Whatsapp Share Like
Simpan

Mendidik anak itu bukanlah tugas yang mudah. Ibu pasti juga merasakannya. Ibu mungkin melihat para orang tua pada zaman dulu yang sukses mendidik anak-anaknya yang cenderung lebih banyak dan dengan fasilitas minim. Coba bandingkan dengan kondisi Ibu sekarang, sudah jauh lebih enak, bukan?

Namun, mendidik anak di era digital seperti sekarang ini jelas sangat berbeda dibandingkan jaman dulu, Bu. Tantangannya jauh lebih besar. Pasti was-was ya, Bu, memikirkan bagaimana kelak masa depan anak kita. Nah, mulai dari sekarang cobalah didik buah hati dengan cara-cara berikut ini:

Mengawasi Penggunaan Gadget pada Anak

Penggunaan gadget sangat besar peranannya terhadap langkah mendidik anak di era digital. Berikan batasan dan pengawasan yang baik terhadap screen time pada anak. Ibu perlu membuat kesepakatan dengan anak berapa lama dan kapan ia boleh memakai gadget. Selain itu, tentukan apa saja konten yang boleh ditonton dan dimainkan oleh anak. Untuk mencegah anak mengakses konten orang dewasa, Ibu juga bisa memasang kunci atau mengunduh aplikasi parental control pada gadget yang dipakai anak.

Kembangkanlah Bakat yang Dimiliki oleh Anak

Setiap anak terlahir dengan bakatnya masing-masing. Ada yang pintar bermain musik, memasak, berolahraga, matematika, dan sebagainya. Saat Ibu sudah melihat bakat tertentu yang ditunjukkan oleh anak, maka kembangkanlah bakat tersebut. Manfaatkanlah kecanggihan yang tersedia.

Dari gadget dan internet, Ibu dapat mengajari anak dan mengembangkan bakat anak secara menyenangkan dan variatif. Bisa dengan menonton video tutorial atau membaca kisah inspiratif dari orang yang telah sukses dalam bidang yang sama.

Artikel Sejenis

Untuk anak yang sudah lebih besar, Ibu bisa mengajaknya merekam dan mengedit video, lalu diunggah ke channel video maupun akun media sosial. Melalui cara ini, teknologi akan menjadi media positif sebagai sarana mengembangkan bakat dan kreativitas anak di bawah bimbingan orang tua.

Selalu Menjadi Panutan yang Baik bagi Anak

Sadarkah Ibu kalau anak sering ingin meniru Ibu atau Ayah dalam segala hal? Hal ini sangatlah wajar, Bu, sebab anak memang seorang peniru. Sebagai panutan terbesar bagi anak, maka orang tua harus selalu memberikan contoh yang baik bagi buah hatinya.

Saat quality time keluarga contohnya, buatlah kesepakatan bersama Ayah untuk menyimpan gadget sementara dan fokus pada keluarga terlebih dulu. Dengan cara ini anak akan lebih mudah mengerti aturan yang telah ditetapkan dan mau meniru yang telah dicontohkan oleh Ibu dan Ayah.

Baca juga: Si Kecil Golongan Generasi Alpha? Berikut Cara Mendidiknya

Lakukan Komunikasi Dua Arah

Anak-anak di zaman sekarang membutuhkan komunikasi dua arah. Maksudnya, Ibu tidak boleh sekedar memberi instruksi atau melarang anak saja, tapi juga harus bisa mendengar dan memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh anak.

Bicarakan secara terbuka mengenai apa saja yang belum boleh dilihat dan dilakukan anak, seperti mengapa anak dilarang menonton tayangan orang dewasa atau mengapa ia tidak boleh memakai gadget terlalu lama. Berkomunikasi secara terbuka semacam ini terbukti ampuh dalam melindungi anak dari pengaruh negatif akibat pemakaian gadget.

Tanamkan Pendidikan Agama Sejak Dini

Agama merupakan bekal terpenting dalam hidup anak dalam melindungi diri dari pengaruh atau perilaku buruk yang banyak terjadi di sekitarnya. Oleh karenanya, orang tua perlu menanamkan pendidikan agama pada anak sedini mungkin. Saat anak memahami nilai-nilai agama yang telah Ibu ajarkan, maka ia akan membedakan mana yang baik dan buruk, serta mampu menahan diri saat berkeinginan melakukan sesuatu yang tidak baik.

Menjadi Sahabat bagi Anak

Mendidik anak di era digital itu harus banyak akal, Bu. Bila anak dididik terlalu disiplin dan keras, maka anak dikhawatirkan dapat menjadi individu yang tidak mandiri dan suka melawan. Sebaliknya, jika terlalu memberi kebebasan pada anak juga berisiko mengakibatkan ia terbawa oleh pengaruh dan pergaulan negatif di dunia luar.

Di sinilah peranan orang tua untuk terus mendampingi buah hatinya sangatlah besar. Tetap buat dan terapkan peraturan secara disiplin tanpa mengakibatkan anak merasa takut dan tertekan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menjadi sahabat bagi anak. Artinya, Ibu tetap memegang kendali tapi mampu memposisikan diri sebagai seseorang yang selalu dapat dipercaya dan diandalkan oleh anak. Hal ini akan menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak yang akan berdampak pada pembentukan karakter positif pada diri anak. 

Bagaimana, Bu, sudah siapkah menerapkan langkah-langkah mendidik anak di era digital ini? Jangan lelah untuk terus belajar. Dari internet pun Ibu dapat dengan mudah mendapatkan banyak ilmu tentang parenting. Belajarlah juga dari anak karena dalam diri anak Ibu bisa belajar banyak hal. Tetap semangat mendidik buah hati ya, Bu. Semoga kelak ia tumbuh dewasa menjadi pribadi yang membanggakan.

Untuk Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Popmama