Whatsapp Share Like Simpan

Manfaat lobster bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak banyak diperbincangkan. Salah satu jenis seafood ini bisa dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, dimakan sebagai hidangan utama, hingga menjadi pendamping makanan lain.

Adapun, lobster yang sejenis keluarga udang berukuran besar sekarang ini dianggap sebagai makanan mewah yang dijual dengan harga mahal. Meski begitu, manfaat lobster sebagai bahan konsumsi nyatanya penting karena mengandung asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam sedikit makanan. Satu porsi lobster seberat 3 ons (0,008 gr) diperkirakan menyediakan 200 hingga 500 mg omega 3.

Lobster juga merupakan sumber protein yang penting untuk tumbuh kembang anak yang membuat si kecil jadi sehat, kuat, dan pintar. Protein juga merupakan elemen penyumbang untuk 9 asam amino esensial atau yang lebih dikenal dengan istilah 9AAE. 

9 asam amino esensial atau 9AAE penting untuk selalu dihadirkan dalam tumbuh kembang anak. Pasalnya, jika terdapat kekurangan satu asam amino esensial akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan pada tumbuh kembang anak. Agar menjaga 9 asam amino esensial atau 9AAE, penting bagi Ibu untuk selalu memberikan makanan anak dari sumber makanan yang kaya akan protein. 

Kandungan Lobster

Sebelum membahas tentang manfaat lobster, baiknya Ibu mengetahui kandungan yang ada di dalamnya. Menurut United States Department of Agriculture (USDA) National Nutrient Database, satu cangkir lobster matang dengan berat 145 gram mengandung: 129 kalori, 1,25 gram lemak, dan 27,55 gr protein.

Artikel Sejenis

Porsi lobster yang sama juga menyediakan 3 persen dari kebutuhan vitamin A harian seseorang, 9 persen kalsium harian serta 3 persen zat besi harian. Lobster adalah sumber tembaga dan selenium yang kaya serta mengandung zinc, fosfor, vitamin B12, magnesium, vitamin E dan sedikit asam lemak omega 3.

Dalam 145 gram lobster yang telah dimasak, kandungan nutrisinya adalah:

  • Kalori: 129
  • Lemak: 1,25 gram
  • Karbohidrat: 0 gram
  • Protein: 27,55 gram
  • Vitamin A: 3% AKG
  • Kalsium: 9% AKG
  • Zat besi: 3% AKG

Selain kandungan nutrisi di atas, hewan bercangkang ini juga mengandung copper, selenium, zinc, fosfor, magnesium, vitamin B12, vitamin E, dan juga asam lemak omega 3. Satu porsi lobster seberat 3 ons (0,008 gr) diperkirakan menyediakan 200 hingga 500 mg omega 3.

Manfaat Lobster

Dengan kandungan nutrisi yang dimiliki oleh lobster, berikut beberapa manfaat lobster yang perlu Ibu ketahui.

Manfaat lobster: Mendukung kesehatan tulang

Manfaat lobster yang sangat penting untuk anak adalah menjaga tulang agar tetap prima. Lobster termasuk makanan yang banyak mengandung fosfor dan kalsium. Kedua mineral tersebut berfungsi menjaga kepadatan tulang dan membuat tulang tetap kuat. Selain itu, kalsium juga dapat mendukung kesehatan saraf. Sedangkan fosfor berfungsi memberikan nutrisi pada membran sel tubuh.

Manfaat lobster: Menyehatkan otak

Kombinasi kolin dan vitamin B12 yang terdapat dalam lobster menjadi manfaat lobster lainnya karena nutrisi ini penting untuk menyehatkan otak. Kolin merupakan nutrisi yang mendukung produksi neurotransmitter atau senyawa kecil untuk komunikasi di otak.

Melansir Very Well Fit, kolin yang menjadi kandungan di dalam lobster menjadikan manfaat lobster lainnya yaitu menyehatkan otak. Sementara itu, vitamin B12 membantu menjaga mielin atau zat yang melapisi dan mendukung transmisi saraf.

Manfaat lobster: Sumber asam lemak omega-3

Tidak banyak makanan yang mengandung asam lemak omega-3, tapi hewan air bercangkang adalah salah satunya. Dalam 85 gram lobster, terdapat 200-500 mg omega-3. Asupan zat ini membuat manfaat lobster lainnya bisa menurunkan risiko mengalami obesitas, diabetes, dan juga penyakit jantung.

