Share Like
Simpan

Membaca dongeng sebelum tidur bersama si Kecil adalah ritual yang saya lakukan hampir setiap hari. Saya percaya bahwa kebiasaan ini akan memberikan dampak positif pada perkembangan otaknya. Meskipun ia belum bisa membaca, setidaknya ia mengerti sebagian besar jalan cerita dari dongeng yang saya bacakan.

Banyak sekali manfaat dari membacakan dongeng pada si Kecil, Bu. Mulai dari mengasah perkembangan bahasanya, daya ingat, menanamkan kebiasaan membaca, hingga meningkatkan kemampuan emosional dan sosialnya. Tidak cuma itu saja, lho. Berikut saya bagikan beberapa manfaat mendongeng lainnya:

Mengajarkan tentang baik dan buruk

Cerita dalam dongeng secara tidak langsung mengajarkan si Kecil tentang hal yang baik dan buruk. Dalam cerita dongeng biasanya terdapat tokoh baik dan tokoh jahat. Di akhir cerita, tokoh baik akan memperoleh kemenangan dan hidup bahagia karena membela kebenaran, sedangkan tokoh yang jahat akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Aktivitas seperti ini merupakan cara yang cukup efektif dalam memberikan pesan-pesan positif pada si Kecil. Baiknya lagi, proses belajar ini menjadi lebih mudah saat ia merasa senang melihat warna-warni ilustrasi di setiap halaman buku dongeng.

Meningkatkan keterampilan berbahasa

Di usianya yang memasuki tahun kedua, kemampuan berbahasa si Kecil telah berkembang pesat. Ia sudah mengerti beberapa kalimat bahkan sering menirunya dalam bentuk celotehan yang khas. Membacakan dongeng sangat membantunya memperkaya perbendaharaan kata.

Nah, namun tidak semua buku dongeng saya bacakan pada si Kecil, Bu. Saya pun baru tahu ketika Ayah memergoki saya mendongengi si Kecil ketika masih berusia 3 tahun dulu. Tak disangka, ia berkata kepada saya, "Bu, jangan ceritakan Adik dongeng kancil yang itu. Di situ kan, kancilnya ceritanya pencuri dan penipu." Sontak saya pun kaget, Bu. Benarnya juga, ya.

Nah, agar Ibu tidak mengalami hal yang sama seperti saya dulu. Berikut ini saya bagikan juga tips memilih dongeng yang tepat untuk si Kecil:

1. Pilih buku yang memiliki ilustrasi dan warna indah

Perpaduan ilustrasi dan warna-warna yang indah dapat membuat si Kecil mudah memusatkan perhatian. Warna-warni setiap lembar buku dongeng akan senantiasa memanjakan matanya, sehingga ia tidak mudah bosan selama Ibu membacakan cerita.

2. Pilih cerita yang sesuai

Dongeng yang mengandung cerita aksi dan latar yang “gelap” tentu tidak akan sesuai untuk batita. Pilih cerita yang berakhir bahagia dan tidak terlalu banyak teka-teki di dalamnya, sehingga si Kecil tidak akan kebingungan saat berusaha mencerna dan  menyusun pola dalam cerita.

3. Improvisasi

Ibu bisa memilih dongeng dengan alur cerita yang bisa diimprovisasi. Hal ini berguna untuk membuat variasi jika sekiranya si Kecil telah menunjukkan tanda-tanda kebosanan. Improvisasi ini juga dapat memudahkan kita mengajak ia terlibat dalam cerita.

Misalnya, mengganti nama tokoh utama dengan nama si Kecil. Dengan demikian, ia akan merasa lebih terikat dengan cerita dan lebih mudah untuk menyerap setiap pesan di dalamnya.

Membacakan dongeng sejak dini selain dapat menanamkan minat membaca, juga dapat meningkatkan keterampilan berbahasa. Saat si Kecil mendengarkan Ibu bercerita, ia akan merekam berbagai kosakata baru yang dapat menambah perbendaharaan katanya. Anak yang terbiasa membaca juga akan memiliki perkembangan otak yang lebih optimal.

Ibu perlu ingat bahwa hal yang paling penting dari membacakan dongeng adalah menjalin hubungan yang lebih dekat antara Ibu dan si Kecil. Jangan sungkan untuk menjawab pertanyaannya setiap Ibu membalik halaman karena justru itulah cara menjalin komunikasi di sela-sela cerita.

Selamat mencoba, Bu!