Whatsapp Share Like
Simpan

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik buah hatinya dengan benar. Meski begitu, setiap orang tua pasti memiliki caranya sendiri dalam mendidik yang akan berpengaruh pada kepribadian sang anak. Untuk itulah cara mendidik anak harus dilakukan dengan benar supaya kelak menghasilkan generasi yang baik dan membanggakan orang tua serta bangsa.

Bagaimana dengan Ibu? Apakah sudah berupaya untuk mengasuh anak Anda dengan benar? Supaya bisa selalu melakukan pengasuhan yang positif, Ibu perlu menghindari beberapa kesalahan umum yang sering terjadi di dalam cara mendidik anak-anak. Berikut di antaranya, Bu:

Pahami: Tidak Semua Cara Lama Benar

Beda zaman beda pula caranya dalam mendidik anak. Ibu mungkin ingin menerapkan pola pengasuhan yang sama dengan yang Ibu terima dari orang tua. Namun, tidak semua pola asuh lama bisa diterapkan di zaman sekarang, Bu. Zaman sudah berkembang dengan sangat pesat. Hal ini jelas akan berpengaruh pada pola pikir si Kecil. Cara mendidik anak pun harus disesuaikan untuk dapat mengimbanginya.

Anak-anak di zaman dulu cenderung penurut dan tidak banyak bertanya tentang larangan dari orang tuanya. Meski orang tua zaman dulu mendidik dengan cara yang keras dan tegas, tapi anak-anaknya akan menurut saja tanpa banyak bertanya. Sementara anak-anak di zaman modern seperti saat ini lebih pembangkang, kritis, dan selalu ingin tahu. Saat orang tua bertindak tegas untuk mendisiplinkan, sang anak justru akan melawan dan berbalik membangkang.

Sebaliknya, apabila dididik dengan cara memanjakan juga tidak akan berhasil, Bu. Memanjakan si Kecil justru bisa membuatnya menjadi pribadi yang tidak mandiri dan egois. Lantas, bagaimanakah cara mendidik anak yang betul di zaman sekarang?

Artikel Sejenis

Prinsip Utama: Kasih Sayang

Prinsip utama bagi orang tua di zaman modern ini dalam mengasuh anak-anaknya adalah mengasuh dengan kasih sayang. Ibu tidak boleh mendidik anak dengan terlalu keras, tapi juga jangan terlalu memanjakannya. Cara mendidik anak yang benar harus dilakukan dalam porsi yang seimbang. Ibu harus menetapkan aturan dengan tegas, tapi juga memberikan kasih sayang dengan porsi yang cukup.

Ibu juga harus berlaku dengan adil terhadap si Kecil dan anak orang lain. Ketika si Kecil melakukan kesalahan kepada anak lain, Ibu tidak boleh membela maupun menyalahkannya. Langkah yang bisa Ibu lakukan adalah memberikan pengertian kepada si Kecil dengan kasih sayang, bukan dengan emosi. Memarahi si Kecil hanya akan mengakibatkan sel otaknya menghilang sehingga perkembangan pola pikirnya pun jadi kurang optimal.

Prinsip lainnya dalam mendidik anak di zaman modern adalah dengan memberikan pengawasan dan kontrol yang cukup pada anak-anaknya. Pergaulan bebas saat ini bisa sangat mengkhawatirkan sehingga si Kecil perlu diberikan pemahaman dini terhadap mana hal yang baik dan buruk. Pemahaman tersebut juga harus disertai dengan alasan yang mudah dipahami oleh si Kecil. Tidak perlu terlalu mengekang si Kecil, karena hal ini justru akan membuatnya suka berbohong dan menyelinap saat ada kesempatan.

Terakhir, jadilah teladan yang baik untuk si Kecil. Setiap anak adalah peniru ulung dan pasti akan menjadikan orang tuanya sebagai role model, yaitu panutan terhadap berbagai macam hal. Untuk itu Ibu harus lebih berhati-hati dalam berbicara maupun berperilaku, terutama di depan buah hati, supaya ia selalu mendapatkan contoh yang baik untuk ia tiru dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Mendidik Anak di Era Digital, Bagaimana Caranya?

Sesuaikan dengan Umur dan Perkembangannya

Cara mendidik anak juga harus disesuaikan dengan usia dan perkembangannya ya, Bu, karena akan sangat berpengaruh terhadap mental dan psikologisnya. Berikut ini adalah cara mendidik sesuai dengan kategori usia si Kecil, yaitu:

  • Usia 0-6 tahun.

    Di kategori usia ini si Kecil sedang berada dalam periode golden age di mana otaknya sedang mengalami perkembangan yang pesat. Ibu perlu mengembangkan potensi terbaik buah hati dengan cara memanjakannya dengan banyak cinta dan memberikan kasih sayang yang melimpah. Ibu juga hendaknya tidak memakai kekerasan, baik secara verbal maupun fisik, karena hal tersebut bisa menghambat sel-sel neuron yang sedang berkembang pesat sehingga dapat mematikan potensi emasnya.

  • Usia 7-14 tahun.

    Saat Ibu ingin membentuk kepribadian si Kecil, di usia inilah waktu yang tepat, Bu. Di fase ini Ibu harus mulai mengajarkan buah hati tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan kewajiban. Ibu juga sudah bisa sedikit bertindak tegas kepada si Kecil untuk menanamkan pada dirinya betapa pentingnya ketiga hal tersebut.

  • Usia 15-21 tahun.

    Fase remaja adalah masa anak mulai mencari jati dirinya. Ini menjadi waktunya bagi Ibu untuk merubah cara penanaman disiplin dari yang agak keras menjadi lebih rasional. Ibu sebaiknya berperan menjadi sahabat bagi buah hatinya dengan cara menjadi pendengar yang baik dan penasihat terhadap permasalahan khas remaja yang sedang dialaminya.

  • Usia 21 tahun ke atas.

    Di usia ini anak sudah memasuki fase dewasa di mana ia akan mulai menghadapi beragam masalah dan diharap mampu menyelesaikannya sendiri. Ibu sebaiknya sudah memberikan kepercayaan dan kebebasan penuh terhadap anak. Namun Ibu tetap harus memberikan kontrol terhadap perkembangannya dan menasehati saat anak melakukan kesalahan.

Orang tua di zaman modern juga harus lebih melek terhadap teknologi karena teknologi sangat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Carilah referensi sebanyak-banyaknya seputar cara mendidik anak yang tepat sesuai dengan zaman yang sedang Ibu lalui saat ini. Tetap semangat mendidik buah hati ya, Bu. Semoga kelak ia akan menjadi orang yang membanggakan.

Jika Ibu ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Kompasiana