Share Like
Simpan

Selamat, Ibu! Sebentar lagi si Kecil hadir melengkapi anggota keluarga! Tentu banyak hal yang Ibu dan Ayah ingin siapkan untuk menyambut kehadirannya di rumah, dan salah satunya adalah menyiapkan kamar bayi untuknya. Menyiapkan dan mendekorasi kamar bayi merupakan hal yang sangat menyenangkan. Ibu tentu bersemangat untuk menata ruangan si Kecil seapik mungkin, namun harus diingat bahwa keamanan tetap menjadi prioritas. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menata dan menyiapkan kamar bayi agar si Kecil aman namun tetap nyaman?

Lokasi kamar
Walaupun umumnya kebiasaan Ibu di Indonesia menempatkan si Kecil di tempat tidur tersendiri di dekat ranjang Ibu atau malah tidur bersama Ibu, namun bukan berarti kamar Ibu menjadi dominasi kehadiaran si Kecil. Ayah pun perlu ‘privasi’ dan Ibu juga tetap perlu menjaga hubungan romantis dengan Ayah, bukan? Selain itu, pada siang hari Ibu mungkin lebih nyaman menempatkan si Kecil di kamar bayi yang lokasinya mudah dijangkau dan dalam pengawasan saat Ibu melakukan aktivitas sehari-hari.

Ventilasi dan jendela
Pilihlah kamar bayi dengan ventilasi dan jendela yang baik untuk pertukaran udara kamar dan masuknya sinar matahari, agar kamar tidak lembab. Bila kamar bayi dilengkapi air conditioning (AC), maka pastikan udara dapat mengalir dengan baik saat jendela atau pintu kamar dibuka.

Dinding kamar
Bila Ibu akan mencat ulang dinding kamar, pilihlah warna cat yang sederhana, agar Ibu dengan mudah mengganti dekorasi dinding sesuai dengan pertumbuhan usia si Kecil. Umumnya cat dinding saat ini sudah berbahan dasar air dan tidak mengandung zat kimia yang berbahaya. Namun demikian, bila akan mencat dinding kamar bayi, lebih baik dilakukan jauh sebelum si Kecil menempati kamar tersebut agar bau cat sudah hilang saat si Kecil tidur di kamarnya. Saat ini juga telah tersedia berbagai corak gambar wallpaper yang dapat Ibu pilih sesuai selera. Ibu tinggal menempelkannya pada dinding sebagai dekorasi yang cantik.

Perabot kamar
Cobalah untuk menata kamar bayi dengan perabot dasar yang diperlukan saja, agar kamar tidak menjadi penuh. Mulailah dengan menata tempat tidur/boks bayi bagi si Kecil, meja untuk mengganti popok dan baju si Kecil, meja untuk memandikan si Kecil, lemari pakaian dan kursi untuk Ibu menyusui si Kecil dengan nyaman. Aturlah posisi perabot di dalam kamar agar memudahkan Ibu bergerak. Pasanglah kawat nyamuk agar kamar bebas dari nyamuk dan serangga lainnya yang dapat mengganggu si Kecil tidur. Pilihlah tempat tidur bayi yang memiliki pagar pengaman dan jeruji yang tidak terlalu kecil atau lebar agar si Kecil tidak terjepit diantaranya. Uji kekokohan tempat tidur saat Ayah merakit tempat tidur bagi si Kecil.

Pemilihan corak warna
Nuansa warna kamar dan perabot dapat dipilih sesuai selera Ibu. Ada yang memilih warna kamar berdasarkan jenis kelamin si Kecil; umumnya biru untuk laki-laki dan warna merah muda (pink) untuk anak perempuan. Namun, warna-warna netral lain seperti warna pastel atau warna cerah pun dapat membuat suasana kamar lebih cerah.

Lantai kamar
Sebaiknya Ibu tidak memasang karpet di kamar bayi, karena dapat menyimpan debu. Pilihlah lantai yang tidak licin dan mudah dibersihkan

Pencahayaan kamar
Pilihlah lampu dengan pencahayaan yang cukup dan tempatkan lampu kecil yang cahayanya lebih redup saat si Kecil tidur.

Dalam menata dan merancang kamar untuk si Kecil, Ibu dapat memadukan seni desain dan tak melupakan keamanannya. Pilihlah materi desain yang mudah dibersihkan dan memberi kenyamanan bagi si Kecil. Selamat menata kamar si Kecil ya, bu!