Whatsapp Share Like
Simpan

Gendongan anak merupakan sebuah alat bantu yang memudahkan para orang tua untuk menggendong buah hatinya. Kalau zaman dulu para orang tua menggendong menggunakan jarik. Namun kini sudah banyak jenis gendongan yang beredar di pasaran. Salah satu yang banyak dipilih adalah jenis gendongan depan atau yang biasa disebut gendongan kangguru. Jenis gendongan ini menempatkan posisi anak ada di depan si penggendong. Namun ternyata memilih gendongan ini tidak boleh sembarangan, Bu. Harus yang memenuhi standar dan baru bisa dipakai untuk menggendong bayi dengan batas minimal usia tertentu.

Sejak Usia Berapa Bayi Boleh Digendong Depan?

Gendongan depan ini sebenarnya ada beberapa jenis. Diantara jenis tersebut bahkan sudah bisa digunakan untuk menggendong bayi baru lahir. Hal yang patut diperhatikan adalah posisi kaki bayi saat digendong haruslah dalam posisi yang nyaman dan tidak menggantung. Hal lainnya yang juga harus menjadi perhatian Ibu adalah posisi kepala bayi. Jika kepala si Kecil belum tegak, maka gendongan yang Ibu pilih haruslah memiliki penyangga kepala. Sedangkan untuk jenis kelamin tidak menentukan sejak usia berapa bayi boleh digendong menggunakan gendongan kangguru.

Posisi Normal dan Sehat untuk Kaki Bayi Saat Digendong

Saat digendong, kaki bayi haruslah membentuk posisi seperti kodok, yaitu kedua kaki terbuka secara alami dengan pangkal paha dan lutut yang menekuk. Posisi ini adalah posisi yang normal dan sehat untuk kaki mungilnya. Jangan memaksa kedua kakinya menutup serta tidak boleh meluruskan kaki bayi. Kedua tindakan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada tulangnya. Namun jika kaki si Kecil belum dapat membuka lebar atau istilahnya dipekeh, Ibu juga sebaiknya tidak memaksa untuk membuka lebar kakinya. Biasanya kaki bayi bisa terbuka lebar secara alami mulai usia 6 hingga 7 bulan.

Waspada Hip Dysplasia pada Bayi

Salah satu bahaya yang mengintai bayi yang digendong dengan posisi kaki menggantung adalah hip dysplasia. Apa itu?

Hip dysplasia adalah bergesernya persendian antara pinggul dengan ujung tulang paha. Dalam kondisi normal, bagian yang terdapat di ujung tulang paha dapat masuk ke bagian tulang panggul dengan pas. Sedangkan dalam kondisi abnormal, ujung tulang paha terlihat bergeser. Kondisi tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga bayi yang mengalaminya tidak akan merasakan gejalanya. Ini disebabkan sendi antara panggul dan paha bayi masih sangat lentur dan lunak yang berbentuk tulang rawan, sehingga sangat rentan mengalami pergeseran (dislokasi).

Posisi gendong yang tidak benar bisa menjadi salah satu penyebab pergeseran sendi tersebut. Padahal panggul merupakan bagian penting untuk menopang berat tubuh yang digunakan untuk menggerakkan kaki bagian atas. Oleh karenanya manusia bisa melakukan banyak gerakan, seperti jalan, duduk, hingga naik tangga. Jika mengalami hip dysplasia, maka anak kelak akan kesulitan atau bahkan tidak bisa melakukan semua aktivitas tersebut secara normal.

Tips Memilih Gendongan yang Tepat

Memilih gendongan secara sembarangan ternyata bisa berdampak pada anak, seperti pada pertumbuhan tulangnya. Agar tidak salah pilih, berikut adalah tips memilih gendongan yang tepat:

  1. Pilih yang Mudah Dipakai

    Pilihlah gendongan yang mudah dipakai dan juga dilepas agar tidak harus meminta bantuan orang lain. Ibu bisa mencobanya lebih dulu sebelum membeli, apakah dirasa mudah dipakai atau tidak. Pastikan Ibu merasa benar-benar mudah menggunakannya dan juga nyaman.

  2. Aman bagi Bayi

    Keamanan adalah hal utama bagi si Kecil. Untuk itu sangat penting untuk memilih gendongan kangguru yang menjamin keamanannya. Ibu sebaiknya memilih jenis gendongan yang bertali tebal supaya dapat menopang berat badannya secara merata pada punggung si penggendong.

  3. Terbuat dari Bahan yang Lembut dan Tidak Panas

    Digendong membuat bayi cepat kepanasan karena harus menempel dengan tubuh si penggendong. Untuk itu Ibu harus memilih gendongan yang terbuat dari bahan lembut dan tidak panas. Jika bahannya kasar dan si Kecil merasa kepanasan, maka ia pun akan menjadi rewel.

  4. Memiliki Penyangga yang Lebar

    Gendongan bayi sebaiknya juga memiliki penyangga yang lebar. Tujuannya adalah supaya si Kecil dapat duduk dengan nyaman dan bagian bawah tubuhnya tidak mendapatkan terlalu banyak tekanan. Dengan begitu posisi kakinya tidak menggantung serta tumbuh kembangnya tidak terganggu.

  5. Ada Harga Ada Kualitas

    Ingat ya, Bu, ada harga tentu ada kualitas. Jangan hanya memilih gendongan karena tergiur harganya yang murah, tapi pentingkan juga kualitasnya. Harga yang murah biasanya kualitasnya juga rendah. Sebaliknya, harga yang mahal umumnya juga disertai dengan mutu yang baik dan terjamin bagi bayi dan si penggendong. Berinvestasilah sedikit demi keamanan dan kesehatan anak. Namun jika Ibu memang tidak mampu untuk membeli gendongan yang bagus, tak ada salahnya untuk menyewa. Saat ini sudah banyak tempat yang menyewakan perlengkapan anak-anak, termasuk gendongan. Dengan begitu Ibu tidak perlu takut sia-sia kalau suatu saat gendongan tersebut tidak terpakai lagi.

Memilih perlengkapan untuk buah hati memang harus teliti, Bu. Masa depannya tergantung pada Ibu dan Ayah sebagai orang tua. Pastikan untuk selalu memberikan yang terbaik demi kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Tak ada salahnya jika Ibu ingin memilih gendongan kangguru, tapi pilihlah yang dapat membuat bayi merasa nyaman saat digendong. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan Ibu.

Sumber: https://www.alodokter.com, https://hellosehat.com