Share Like
Simpan

Hari ini, setahun yang lalu, adalah hari ulang tahun si Kecil yang ke-5. Si Kecil nampak senang melihat tumpukan kado tersebut. Selain pakaian dan kebutuhan sekolah, tentu mainan juga ada di antara tumpukan kado tersebut. Salah satunya adalah lilin mainan, adonan plastisin atau lilin mainan yang teksturnya kenyal.

Waktu itu tidak pernah terpikirkan bahwa mainan ini akan sangat berguna, jadi saya simpan saja dulu di dalam lemari. Hingga suatu hari, di musim hujan, si Kecil tampak bosan sekali di rumah. Iseng, saya membuka-buka kado ulang tahun si Kecil yang belum digunakan. Tebak apa benda pertama yang saya temukan? Ya, lilin mainan. Otak saya pun mulai bekerja: apa yang bisa dilakukan dengan benda ini?

Mengingat si Kecil sudah mengenal beragam jenis bentuk, saya pun berencana memperdalam pengetahuannya dengan bermain lilin mainan. Coba diperhatikan yuk, Bu. Siapa tahu, bisa jadi ide kegiatan berakhir pekan di rumah.

Cara Bermain

  1. Seperti biasa, mulailah dari bentuk sederhana. Pertama, ajak si Kecil untuk membuat bentuk dasar seperti segitiga dan kotak. Ibu juga bisa memintanya membuat bentuk tertentu untuk menguji pengetahuan si Kecil.
  2. Selanjutnya, ajak si Kecil berdiskusi. “Ayo, ada lingkaran., kotak, segitiga… Kira-kira, kalau disatukan bisa jadi apa?” Jawabannya bisa beragam –dan juga unik, Bu. Si Kecil dulu menjawab pizza. Sepertinya ibu dan anak memang suka mirip, ya. Sama seperti saya, pikiran si Kecil pun tak jauh dari makanan!
  3. Kembali ke permainan. Untuk mewujudkan “pizza” tersebut, saya bantu si Kecil menyatukan bentuk yang telah ia buat sebelumnya. Segitiga digunakan sebagai dasar, lalu di atasnya ditempelkan lingkaran dan kotak kecil sebagai topping- Pizza pun selesai dibuat!

Nah, Ibu dan si Kecil bisa mencoba berbagai macam bentuk lainnya di rumah. Ada banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi lho, seperti bunga, binatang, mobil, dan lain-lain. Supaya lebih seru, pilih lilin mainan dengan aneka macam warna. Warna yang unik akan menarik si Kecil untuk lebih kreatif dalam mengkreasikan lilin mainan miliknya.

Manfaat Bermain Lilin mainan

Bu, jangan heran kalau setelah bermain, lilin mainan jadi favorit si Kecil, ya. Mainan ini memang bisa membebaskan si Kecil berkreasi, sih. Selain itu, aktivitas ini juga memiliki banyak sekali manfaat. Saat bermain, si Kecil belajar mengenal bentuk benda yang sederhana, ada juga yang rumit. Untuk membuat pizza, diperlukan bentuk-bentuk sederhana terlebih dahulu, yakni segitiga, kotak, dan lingkaran. Barulah setelah disatukan, akan dihasilkan  bentuk baru yang lebih kompleks.

Ketika bermain, tidak hanya tangannya yang terlatih: otak pun ikut terasah. Untuk membuat bunga misalnya, tidak cukup hanya lingkaran saja. Dibutuhkan beberapa potongan berbentuk setengah lingkaran untuk memenuhi bagian kelopak. Coba deh, Bu, bayangkan si Kecil memikirkan itu semua di dalam otaknya. Hebat, bukan? Ia mulai mengerti apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan bentuk yang diinginkan. Linda Acredolo, psikolog dari University of California, mengatakan bahwa permainan imajinatif semacam ini amat baik untuk melatih ketanggapan si Kecil akan hal-hal di sekitarnya, termasuk menyelesaikan permainan tadi.

Agar pertumbuhannya berjalan optimal, saya ada sedikit tips untuk Ibu di rumah. Pertama, biasakan gaya hidup sehat pada si Kecil. Mulailah dari hal sederhana seperti mengganti menu camilannya. Si Kecil suka yang manis-manis? Ganti coklat kesayangannya dengan biskuit yang baik untuk pencernaan. Daripada memberi es krim, lebih baik buatkan es buah sendiri di rumah. Kalau saya, si Kecil paling suka dengan kentang goreng. Untuk itu, saya siasati hal tersebut dengan membuatkan potato wedges panggang. Rasanya tidak kalah enak, aman pula untuk dikonsumsi.

Tentunya, makanan sehat saja tidak cukup. Begitu banyak aktivitas yang menuntut si Kecil untuk berkonsentrasi, Seperti permainan imajinatif di atas, yang membutuhkan kreativitas si Kecil untuk bereksperimen dan membuat karya. Sebagai ibu, sudah menjadi tugas kita untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, agar ia terus semangat untuk berkarya.

Untuk itu, Ibu bisa memberikan Frisian Flag Karya Suprima, seperti yang saya lakukan. Kandungan nutrisinya baik sekali, lho, untuk melengkapi kebutuhan gizi si Kecil. Ada kombinasi tinggi Vitamin D, Selenium, Seng, Kalsium, Fosfor, Vitamin A, C, & E serta Inulin, yang memang diformulasikan khusus untuk kebutuhan anak usia 4-6 tahun. Terbukti, saya tidak salah pilih. Kesehatan si Kecil selalu terjaga, bahkan di tengah banyaknya hal yang menarik perhatiannya.

Bu, semoga tulisan ini bermanfaat, ya. Saya harap, si Kecil di rumah juga terus aktif dan tak pernah berhenti untuk berkarya. Selamat mencoba!