Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 7 bulan si Kecil memang sudah bisa mengonsumsi makanan baru selain ASI. Makanan ini sering disebut makanan pendamping ASI (MPASI). Ibu bisa mencoba berbagai varian makanan yang enak dan sehat bagi si Kecil. Makanan yang dikenalkan tentunya akan menambah pengetahuan si Kecil tentang rasa. Namun terkadang kondisi kesehatan si Kecil membuatnya tidak bisa mengonsumsi semua jenis makanan. Ketika si Kecil diare maka makanannya harus disesuaikan agar diarenya cepat sembuh.

Diare adalah suatu kondisi di mana si Kecil buang air besar dengan konsistensi kotoran yang lebih lunak, bahkan hanya berupa air dan frekuensinya lebih sering (bisa lebih dari 3 kali) dalam sehari. Si Kecil yang mengalami diare pada usia 6 bulan pertama juga bisa menurunkan tinggi badan dan bisa berakibat permanen atau tidak dapat diperbaiki. Sehingga Ibu harus merawat si Kecil sebaik mungkin agar tak mengalami diare di 6 bulan pertama kehidupannya.

Bagi beberapa bayi diare bisa sembuh dengan sendirinya. Namun beberapa lainnya mengalami diare lebih lama sehingga bisa menimbulkan masalah lain seperti dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Dehidrasi disebabkan terlalu banyak cairan yang dikeluarkan tubuh si Kecil melalui buang air besar yang terlalu cair.

Ibu bisa memberikan cairan yang banyak saat si Kecil diare agar terhindar dari dehidrasi. Ibu juga bisa memberikannya larutan oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Bila larutan oralit tidak tersedia di rumah, Ibu bisa berikan air tajin, sari buah, kuah sayur, air matang, air teh, dan lainnya. Namun bila si Kecil masih di bawah 6 bulan berikan ASI eksklusif untuk mencegah diare memburuk. Kandungan dalam ASI akan menghambat pertumbuhan kuman penyebab diare.

Berikan cairan yang mengandung elektrolit karena sangat penting ketika si Kecil diare walaupun makanan yang diterimanya sedikit. Yang terpenting Ibu harus memastikan kecukupan cairan dalam tubuh si Kecil agar diarenya tidak semakin parah. Bila si Kecil tidak nyaman dengan kondisi perutnya, Ibu bisa mengelusnya sehingga si Kecil merasa lebih nyaman.

Saat si Kecil usia 7 bulan ke atas mengalami diare, Ibu harus tetap memberikan makanan seperti biasa namun dengan porsi yang lebih kecil dan dengan frekuensi yang lebih sering. Mungkin Ibu pernah berpikir memberi makan banyak kepada si Kecil akan memperparah penyakitnya. Anggapan ini tidak benar, justru dengan memberikan si Kecil makan dengan frekuensi yang lebih sering akan mempercepat proses penyembuhan. Dengan makanan si Kecil akan lebih cepat pulih dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.

Ibu bisa membuat makanan lunak untuk si Kecil agar sistem pencernaannya tidak bekerja terlalu keras dalam mencerna makanan. Berikan makanan seperti pisang dan buah-buahan lainnya, nasi tim atau bubur nasi, roti, daging, ayam, ikan yang direbus atau dipanggang, telur matang, sayuran matang yang tidak mengandung banyak serat seperti wortel, kentang rebus atau panggang, dan yoghurt. Kandungan bakteri baik dalam yoghurt aman dan bisa mengurangi durasi si Kecil diare. Cara ini akan lebih mudah bila si Kecil menyukai yoghurt. Ibu sebaiknya pastikan yoghurt yang dikonsumsi si Kecil mengandung lactobacillus atau bakteri baik.

Selain makanan yang dianjurkan untuk si Kecil saat diare, ada pula makanan yang tidak boleh dikonsumsinya. Si Kecil sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang digoreng, produk olahan, berminyak, dan fast food. Makanan tersebut akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Ibu juga disarankan menghindari makanan yang membuat perut si Kecil bergas seperti, brokoli, kol, asparagus, buncis, kacang-kacangan, dan lainnya. Makanan dan minuman yang mengandung kafein juga perlu dihindari seperti kopi, cokelat, dan teh, serta minuman bersoda.

Ketika si Kecil mengalami diare perhatikanlah makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsinya. Dengan begitu diare si Kecil akan lebih cepat sembuhnya. Namun bila si Kecil menunjukkan tanda-tanda lain bawalah ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Tanda-tanda seperti lebih sering buang air besar dengan konsistensi lebih cair, si Kecil terlihat lebih haus, sering muntah, demam, makan dan minumnya sedikit, terdapat darah di kotorannya, dan diare tidak kunjung sembuh dalam 3 hari.

Bawalah si Kecil untuk diperiksa oleh dokter agar tidak terjadi hal yang lebih buruk ke depannya. Si Kecil harus dijaga kesehatannya agar tubuhnya kuat dan tumbuh lebih aktif. Berikanlah perhatian agar si Kecil tetap kuat untuk melewati masa sakitnya. Berikan makanan yang baik hingga kondisinya kembali seperti semula. Sehingga si Kecil bisa bermain dan belajar dengan senang hati.