Whatsapp Share Like Simpan

Setiap jaringan di dalam tubuh membutuhkan asam amino penyusun protein untuk bisa berfungsi dengan baik. Asam amino sendiri terdiri dari banyak jenis dan memiliki peranan masing-masing di dalam tubuh. Salah satunya adalah fenilalanin. Apa itu fenilalanin dan fungsinya bagi tubuh? Yuk, kenali jauh tentang asam amino tersebut dari artikel berikut ini!

Pengertian

Fenilalanin merupakan salah satu dari jenis asam amino esensial sebagai komponen yang menyusun protein di tubuh. Fenilalanin terdiri dari dua bentuk molekul, yaitu D-fenilalanin dan L-fenilalanin dengan bentuk yang hampir sama tapi struktur molekulnya sedikit berbeda.

Bentuk D-fenilalanin dapat dibuat dalam bentuk sintetis untuk keperluan medis. Sedangkan bentuk L-fenilalanin tersimpan di dalam beberapa jenis makanan dan bermanfaat untuk membentuk protein di tubuh. Ini membuat L-fenilalanin termasuk sebagai jenis asam amino esensial, yaitu asam amino yang tidak bisa dibentuk oleh tubuh secara alami sehingga harus diperoleh dari asupan makanan.

Fungsi Fenilalanin bagi Tubuh

Fenilalanin memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga harus terpenuhi dari asupan makanan yang mengandung protein. Berikut adalah fungsinya bagi tubuh:

  • Membentuk protein. Tubuh manusia membutuhkan fenilalanin untuk memproduksi protein di dalam tubuh. Protein ini yang akan bekerja untuk membangun berbagai jaringan yang penting bagi tubuh, seperti otak, otot, darah, dan organ-organ lainnya.
  • Menghasilkan senyawa dan molekul. Fenilalanin juga bermanfaat untuk memproduksi senyawa dan molekul yang penting bagi tubuh, seperti:
    • Norepinefrin dan epinefrin: keduanya adalah senyawa penting yang membentuk respons ‘lari atau lawan’ (flight or fight) ketika tubuh diserang stres.
    • Tirosin: asam amino yang dibuat langsung dari fenilalanin. Fungsinya juga sebagai pembentuk protein baru, tapi juga bisa diubah oleh tubuh menjadi molekul lainnya.
    • Dopamin: senyawa hormon yang berfungsi untuk memberikan perasaan bahagia di dalam otak serta membentuk membentuk memori untuk kemampuan belajar.

Fenilalanin untuk Mengobati Penyakit

Jenis asam amino esensial ini mulai diteliti dan diuji cobakan untuk mengobati kondisi psikologis dan penyakit tertentu. Inilah beberapa masalah medis yang diharapkan dapat diredakan bahkan disembuhkan oleh fenilalanin:

Artikel Sejenis

  • Depresi. Hormon dopamin yang diproduksi oleh fenilalanin berfungsi untuk memberikan rasa bahagia di otak, sehingga berpotensi untuk meredakan gejala depresi yang dialami oleh seseorang.
  • Parkinson. Ini adalah gangguan sistem saraf pusat yang mempengaruhi pergerakan tubuh dan sering disertai dengan tremor. Fenilalanin yang berfungsi membentuk protein untuk membangun jaringan di tubuh diharapkan dapat membantu mengatasi penyakit ini.
  • Vitiligo. Sebuah penelitian mengungkapkan adanya potensi mengatasi penyakit vitiligo setelah mengonsumsi suplemen fenilalanin. Vitiligo adalah suatu penyakit kulit yang membuat warna kulit menghilang dalam bentuk bercak. Penyakit ini bisa terjadi saat sel-sel yang menghasilkan pigmen berhenti berfungsi. Menghilangnya warna kulit bisa terjadi pada area tubuh manapun, termasuk pada mata, mulut, dan rambut.
  • Rasa nyeri. Penelitian terkait mengobati masalah ini masih terbatas dan membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.
  • Gejala henti alkohol.

Sumber Fenilalanin

Fenilalanin bisa ditemukan di dalam berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Untuk buah hati, Ibu bisa memberikan fenilalanin dari beberapa makanan berikut ini:

  • Susu
  • Daging sapi tanpa lemak
  • Daging babi tanpa lemak
  • Daging ayam tanpa lemak
  • Salmon
  • Tuna
  • Kacang merah
  • Kacang tanah
  • Kacang pinto
  • Kacang hitam
  • Kacang navy
  • Kacang almond
  • Biji chia
  • Biji bunga matahari

Penyakit Fenilketonuria

Apa itu?

Fenilketonuria adalah sebuah penyakit keturunan langka di mana fenilalanin mengalami penumpukan di dalam tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh adanya cacat pada gen yang berperan dalam menghasilkan enzim untuk memproses fenilalanin. Tanpa adanya enzim tersebut, asam amino akan mengalami penumpukan di dalam tubuh sehingga bisa memicu kondisi yang berbahaya. Penderita tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan sumber fenilalanin seumur hidupnya supaya tidak semakin memperparah kondisinya.

Pada bayi baru lahir, dokter akan mengambil sampel darah untuk menguji apakah terdapat penyakit ini atau tidak. Tes darah ini juga bermanfaat untuk mendeteksi kelainan penyakit lainnya yang mungkin diderita oleh bayi. Deteksi dini akan sangat membantu dalam mengatasi penyakit yang masih ada di tahap awal.

Gejala yang Muncul

Apabila seorang anak menderita penyakit fenilketonuria, akan ada beberapa gejala yang muncul, seperti:

  • Ukuran kepala kecil
  • Hiperaktif
  • Ruam di kulit
  • Gangguan neurologis, seperti kejang
  • Tulang lemah
  • Kelainan emosional, sosial, dan perilaku
  • Gangguan jiwa
  • Disabilitas intelektual
  • Proses perkembangan lebih lambat dibanding anak lain seusianya.

Cara Menanganinya

Untuk mengatasi fenilketonuria, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menerapkan pola diet asupan protein, karena kebanyakan sumber protein mengandung fenilalanin.
  • Mengonsumsi formula untuk fenilketonuria, yaitu suplemen nutrisi khusus yang harus dikonsumsi seumur hidup. Ini bertujuan agar penderita tetap mendapatkan asupan protein esensial dan nutrisi lainnya yang diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang dan kesehatan penderita secara umum.

 

Itulah penjelasan seputar fenilalanin yang berperan penting bagi tubuh, Bu. Jangan lupa untuk memberikan si Kecil sumber fenilalanin secara rutin agar ia mendapatkan manfaatnya.

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar nutrisi maupun tumbuh kembang anak, silahkan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.


Sumber:

Sehatq

Klikdokter