Whatsapp Share Like
Simpan

Memiliki anak yang memasuki usia 5 tahun berarti harus siap dengan meningkatnya aktivitas si Kecil ya Bu. Umumnya si Kecil yang sudah berusia 5 tahun kemampuan koordinasinya akan meningkat sehingga ia akan mampu melakukan banyak aktivitas fisik yang berhubungan dengan keseimbangan atau koordinasi antar bagian tubuh. Si Kecil mampu melompat, berlari, berdiri dengan satu kaki, bahkan sebagian anak sudah mampu melakukan gerakan rolling depan belakang dengan baik.

Di akhir fase Balita ini, si Kecil tidak hanya butuh aktivitas fisik melainkan juga perlu aktivitas yang dapat meningkatkan kecerdasan si Kecil. Jika Ibu bisa lho turut aktif dalam aktivitas si Kecil agar aktivitas si Kecil jadi makin seru dan juga dapat meningkatkan kecerdasannya. Sebagai referensi Ibu, berikut beberapa aktivitas si Kecil di usia 5 tahun yang  dapat meningkatkan kecerdasan si Kecil.

Bermain peran

Di usianya yang kelima, si Kecil akan banyak berinteraksi dan bermain dengan teman sebayanya. Ibu bisa mengarahkan mereka untuk bermain peran. Permainan peran ini dapat berupa masak-masakan ataupun rumah-rumahan. Arahkan si Kecil dan teman-temannya untuk memilih peran yang mereka suka ya Bu

Permainan peran ini akan memberikan pengetahuan bagi si Kecil tentang peran-peran anggota keluarga. Si Kecil juga akan belajar tentang tanggung jawab karena dalam setiap peran ada pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan. Meskipun hanya berpura-pura dan si Kecil menyadarinya, namun si Kecil akan merasa senang dan dapat meningkatkan kecerdasan emosional si Kecil. Selain itu, Ibu juga bisa tetap memberikan pengawasan pada aktivitas si Kecil agar tidak melakukan aktivitas negatif.

Permainan Fisik

Selain bermain peran, permainan fisik seperti petak umpet memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Sebagai salah satu permainan fisik, tentunya petak umpet banyak menggunakan bagian-bagian tubuh si Kecil untuk berlari, berjalan, atau melompat. Aktifnya tubuh si Kecil akan berpengaruh pada pertumbuhan tinggi dan otot si Kecil.

Artikel Sejenis

Perlu Ibu tahu, selain bermanfaat untuk fisik si Kecil, petak umpet juga dapat meningkatkan kecerdasan si Kecil lho. Petak umpet dapat melatih kemampuan navigasi atau pengetahuan tentang arah bagi si Kecil. Si Kecil juga akan berlatih untuk memprediksi dan menyusun strategi agar menang. Otak si Kecil akan turut aktif dan berkembang seiring dengan aktifnya bagian tubuh lain ketika bermain petak umpet.

Olah raga

Usia 5 tahun bagi si Kecil merupakan usia di mana ia akan lebih aktif dari usia-usia sebelumnya. Jangan heran jika si Kecil inginnya bermain di luar dan tidak bisa diam. Tapi Ibu tidak perlu khawatir ya, Ibu bisa menyalurkan hasrat si Kecil yang ingin terus bergerak dengan melakukan olahraga-olahraga ringan.

Ibu bisa mengajak si Kecil untuk main sepak bola di akhir pekan, Jika si Kecil ternyata tidak suka bermain bola Ibu bisa mengalihkan ke olahraga lain seperti senam ringan. Olahraga ringan akan membantu si Kecil untuk melepaskan hormon stresnya Bu. Olahraga ringan juga akan membuat otak si Kecil lebih segar sehingga siap untuk menerima pengetahuan-pengetahuan baru. Agar lebih menarik perhatian si Kecil, Ibu bisa juga lho sambil melakukan tanya jawab ringan pada si Kecil ketika berolahraga. Dengan begitu kemampuan si Kecil untuk berbicara dan menyampaikan pendapat juga akan berkembang.

Bercerita

Meskipun sudah berada di akhir masa Balita, sifat manja dan kekanakan si Kecil masih akan terlihat. Jika si Kecil mulai rewel, Ibu bisa mengalihkan perhatian si Kecil dengan bercerita. Berikan cerita-cerita yang menarik dan menambah pengetahuan untuk si Kecil di usia 5 tahunnya. Ibu bisa memilih fabel atau cerita ringan tentang pengetahuan alam dengan ilustrasi menarik.

Untuk merangsang otak si Kecil, Ibu juga bisa menggunakan alat peraga seperti boneka tangan ketika bercerita. Ajak juga si Kecil untuk memainkan alat peraga tersebut. Ibu bisa melakukan aktivitas bercerita ini sebelum si Kecil tidur. Jadikan penutup aktivitasnya agar otak si Kecil rileks namun tetap mendapat pengetahuan ringan ya Bu.

Selain beberapa aktivitas di atas, Ibu juga bisa mengeksplorasi aktivitas-aktivitas si Kecil yang disukainya. Membiarkan si Kecil untuk melakukan aktivitas yang disukai bisa membuat si kecil merasa dihargai lho Bu. Namun, tetap sigap dan jangan sampai lengah ya. Jika aktivitas si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda negatif atau cukup berbahaya untuk dilakukan, Ibu bisa memberikan pengawasan ekstra. Jangan lupa selalu berikan nutrisi terbaik agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang sehat dan pintar.