Share Like
Simpan

Hai Bu, ada banyak alasan bagi seorang ibu memilih bekerja di luar rumah. Inilah yang menjadikan seorang ibu dituntut memiliki kemampuan multi-tasking yang handal. Tak hanya piawai mengatur keseimbangan aktivitas sehari-hari, fokus pada perkembangan psikologi anak juga menjadi hal wajib yang tak boleh luput dari perhatian.

Banyak pula penelitian serta bukti nyata tentang keluarga harmonis yang memiliki putra-putri terdidik dengan baik, sekalipun sang ibu bekerja di luar rumah. Nah, dengan kiat-kiat berikut ini, Ibu tetap bisa kok memberikan perhatian maksimal untuk si Kecil meski memiliki aktivitas di luar rumah:

  1. Buat daftar aktivitas

    Sekilas, hal ini memang tampak sebagai perkara remeh. Namun, tahukah Ibu bila kegiatan ini akan sangat membantu untuk mengerjakan hal penting dengan segera tanpa terlewat? Sebagai contoh, jadikan aktivitas memasak bekal untuk si Kecil sebagai kegiatan utama di pagi hari, disusul dengan menyiapkan kebutuhan lainnya dan persiapan pergi ke kantor.

  2. Lakukan aktivitas secara berurutan

    Setelah memiliki daftar aktivitas yang harus dilakukan, usahakan untuk mengikuti list tersebut secara berurutan. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi rasa stres yang mungkin muncul.

  3. Tangani kebutuhan si Kecil sendiri

    Upayakan untuk tidak terlalu mudah menyerahkan semua pekerjaan pada asisten rumah tangga. Soal kebutuhan si Kecil, sebisa mungkin Ibu yang harus menanganinya sendiri. Hal ini akan berpengaruh positif pada psikologi anak karena si Kecil akan merasa dirinya begitu berarti di mata Ibu.

  4. Luangkan waktu khusus

    Tak peduli seberapapun lelahnya Ibu, pastikan untuk selalu meluangkan waktu bersama si Kecil. Hal ini bisa dilakukan dengan selalu menanyakan proses belajar di sekolah si Kecil, menemaninya mengerjakan PR, atau bahkan membacakan dongeng kesukaannya. Kegiatan sederhana dan alokasi waktu khusus inilah yang akan membuat psikologi anak dapat berkembang dengan baik.

Dengan empat tips menjadi multi-tasking mom tersebut, harapan agar psikologi anak berkembang dengan baik bukanlah hal yang mustahil. Hal ini dapat membantu si Kecil tumbuh sebagai anak dengan kemampuan emosional dan interaksi sosial mengagumkan.