Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap anak akan terlahir dengan kepribadian yang beragam. Bagaimana dengan kepribadian buah hati Ibu? Apakah ia termasuk anak yang periang dan mudah bergaul atau pendiam dan lebih suka menyendiri?

Apabila ia termasuk pada kelompok yang kedua, maka bisa jadi ia memiliki kepribadian introvert, Bu. Introvert adalah salah satu kepribadian yang cenderung lebih fokus pada perasaan, mood, dan pikiran dari diri sendiri. Untuk membesarkan anak dengan kepribadian introvert, Ibu perlu mengetahui dengan baik, seperti apa sih anak introvert itu? Artikel ini akan mengupas tuntas semua hal terkait kepribadian introvert. Berikut informasi selengkapnya:

Apa Saja Ciri-ciri Anak Introvert?

Secara umum, ciri-ciri anak dengan kepribadian introvert adalah sebagai berikut:

  • Lebih suka menyimpan perasaannya sendiri.
  • Cenderung menjadi pengamat yang baik dan mempelajari kondisi di sekitarnya melalui pengamatan tersebut.
  • Sangat sadar pada dirinya sendiri dan akan berpikir terlebih dulu sebelum bertindak.
  • Lebih mudah bergaul dengan orang yang sudah ia kenal baik.
  • Tidak banyak bicara atau menarik diri saat berada di antara segerombolan orang yang kurang ia kenal dengan baik.

Selain ciri-ciri umum di atas, beberapa ciri anak yang tergolong introvert adalah:

  • Lebih suka bermain sendiri. Saat berada di lingkungan baru, anak juga belum mau bergabung dengan anak lainnya dan akan lebih suka bermain sendiri terlebih dulu.
  • Kurang suka bertatapan dengan orang lain. Anak dengan kepribadian introvert akan berusaha untuk tidak bertatapan dengan orang lain, khususnya dengan orang yang belum ia kenal. Ia akan merasa malu untuk bertemu dengan orang baru dan seolah ingin menghindari orang tersebut. Hal ini ia lakukan karena sebenarnya ia hanya sedang berusaha untuk melindungi dirinya sendiri supaya tidak terintimidasi dengan kehadirannya.
  • Mudah rewel setelah melewati hari yang sibuk. Anak introvert membutuhkan waktu untuk menyendiri agar ia dapat memahami perasaan dan pengalaman yang baru saja ia alami. Oleh karena itu, ketika Ibu mengajaknya ke tempat bermain, perkumpulan, atau ke tempat yang tidak biasa ia datangi dalam waktu yang lama, maka setelah itu anak akan cenderung mudah rewel.

    Menghabiskan waktu seharian untuk bertemu dan bersosialisasi dengan banyak orang baru membuatnya tidak memiliki cukup waktu untuk memahami pengalaman tersebut. Akibatnya, ia pun akan merasa kurang nyaman dan berujung menjadi rewel.

    Artikel Sejenis

  • Lebih sering berbicara pada dirinya sendiri. Coba perhatikan anak Ibu, apakah ia sering berbicara pada dirinya sendiri atau dengan mainannya? Kebiasaan tersebut juga menandakan bahwa ia berkepribadian introvert, Bu, karena ia ingin mengekspresikan perasaannya tanpa adanya penghakiman dari orang lain.

Baca juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Psikologi Anak

Menghadapi Anak Introvert

Orang tua sering salah mengartikan anak introvert sebagai anak yang pemalu. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda, Bu. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak introvert adalah:

  • Pahami tentang introvert. Pertama-tama, Ibu harus memahami dengan benar seperti apa introvert tersebut. Hal ini akan membantu Ibu untuk mengetahui kemungkinan dan tantangan apa saja yang bisa terjadi serta cara menghadapinya dengan tepat. Ibu perlu memahami bahwa introvert merupakan sebuah tipe kepribadian, bukan sebuah respon terhadap rangsangan dari luar.

    Saat anak tidak mau membicarakan perasaannya dan lebih suka mengurung dirinya di kamar, jangan terburu-buru salah mengartikannya sebagai tanda depresi. Perilaku tersebut ia lakukan karena ia sedang membutuhkan waktu untuk mencerna perasaannya sendiri.

  • Pahami kecenderungan perilakunya. Ibu juga perlu memahami kecenderungan perilaku buah hati. Misalnya saja, anak berkepribadian introvert biasanya hanya mempunyai sedikit teman dekat. Mungkin Ibu merasa khawatir terhadap hal tersebut dan menganggapnya memiliki masalah dalam bersosialisasi. Padahal, ini karena anak merasa lebih nyaman dengan lingkup pertemanan yang kecil, sehingga Ibu tidak perlu terlalu khawatir.
  • Berusaha untuk menerima kepribadiannya. Kebanyakan orang tua ingin anaknya untuk mudah bergaul dengan siapa saja. Namun, Ibu harus ingat bahwa anak yang introvert tidak akan merasa nyaman dengan kehadiran orang baru. Untuk itu, jangan memaksanya untuk langsung berbaur dengan orang lain.

    Biarkan ia mencerna dan mengamati kondisi di sekitarnya terlebih dahulu. Saat ia sudah merasa nyaman, maka perlahan ia pasti akan mau untuk berinteraksi dengan orang-orang tersebut.

  • Berikan dukungan penuh. Selain pemahaman, anak juga akan membutuhkan dukungan penuh dari orang tuanya. Katakan padanya bahwa Ibu akan selalu ada untuk membantu dan mendukungnya saat ia merasa kesulitan. Dengan dukungan dan pemahaman dari Ibu ini anak perlahan akan belajar bahwa ia tidak sendiri, sehingga saat dirinya ingin bercerita ia bersedia membaginya dengan Ibu.

Membesarkan anak dengan kepribadian introvert adalah sebuah hal yang cukup menantang dan membutuhkan ketelatenan. Percayalah bahwa akan ada saatnya ia menjadi pribadi yang lebih terbuka dan percaya diri. Untuk itu, tetaplah yakin dan terus memberikan dukungan kepada buah hati ya, Bu.

Jika Ibu ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Hellosehat