Share Like
Simpan

Suatu malam, Ayah dan saya sedang tidur. Tiba-tiba, kami berdua mendengar suara orang berbicara. Awalnya, saya sempat takut dan berpikir macam-macam. Setelah ditelusuri, ternyata sumbernya dari si Kecil, Bu! Dia sedang mengigau rupanya.

Pernah mengalami hal seperti ini? Pada mulanya, kebiasaan ini mungkin tidak terlihat berbahaya, tapi jika sudah berlebihan, Ibu harus waspada, lho. Bisa saja si Kecil terkena parasomnia atau gangguan tidur. Yuk, kita kenali lebih jauh tentang hal ini!

 

Mengapa si Kecil Mengigau?

Waktu itu saya sempat bingung, kenapa ya si Kecil suka berbicara sendiri dalam tidurnya? Igauannya bisa jelas, tetapi lebih sering tidak. Setelah bertanya dengan dokter si Kecil, saya jadi tahu kalau penyebabnya itu bisa karena kelelahan atau rasa takutnya, Bu. Untuk itu, Ibu bisa mencoba tips berikut ini:

- Pertama, cari tahu apakah ia terekspos tayangan-tayangan menyeramkan. Jika iya, Ibu bisa meminta pengasuh untuk menjauhkan si Kecil dari tayangan seperti itu.

- Kedua, bila si Kecil sedang beradaptasi dengan lingkungan baru, berikanlah dia perhatian lebih. Misalnya, dengan bertanya tentang harinya atau menemani dia saat di sekolah.

- Ketiga, hindarkan dia dari kegiatan melelahkan menjelang tidur dan buat rutinitas tidur yang menenangkan, seperti membaca buku cerita atau berdoa bersama.

- Terakhir, peluklah ia sesering mungkin agar si Kecil tahu bahwa Ibu selalu ada untuknya.

 

Apa itu Parasomnia?

Parasomnia merupakan gangguan tidur ringan berupa gerakan fisik yang tidak diinginkan atau pengalaman tertentu yang terjadi saat tidur. Gejalanya bisa berupa igauan yang kencang dan sering terjadi, bahkan sampai membuatnya terbangun dan menangis.Secara umum, gangguan ini lebih banyak terjadi pada anak.

Lalu, apa penyebab parasomnia? Menurut Christopher G. Goetz, penulis buku Textbook of Clinical Neurology, parasomnia biasanya diakibatkan oleh mimpi buruk yang terjadi secara berulang. Parasomnia muncul pada si Kecil karena otak dan badannya sedang berkembang. Jangan salah, Bu. Gangguan tidur ini justru biasa terjadi pada anak yang secara fisik sehat dan secara psikis bahagia. Parasomnia bisa dikatakan gangguan apabila terus terjadi selama lebih dari 3 bulan dan mengganggu siklus tidur si Kecil.

Selain mengigau, ternyata parasomnia juga bisa hadir dalam bentuk lain, lho. Coba perhatikan apakah si Kecil mengalami hal-hal ini?

  1. Mimpi buruk yang membuat si Kecil terbangun dan menangis. Biasanya, dia lalu menolak untuk tidur kembali dan ingin bersama Ibu dan Ayah.
  2. Teror saat tidur, seperti mimpi buruk, tapi lebih intens. Biasa efeknya bisa membuat si Kecil berkeringat dingin dan jantungnya berdebar kencang. Namun, bila ini terjadi, lebih baik pengasuh atau orang tua tidak membangunkannya karena “teror” ini hanya berlangsung kurang dari 5 menit.
  3. Berjalan saat tidur. Jika hal ini terjadi, disarankan agar Ibu tidak membangunkannya karena akan membuat dia kebingungan. Sebaliknya, Ibu bisa membimbing dia untuk kembali ke tempat tidur.
  4. Kebingungan. Umumnya, disertai gejala seperti tiba-tiba duduk dengan mata terbuka lalu berbicara tak jelas. Walaupun terlihat menakutkan, cara terbaik adalah membiarkannya saja karena biasanya si Kecil akan kembali tertidur.
  5. Mengompol. Sebenarnya, hal ini umum terjadi pada anak. Namun, jika terjadi lebih dari dua kali seminggu, bisa jadi hal tersebut menandakan kalau dia sedang stres, Bu.

 

Bagaimana Mengatasi Parasomnia?

Dulu, saya sempat khawatir. Apakah parasomnia akan mengganggu perkembangan mentalnya? Tenang saja, Bu. Parasomnia ternyata bukan hal yang membahayakan. Namun, ada baiknya kita sebagai orang tua mengurangi gangguan tidurnya itu. Misalnya, dengan menciptakan rutinitas tidur yang menyenangkan dan menetapkan jam tidur agar istirahatnya cukup. Tak lupa juga, perhatikan si Kecil saat siang hari. Jika dia selalu terlihat gelisah, ada baiknya Ibu segera konsultasikan ke dokter.

Kunci mengatasi parasomnia adalah memberikan perhatian lebih pada hal-hal yang terjadi pada si Kecil. Sebisa mungkin, Ibu juga memperhatikan hari-hari si Kecil, dan mendampinginya untuk bisa tidur dengan tenang dan nyaman. Jika ia sudah terbebas dari stresnya, maka Ibu juga bisa mengucapkan selamat tinggal pada parasomnia!