Share Like
Simpan

Bagaimana perkembangan balita saat ini, Bu? Di usia 1-3 tahun, kemampuan motorik si Kecil terlihat sangat menonjol ya. Nah... Ibu dapat terus mendukung Momen Wow-nya saat ini dengan melibatkan si Kecil dalam aktivitas sehari-hari yang menyenangkan. Salah satunya adalah dengan mengajak si Kecil membuat kue bersama Ibu.

Ternyata tahapan saat membuat kue bisa jadi cara Ibu melatih kemampuan motorik halus si Kecil. Bagaimana caranya? Berikut pembahasan yang saya dapatkan, hasil dari konsultasi anak dengan para Ibu lain di forum Ibu & Balita.

Mengenal Bentuk Tekstur Bahan Kue

Pada masa perkembangan balita saat ini, si Kecil sedang ingin tahu banyak hal. Rasa penasarannya yang tinggi membuat ia senang aktif menjelajah. Hal ini dapat terus diasah ketika membuat kue bersama si Kecil. Ibu bisa mengajaknya mempersiapkan bahan-bahan pembuat kue sambil mengenal bentuk dan tekstur bahan-bahan tersebut. Ibu bisa membiarkannya memegang tepung, gula pasir, margarin, telur, dan bahan-bahan lainnya.

Selagi si Kecil berinteraksi dengan bahan-bahan tersebut, Ibu dapat membantu proses belajarnya dengan menyebutkan tekstur kasar/halus, cair/padat, serbuk, licin, lengket. Dengan begitu, bukan hanya indera perabanya yang terlatih, kosakatanya juga bertambah, Bu.

Mencampur Bahan dalam Wadah

Tahapan selanjutnya adalah mulai mengolah bahan-bahan kue. Ibu bisa menuntunnya untuk menuang dan mengaduk bahan-bahan dalam wadah. Minta ia untuk berhati-hati saat melakukannya agar tidak berceceran ke luar wadah. Aktivitas ini dapat melatih koordinasi mata dan tangan si Kecil. Respon refleks juga akan berkembang dengan baik ketika si Kecil mencoba menyeimbangkan bahan yang mungkin hendak tumpah.

Tidak masalah jika pada akhirnya banyak bahan tercecer di meja, Bu. Ibu dapat memintanya untuk membersihkan bagian yang kotor. Bila si Kecil berhasil menuang atau mencampur tanpa tumpah, berilah apresiasi dengan memuji atau memberikan hadiah berupa pelukan ya.

Mengolah dan Mencetak Adonan

Begitu bahan sudah tercampur, ini saatnya mengolah dan mencetak adonan. Aktivitas ini ternyata bermanfaat untuk membantu koordinasi tangan si Kecil. Gerakan-gerakan sederhana seperti menggiling, menggulung, atau mencetak adonan, baik dengan tangan ataupun alat tertentu, bisa membantu memperkuat motorik halus tangannya. Saat melakukannya, ia pun dapat mengenal konsep tebal-tipis, lho. Ibu dapat membiarkan si Kecil melakukan aktivitas ini sendiri, tentu tetap dalam pengawasan Ibu.

Menghias Kue

Ini bisa dibilang tahap terakhir dari kegiatan membuat kue, dan biasanya yang paling seru, Bu. Ini saatnya membuat kue menjadi lebih cantik. Ibu dapat menyiapkan hiasan dari cokelat, permen warna-warni, gula halus atau bahkan buah, tergantung dari kue yang Ibu buat. Gerakan sederhana seperti menaburkan bubuk gula atau cokelat tentu dapat melatih koordinasi tangan dan mata si Kecil. Ajarkan ia untuk menghias kue sebaik dan serapi mungkin. Agar ia lebih mandiri, bebaskan ia untuk memilih hiasan yang ingin diletakkan di atas kue tersebut. Hal ini juga bermanfaat untuk melatih kreativitasnya dalam menghias, Bu.

Nah... ternyata memasak kue dapat dimanfaatkan untuk mengasah motorik halus si Kecil kan, Bu. Bukan cuma itu, aktivitas ini juga bisa mempererat kedekatan Ibu dan si Kecil. Hal ini tentu akan membantu perkembangan balita dengan lebih optimal. Selamat berkreasi dengan si Kecil, Bu.