Whatsapp Share Like Simpan

Beberapa bulan ini anak-anak harus bersekolah di rumah. Ibu pun harus menggantikan peran para guru untuk mengajari anak belajar dan mengerjakan tugas. Selain membutuhkan pendampingan dari orang tua, anak juga akan membutuhkan ruang belajar yang nyaman untuk mendukung waktu belajarnya.

Ruang belajar anak menjadi salah satu faktor pendukung agar proses belajar di rumah berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Amerika Serikat, kondisi ruangan belajar berpengaruh terhadap keberhasilan akademik anak. Jika ruangannya nyaman, maka anak akan lebih berkonsentrasi dan cepat menyerap pelajaran. Alhasil, anak menjadi lebih sukses di masa depan. Untuk menciptakan ruangan khusus tempat anak belajar, Ibu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:

Ciptakan Ruangan yang Nyaman bagi Anak

Tata ruang belajar menjadi senyaman mungkin bagi anak. Nyaman artinya dapat membuat anak merasa santai, tapi tetap fokus pada pelajaran. Sediakan meja belajar dengan kursi yang empuk, rak khusus untuk buku, dan dekorasi yang mendukung kegiatan belajarnya.

Untuk meja belajarnya harus memiliki tinggi yang setara dengan pinggang anak. Kakinya juga harus bisa menapak lantai dengan rata saat duduk di kursi. Letakkan juga bantal kecil di belakang punggungnya supaya ia tidak sakit pinggang saat harus duduk terlalu lama. Ketika anak harus belajar menggunakan komputer, pastikan jarak monitor dengan anak sekitar 18-30 cm dan sebaiknya pasanglah layar anti-silau agar mata anak tidak cepat lelah.

Sediakan Semua Kebutuhan Anak di Satu Wadah

Untuk mendukung proses belajar anak, sediakan semua peralatan yang dibutuhkan olehnya di satu wadah di ruang belajar anak, seperti peralatan tulis, buku catatan, kertas, gunting, penggaris, lem, pewarna, dan sejenisnya. Letakkan semua peralatan tersebut di satu wadah khusus supaya terlihat rapi dan ia juga mudah untuk mencarinya. Sediakan juga tempat sampah kecil di dekat meja belajar, jadi ia bisa langsung membuang sampah dan tidak menumpuk di ruang belajarnya.

Artikel Sejenis

Pencahayaan Ruangan yang Cukup

Mata anak akan sangat dipengaruhi oleh pencahayaan ruangan. Cahaya redup bisa membuat matanya cepat lelah karena ia kesulitan melihat dan membaca buku pelajarannya. Begitu juga jika cahayanya terlalu terang, maka bisa menyebabkan matanya terasa silau dan memicu rasa pusing. Jadi, aturlah pencahayaan ruang belajarnya secara cukup, tidak terlalu redup maupun terlalu terang. Pasang lampu di langit-langit dan lampu baca di meja belajar anak agar dapat diarahkan ke buku atau komputer.

Tata Meja Belajar dan Ruangan dengan Rapi

Ajari anak untuk menata meja belajarnya dengan rapi. Tempatkan wadah yang bisa digunakan anak untuk menyimpan peralatan tulisnya. Untuk barang yang sudah tidak dipakai, langsung dibuang di tempat sampah agar tidak menumpuk dan menyebabkan meja menjadi kotor. Buku-buku diletakkan pada rak khusus, sementara kertas disimpan di dalam map. Pasang juga papan di dinding sebagai tempat untuk menempel memo, jadwal, atau hal penting lainnya supaya ia tidak mudah lupa.

Baca juga: Menyiapkan Kamar Bayi

Tidak Menaruh Televisi di Ruang Belajar

Kehadiran televisi maupun peralatan elektronik lainnya akan membuat perhatian anak teralihkan dan ia jadi lebih ingin menonton televisi dibanding belajar. Jadi, hindarilah meletakkan televisi di ruangan belajar anak ya, Bu, supaya ia lebih fokus pada kegiatan belajarnya.

Atur Ruangan Sesuai yang Anak Butuhkan

Masing-masing anak memiliki metode belajar yang berbeda, sehingga ruang belajar anak pun juga harus disesuaikan dengan metode yang dimilikinya. Misalnya anak adalah tipe yang harus belajar dalam suasana yang tenang dan sepi, maka buatlah sudut belajar di dalam kamarnya. Sementara bagi anak yang lebih suka belajar dengan diiringi musik, maka Ibu bisa menempatkan audio untuk menyalakan musik beralunan lembut.

Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik

Ruang belajar anak juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindarkan anak dari rasa gerah dan sumpek. Pada ruang belajarnya harus terdapat jendela sebagai tempat pertukaran udara. Selain itu, sediakan juga pendingin ruangan seperti kipas angin atau AC supaya ruangannya tidak terasa panas dan membuatnya tidak bisa berkonsentrasi terhadap waktu belajarnya.

Tambahkan Dekorasi

Ruang belajar yang terlalu polos akan membuat suasana jadi membosankan. Jadi, tambahkan beberapa dekorasi yang dapat mendukung mood belajar anak. Misalnya saja kalimat motivasi, gambar, karya seni, atau hasil karya anak sendiri. Dekorasi-dekorasi tersebut akan memanjakan visual anak sehingga ia tidak cepat merasa bosan saat belajar.

Waktu belajar anak harus sangat diperhatikan ya, Bu, karena ini akan sangat mempengaruhi akademis dan masa depannya. Menyediakan ruang belajar anak yang nyaman adalah sebuah bentuk dukungan agar anak dapat belajar dengan baik. Ajak juga anak untuk berkontribusi mengatur tempat belajar yang sesuai dengan keinginannya.

Susu Frisian Flag 456 PRIMANUTRI turut mendukung akademis anak dari dalam melalui kandungan nutrisinya yang lengkap. Di dalam susu ini sudah terkandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak di masa tumbuh kembangnya.

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:
Tirto