Share Like
Simpan

Saat Ibu sedang bersenda gurau penuh tawa dengan si Kecil, mulut mungilnya pun terbuka lebar sambil memamerkan benih giginya yang mungkin sudah tersembul di gusi atau saat mengeluarkan suara yang lucu sambil tertawa. Nah pada saat yang bersamaan, Ibu baru melihat adanya bercak berwarna putih pada pipinya bagian dalam dan lidah. Pasti Ibu pun akan bertanya-tanya di dalam hati, “Apakah itu bekas susu yang tertinggal atau kenapa ya?”

Bercak keputihan tersebut bisa jadi adalah jamur (thrush) yang tumbuh di dalam mulut si Kecil. Jamur ini disebut dengan kandida yang secara normal hidup di mulut, usus dan bagian genital. Cara hidupnya memerlukan lingkungan yang hangat dan lembab. Kadangkala kandida tumbuh secara berlebihan dan dapat dilihat dengan mata yang tampak sebagai bercak-bercak putih.

 

Ada 4 cara yang bisa membuat Ibu tahu apakah bercak tersebut berupa kandida atau bukan, yaitu:
• Lokasi. Biasanya jamur ini tampak pada bagian dalam pipi dan bibir; gusi dan lidah. Bila lidah tampak ada lapisan tipis yang melapisinya, bisa juga disebabkan oleh susu; sedangkan bila tampak lebih tebal, bisa kemungkinannya adalah jamur.
• Tidak segera hilang. Jamur ini biasanya akan menetap berminggu-minggu. Bercak susu di dalam pipi dan bibir, biasanya akan menghilang dengan pemberian makan berikutnya. Namun kadang lapisan susu tersebut membandel dan bertahan hingga berminggu-minggu.
• Bercak putih tidak mudah dihilangkan dengan jari atau dengan kain halus dan bersih. Namun jika segera hilang, kemungkinan disebabkan oleh sisa susu. Lapisan jamur biasanya agak lebih sulit dihilangkan dengan cara tersebut, malah kadang dapat berdarah saat Ibu mencoba membersihkannya.
• Faktor-faktor yang berkaitan, misalnya Ibu yang menyusui baru saja mendapatkan terapi dengan antibiotika, atau si Kecil pernah mengalami ruam popok yang membandel.


Sebagian ahli ada yang berpendapat tumbuhnya jamur ini dapat disebabkan oleh mengisap botol atau dot yang terlalu lama. Ada lagi yang berpendapat, kebersihan dot pada botol susu tidak terjaga dengan baik. Namun Ibu perlu tahu, bayi yang mendapatkan ASI dan tidak menggunakan dot pun bisa mengalami jamur ini. Jadi agak sulit juga untuk mengetahui apa penyebabnya. Kadang ada Ibu dan bayinya yang lebih rentan mengalaminya, sedangkan yang lain tidak.

Untuk membantu mencegah tumbuhnya jamur yang berlebihan di dalam mulut si Kecil, Ibu perlu melakukan beberapa hal, antara lain:

  • Bagi Ibu yang menyusui si Kecil, seusai menyusui, oleskan sedikit ASI hingga ke puting susu dan biarkan kering dengan udara agar si Kecil atau Ibu mengurangi risiko saling menularkan infeksi jamur ini.
  • Sterilisasi dot pada botol susu dengan merebusnya minimal 20 menit. Tindakan ini diharapkan dapat membunuh jamur yang bisa menempel pada dot.
  • Cuci semua mainan bayi yang sering digigit-gigit secara rutin dengan menggunakan air hangat dan sabun setiap hari


Jamur ini biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu. Namun karena jamur ini bisa berpindah dari payudara Ibu ke mulut si Kecil atau sebaliknya, dan bila si Kecil tampak terganggu dan tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter agar dapat diberikan pengobatan yang sesuai.