Share Like
Simpan

Semua Ibu tahu saat si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda lelah dan perlu istirahat atau tidur, misalnya menguap terus, menggosok-gosok matanya, atau tiduran di lantai. Namun ternyata, si Kecil tetap tidak mau tidur. Apa penyebabnya ya?

Si Kecil usia 2 tahun mulai ‘berperang’ melawan keinginannya untuk tidur atau istirahat karena ketertarikannya terhadap berbagai hal yang terjadi di sekelilingnya. Si Kecil yang ‘penasaran’ ini merasa banyak yang mau dilihat dan dikerjakan, jadi ia berpikir kalau tertidur, maka ia akan kehilangan momen tersebut. Ditambah lagi, anak 2 tahun sudah memahami bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dari Ibu dan ingin menegaskan kemandiriannya kapan pun ia bisa. Menolak untuk tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kendali Ibu terhadap dirinya.

Kadangkala ia merasa ia sudah besar seperti kakaknya. “Aku sudah besar dan tidak perlu tidur, tidur itu hanya untuk bayi,” pikir si Kecil. Jadi ia ingin jadwal tidur siang dihapuskan dari jadwal hariannya, karena ia anggap ini adalah sinyal yang menandakan si Kecil sudah tumbuh dewasa.

Apa yang bisa Ibu lakukan?

  • Saat bayi, si Kecil akan tidur dua atau tiga kali sehari. Kini ia sudah berusia 2 tahun, yang mungkin hanya tidur/istirahat sekali sehari. Waktu yang tepat mengajaknya tidur setelah makan siang. Bila dilakukan lebih awal, maka ia akan lebih rewel di sore hari dan bila lebih dari setelah makan siang, ia akan sulit tidur di malam hari karena waktu tidur malamnya hanya berjarak beberapa jam setelah jam tidur siangnya.
  • Ibu harus konsisten. Bila si Kecil telah diajarkan untuk tidur siang setiap hari, ia akan tahu dan Ibu berharap ia akan lebih patuh. Bila si Kecil terbiasa membaca tiga buah buku cerita sebelum tidur, misalnya, pastikan Ibu selalu melakukannya. Dan pastikan ia tidur di tempat yang sama di malam hari. Hindari mengajaknya tidur di sofa. Hal ini dapat membantu ia mengasosiasikan tempat tidurnya dengan tidur itu sendiri.
  • Pastikan si Kecil tidur sendiri pada malam hari.
  • Tetap tegas namun tenang. Meminta si Kecil tidur dan ia menolak, kadangkala membuat Ibu kesal atau frustrasi. Tetapi sebaiknya Ibu tidak menunjukkannya. Hindari waktu tidur menjadi ‘perang’, katakan saja pada si Kecil, ”Sayang, kamu mengantuk. Tidur yuk.”
  • Jika si Kecil tetap menolak tidur, sisihkan mainan, boneka kesayangan, atau bukunya, dan katakan ini waktunya untuk tidur dengan tenang.
  • Redupkan dan gelapkan kamar tidurnya, misalnya menutup korden atau mematikan lampu untuk menghalangi ia melihat keluar.
  • Ibu bisa memberlakukan waktu tenang. Jadi Ibu tidak memaksa si Kecil tidur, tetapi hanya untuk berbaring atau beristirahat. Ajak si Kecil sambil melihat gambar di buku cerita, atau mendengarkan alunan musik berirama lembut.