di atas cara mengantisipasi si Kecil agar tidak terkena demam berdarah adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Untuk menghindari gigitan nyamuk Ibu harus pastikan lingkungan tempat tinggal si Kecil harus bersih baik di rumah maupun tempat bermain. Pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah untuk menghindari berkembang biaknya nyamuk.

Ibu tentu tahu metode 3M untuk menghindari perkembang biakan nyamuk. Metode 3M tersebut adalah menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. Ketiga hal itu harus dilakukan agar nyamuk tidak tumbuh dengan baik. Setelah melakukan hal-hal di atas semoga si Kecil terhindar dari demam berdarah ya, Bu.