Whatsapp Share Like
Simpan

Pada masa kehamilan, emosi wanita akan menjadi tidak menentu. Beberapa emosi seperti rasa takut tentu memberikan dampak kurang baik bagi janin. Jika emosi negatif berujung pada depresi, maka berdampak pada si Kecil yang akan tumbuh menjadi pribadi yang pemurung dan cengeng. Bahkan pada beberapa kasus dapat membuat fisik si Kecil kurang optimal. Demi mengatasi hal ini, menjaga kestabilan emosi pada masa kehamilan menjadi sangat penting. Lantas bagaimana caranya? Berikut ulasannya!

  1. Tambah Pengetahuan Tentang Kehamilan
    Sebelum melakukan program kehamilan dan saat menjalankannya, sangat disarankan untuk memperluas wawasan seputar kehamilan. Pasalnya, pada kondisi hamil, otak seringkali dipenuhi dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk seperti sedih, senang, dan ketakutan. Terlebih lagi pada periode hamil, hormon wanita akan mengalami perubahan pasang surut yang sangat berpengaruh pada kondisi emosi. Oleh sebab itu, meningkatkan pengetahuan tentang kehamilan akan memberikan efek positif dalam menjaga suasana hati. Selain itu, mengetahui banyak hal seputar kehamilan akan membuat wanita lebih tenang dalam menghadapi segala kondisi yang tidak terduga. Tidak hanya itu, pengetahuan yang baik akan kehamilan akan membuat perasaan lebih tenang dalam menghadapi berbagai macam mitos seputar kehamilan yang kadang terdengar mengkhawatirkan.
  2. Tingkatkan Komunikasi dengan Pasangan
    Saling berbagi dan mengomunikasikan tentang apa yang dirasakan pada pasangan adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi kondisi emosi yang tidak menentu selama masa kehamilan. Dalam hal ini, pasangan akan berperan penting dalam memberikan dukungan moral kepada Ibu hamil. Pada tingkatan yang sederhana, pasangan juga bisa menjadi teman ketika berkonsultasi pada dokter. Satu yang penting dalam hal ini adalah memastikan bahwa dalam menjalani kehamilan, Ibu tidak menghadapinya sendirian. Selain itu, pasangan juga dapat menjadi tempat yang baik untuk mengomunikasikan beberapa hal seperti nama, peralatan bayi yang diperlukan, bahkan membicarakan masa depannya. Tentunya dengan selalu mengomunikasikan hal ini akan mengurangi beban pikiran yang ada selama kehamilan.
  3. Hubungi Psikiater
    Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, saat hamil hormon wanita akan terus mengalami pasang surut yang berpengaruh pada suasana hati. Menghadapi perubahan emosi yang disebabkan faktor hormonal tentu bukanlah perkara yang mudah. Oleh sebab itu, disarankan juga pada wanita hamil untuk menghubungi pakar seperti psikiater. Untuk menghadapi permasalahan ini, biasanya psikiater akan memberikan terapi khusus yang tentunya aman untuk dilakukan oleh wanita hamil. Tidak hanya itu, psikiater akan memberikan strategi-strategi tertentu untuk menghadapi permasalahan emosi yang dialami selama masa kehamilan. Perlu diingat, emosi yang tidak stabil terutama yang berujung pada depresi dapat berpengaruh buruk pada janin. Maka dari itu, melakukan konsultasi kepada ahlinya akan lebih baik bagi masa depan bayi yang dikandung.
  4. Yoga
    Melakukan yoga diketahui dapat memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan keseimbangan, dan membentuk otot yang kuat. Pada ibu hamil, yoga diketahui dapat bermanfaat dalam melatih pernapasan menjadi lebih baik dan merilekskan tubuh. Bukan hanya itu, manfaat yang paling baik dari melakukan yoga adalah dapat mengatur emosi wanita hamil menjadi stabil dan lebih baik. Untuk melakukan aktivitas yoga, disarankan agar dilakukan dalam kelas yoga khusus ibu hamil. Dalam kelas yoga khusus ibu hamil, terdapat instruktur yang bisa memberikan pengarahan dalam melakukan yoga yang tepat dan aman. Selain itu kelas yoga untuk ibu hamil biasanya diisi oleh banyak wanita dengan kondisi serupa sehingga, selain mendapatkan manfaat dari kelas yoga, bisa juga melakukan konsultasi lebih pada mereka yang berpengalaman dan berbagi cerita tentang selama masa kehamilan. Dijamin, emosi tidak menentu yang sebelumnya dirasakan akan berkurang dan suasana hati menjadi lebih baik.
  5. Lakukan Kegiatan yang Disukai
    Melakukan kegiatan atau hobi yang disukai merupakan cara yang paling ampuh untuk menjaga emosi. Namun pada wanita yang sedang berada pada masa kehamilan, tidak semua kegiatan aman untuk janin di dalam kandungan. Oleh karenanya, pastikan apa yang menjadi hobi adalah sesuatu yang aman untuk keselamatan kandungan. Menulis, melukis, atau bermain musik, merupakan hobi umum yang aman dilakukan, dan bahkan dapat memberikan efek positif pada janin. Akan tetapi jika dari hobi itu tidak termasuk dalam kategori, masih banyak kegiatan menyenangkan lainnya untuk dapat menstabilkan emosi.


Itulah lima hal yang dapat dilakukan untuk menjaga emosi selama masa kehamilan. Perlu diingat, menjaga emosi selama masa kehamilan tidak cukup untuk membuat si Kecil menjadi Pintar, Kuat, dan Tinggi. Untuk itu, penuhi kebutuhan si Kecil dengan susu ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan rasa cokelat yang lezat yang dapat mendukung asupan nutrisi Ibu selama periode kehamilan dan menyusui, untuk kebaikan janin dan mama.