Manfaat lobster: Mengatasi anemia

Selanjutnya, manfaat lobster juga bisa mengatasi anemia. Anemia sendiri terjadi ketika sel darah merah tidak mencukupi atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mengonsumsi lobster yang mengandung copper dapat mengatasi anemia. Terlebih, lobster termasuk sumber makanan dengan kandungan copper paling tinggi.

Manfaat lobster: Mencegah penyakit tiroid

Manfaat lobster berikutnya adalah dapat membantu mencegah mengalami penyakit tiroid di masa mendatang. Manfaat lobster yang satu ini dihasilkan oleh selenium yang terkandung di dalamnya.

Dilansir dari Medical News Today, selenium adalah komponen penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi tiroid. Mineral ini juga memiliki sifat antioksidan. Kekurangan (defisiensi) selenium—masih dari sumber yang sama—dikatakan memiliki keterkaitan dengan penyakit kelenjar tiroid, dan sudah dibuktikan bahwa pada para penderita penyakit tiroid, pemberian selenium efektif untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut.

Manfaat lobster: Merawat kesehatan jaringan tubuh

Manfaat lobster terakhir yang dibahas kali ini adalah untuk merawat kesehatan jaringan tubuh. Manfaat lobster ini bisa didapatkan karena lobster adalah salah satu sumber protein hewani dan di dalam protein hewani terkandung asam amino. Asam amino inilah yang berperan penting dalam merawat kesehatan jaringan tubuh.

Tips Mengolah Lobster

Setelah mengetahui manfaat lobster dan Ibu berencana untuk menyajikannya sebagai hidangan kepada si kecil, Ibu juga perlu memerhatikan cara mengolah lobster.

Memilih Lobster

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah membeli lobster dalam keadaan segar dan masih hidup. Hal ini dirasa penting karena apabila membeli lobster dalam keadaan mati akan mempengaruhi kualitas dari daging lobster. Lobster yang masih segar sudah tentu akan lebih lezat untuk dikonsumsi dengan gizi dan manfaat yang masih utuh.

Mematikan Lobster

Cara terbaik untuk mematikan lobster adalah dengan merendamnya terlebih dahulu ke dalam panci berisi air mendidih setelah dibekukan selama 30-60 menit dalam freezer. Membekukan lobster terlebih dahulu dapat membantu untuk mencegahnya terlalu matang, Bu.

Cara mematikan lobster dengan menusuk pada bagian kepala sebelum direbus memang bisa dilakukan, namun hal ini akan menyebabkan darah lobster, yang disebut hemolymph, mengalir ke air rebusan hingga menghilangkan rasa gurih dari dagingnya.

Merebus Lobster

Merebus menjadi cara tradisional paling praktis dan mudah untuk memasak lobster segar. Ibu bisa mendidihkan air yang sudah diberi 1/4 cangkir garam per 1 liter air.  Jika sudah mendidih, masukkan lobster yang beku terlebih dahulu mulai dari kepala hingga bagian ekor, tutup panci dan tunggu hingga air kembali mendidih. Jika sudah, turunkan ke api kecil dan masak selama 15-20 menit. Jika Ibu menginginkan rasa lobster yang lebih gurih bisa merebusnya dengan air kaldu.

Memanggang Lobster

Cara lain untuk mengolah lobster adalah dengan memanggang. Memanggang atau membakar seluruh lobster bisa dilakukan dengan membelahnya di bagian tengah menggunakan pisau tajam. Selain itu, Ibu juga bisa melakukannya dengan merebusnya terlebih dahulu selama kurang lebih 5 hingga 6 menit. Setelah direbus, lobster dibelah dan dipanggang.

Mengukus Lobster

Mengukus juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengolah lobster. Cara ini juga banyak disukai karena dikenal tidak memberikan rasa tambahan saat lobster matang. Ibu hanya perlu mengukus lobster dalam keranjang pengukus yang tertutup selama 18 hingga 20 menit. Pastikan Ibu benar-benar menyiapkan air yang cukup dan memberikan jarak antara lobster dengan air.

Tidak hanya memiliki kandungan protein yang tinggi, lobster juga memiliki kandungan nutrisi dan vitamin lainnya yang dapat menghadirkan masa tumbuh kembang optimal pada anak. Selain makanan, Ibu juga perlu melengkapi kebutuhan asupan nutrisi tumbuh kembang anak dengan Susu Frisian Flag 123. Susu Frisian Flag 123 merupakan pelengkap yang baik dalam memberikan banyak manfaat di masa tumbuh kembangnya, terutama agar anak tumbuh dengan aktif, sehat, dan kuat. Protein yang didapat dari susu juga berperan dalam menjaga produksi 9 asam amino esensial atau 9AAE pada anak secara optimal.