Share Like
Simpan

 Anak dengan disleksia mengalami kesulitan dalam membaca karena adanya gangguan pemrosesan informasi di otak dari jalur penglihatan atau pendengaran. Gangguannya bukan pada fungsi penglihatan atau pendengaran, melainkan pada fungsi otak. Mata dan telinga anak tetap berfungsi dengan baik, namun adanya gangguan fungsi di otak menyebabkan informasi gambar atau suara yang diterima menjadi kacau, sehingga anak menjadi bingung.

Anak dengan disleksia mungkin akan menunjukkan satu atau beberapa gejala berikut :
• Salah/terbalik mengenali huruf ketika membaca, misalnya b menjadi d, p menjadi q
• Salah mengenali huruf ketika menulis
• Sulit mengulang kata yang dicontohkan
• Kemampuan menulis tangannya kurang
• Kemampuan menggambar kurang
• Salah/terbalik mengeja kata yang dicontohkan
• Sulit memahami perintah lisan maupun tertulis
• Sulit membedakan arah kiri atau kanan
• Sulit memahami atau mengingat hal yang telah dikatakan kepadanya
• Sulit memahami atau mengingat hal yang telah dibacanya
• Sulit menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan.

Anak dengan disleksia biasanya akan menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan pendengaran, penglihatan, perkembangan saraf, koordinasi, persepsi visual, persepsi pendengaran, kecerdasan dan pencapaian akademis.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa cara terbaik untuk mengajarkan membaca, baik kepada anak normal maupun anak disleksia, adalah melalui suara (fonik). Ibu bisa mengajarkan kata-kata baru dengan cara mendikte dan meminta si Kecil untuk menuliskannya. Agar tulisannya bagus, latihlah motorik halus si Kecil, misalnya dengan memberikan gambar yang masih berupa titik-titik, dimana si Kecil harus menghubungkan titik-titik tersebut sehingga gambarnya terbentuk sempurna.

Ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai disleksia. Dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin, anak dengan disleksia dapat hidup normal seperti anak-anak lainnya.