Share Like
Simpan

Dalam masa perkembangan balita, bukan tidak mungkin jika ia akan sering menanyakan tentang berbagai hal pada Ibu dan Ayah. Pertanyaannya pun macam-macam, mulai dari pertanyaan sederhana, hingga yang sulit untuk dijawab. Dulu anak saya juga begitu, Bu. Ia seolah tak pernah berhenti mempertanyakan segala sesuatu yang ia lihat. Lalu, apa yang membuat si Kecil suka bertanya ya, Bu? Berikut hasil pembahasan saya dengan psikolog melalui rubrik Tanya Pakar di forum Ibu & anak, Bu.

Kebiasaan Balita yang Normal Terjadi

Pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilontarkan anak pada masa perkembangan balita usia 1-3 tahun, sebenarnya merupakan hal yang normal terjadi, Bu. Biasanya kondisi ini didasari oleh rasa penasaran dan keingintahuan tinggi akan berbagai hal yang ada di sekitarnya. Jika si Kecil sedang mengalami tahap perkembangan ini, sebaiknya Ibu selalu menjawab berbagai pertanyaan yang ia ajukan. Mengacuhkan pertanyaan si Kecil juga tidak baik untuk psikologi anak karena bisa membuatnya merasa tidak dipedulikan dan menurunkan hasratnya untuk belajar tentang sesuatu yang baru.

Kemampuan Kognitifnya Sedang Berkembang

Memasuki usia dua tahun ke atas, si Kecil umumnya sudah mampu mengucapkan dan mengerti kalimat sederhana. Ditambah dengan kemampuan kognitifnya yang terus berkembang, jadilah si Kecil menjadi anak yang seolah ingin tahu banyak hal. Pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan sebenarnya merupakan cara untuk memahami beragam konsep baru yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin Ibu dan Ayah kadang merasa lelah untuk menjawab berbagai pertanyaansi Kecil. Namun, sebisa mungkin berikan jawaban untuk tiap pertanyaannya, ya. Tak hanya bisa menuntaskan rasa penasaran si Kecil, sering melakukan percakapan dengannya juga baik untuk perkembangan anak karena bisa mempererat kedekatan Ibu dan anak. Tak hanya itu, kemampuan bicara si Kecil juga dapat semakin terlatih lho, Bu. 

Menjawab Pertanyaan Anak

Seperti yang sudah disebutkan di atas, menjawab pertanyaan si Kecil dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang balita. Sebab, jawaban yang Ibu berikan merupakan informasi baru yang akan direkam dalam otak si Kecil, sehingga baik untuk mengasah kecerdasannya. Agar jawaban yang Ibu berikan bisa diterima oleh si Kecil dengan baik, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan.

  • Gunakan Kalimat Sederhana
    Kemampuannya dalam memahami penjelasan Ibu masih terbatas. Untuk itu, sebaiknya jawab pertanyaan si Kecil menggunakan kalimat sederhana ya, Bu. Cara ini dapat membantunya untuk lebih mudah mengerti apa yang Ibu ucapkan.
  • Hargai Pertanyaan si Kecil
    Pertanyaan yang diajukan oleh si Kecil merupakan bagian dari proses untuk mengenal berbagai hal. Jadi, tidak heran jika hal yang ia tanyakan bisa sangat beragam dan bahkan terkadang lucu atau aneh. Meskipun begitu, Ibu tetap harus menghargai semua pertanyaan yang ia lontarkan dengan menjawabnya tanpa terkecuali.
  • Pertajam Ingatannya
    Anak seusia si Kecil bisa saja mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali. Untuk mengatasi hal ini, jawab pertanyaannya dengan suara yang jelas dan perlahan agar benar-benar bisa dipahami oleh si Kecil. Lalu, tanyakan pertanyaan yang sama padanya, sehingga ia bisa mengingat kembali jawaban Ibu.

Nah, sekarang Ibu sudah tahu kan kenapa si Kecil sangat suka bertanya. Sabar dalam menjawab semua pertanyaan si Kecil adalah kunci untuk menghadapi tahap perkembangan balita saat ini.