Share Like
Simpan

Hai, Ibu! Apakah ada dari Ibu di sini yang baru saja melahirkan? Wah, selamat, ya. Kehadiran anggota keluarga baru yang menggemaskan itu pasti membuat suasana rumah saat ini semakin berbunga-bunga, ya.

Ngomong-ngomong, saya jadi ingat deh, waktu si Kecil baru lahir dulu. Saat itu, saya dan Ayah sempat kesulitan dalam memilih tempat tidur untuknya, Bu. Inginnya sih, memberikan tempat tidur yang tak hanya nyaman, tapi juga aman baginya.

Setelah mencoba mencari tahu via internet dan berbincang-bincang dengan teman dan kerabat, saya pun menemukan beberapa tips menarik, Bu. Tips ini bisa Ibu jadikan panduan dalam memilih tempat tidur yang tepat untuk si Kecil nantinya. Ayo, kita lihat bersama pembahasan lengkapnya!

Tidur Bersama Orang Tua atau Tidak?

Sebenarnya semuanya tergantung dari pilihan Ibu karena masing-masing memiliki nilai plus minus dan juga hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut saya coba jabarkan tipsnya satu per satu, ya:

1. Jika Ibu ingin si Kecil tidur bersama:

  1. Pastikan bagian kepala tempat tidur (bed head board) tidak memiliki lubang yang bisa membuat kepala si Kecil tersangkut.
  2. Cek apakah ukuran matras dan tempat tidur sudah pas dan tidak memiliki area kosong untuk mencegah si Kecil tersangkut di dalamnya.
  3. Sebaiknya Ibu juga menggunakan model co-sleeper, yaitu ranjang bayi terpisah yang bisa dikaitkan pada tempat tidur Ibu. Ini untuk mencegah si Kecil tak sengaja tertindih Ayah atau Ibu saat tidur bersama.
  4. Satu poin tambahan, Bu. Untuk menjaga keamanan si Kecil, Sebaiknya ia baru tidur di ranjang yang sama dengan Ayah atau Ibu saat sudah berusia 4 bulan ke atas, ya.

2. Jika si Kecil memiliki tempat tidur sendiri:

  1. Pastikan tempat tidur si Kecil tidak memiliki pintu yang bisa dibuka dari samping. Model seperti ini bisa membahayakan si Kecil Bu, karena ia bisa saja tak sengaja membuka pintu dan terjatuh.
  2. Pilih ranjang yang terbuat dari stainless steel. Hindari menggunakan ranjang dari besi karena bisa berkarat dan berbahaya untuk si Kecil.
  3. Jarak antar pagar di tempat tidur si Kecil harus kurang dari 6 cm atau seukuran kaleng soda. Ini untuk mencegah kepala si Kecil tersangkut.
  4. Gunakan tempat tidur yang beroda agar mudah dipindahkan ke mana-mana.
  5. Untuk menghemat, Ibu juga bisa memilih ranjang yang bisa diubah bentuk dan ukurannya. Walaupun harganya mungkin lebih mahal, tapi ranjang ini bisa terus Ibu pakai sampai si Kecil mulai besar nanti.

 Menggunakan Bahan yang Tepat

Agar si Kecil bisa tidur dengan pulas dan nyaman sepanjang malam, tentunya kualitas bahan untuk seprai, kasur, serta bantalnya perlu diperhatikan juga ya, Bu. Nah, berikut ini saya punya panduan singkatnya:

  1. Jika Ibu memilih kasur busa, sebelum membeli, tes terlebih dahulu dengan menekan telapak tangan Ibu di atasnya, lalu lihat seberapa lama kasur bisa kembali lagi ke bentuk semula. Semakin cepat, semakin baik kualitasnya, Bu.
  2. Pilih selimut berbahan katun, yang lebih hangat dan tidak tebal.
  3. Agar si Kecil tidak digigit nyamuk, tambahkan kelambu dengan panjang yang melebih ranjang. Usahakan kelambu terpasang dengan baik, ya.
  4. Kasur dan bantal jangan terlalu empuk, agar si Kecil tidak “tenggelam” di dalamnya.

Bagaimana, Bu? Sekarang, Ibu sudah bisa menentukan tempat tidur terbaik untuk si Kecil, bukan?  Semoga artikel saya bisa membantu dan jika Ibu punya tips lainnya, langsung saja dibagikan di sini, ya!