Whatsapp Share Like
Simpan

Selamat ya, Bu, si Kecil sudah bisa mengikuti ibadah puasa tahun ini. Ibu mungkin merasa cemas apakah kesehatan si Kecil dapat tetap terjaga ketika berpuasa. Ini juga sempat menjadi kekhawatiran saya, Bu. Namun, hal ini tak lantas membuat saya mengurungkan niat untuk mengajari si Kecil berpuasa. Selain memerhatikan menu buka puasa untuk anak, saya coba mencari berbagai informasi seputar cara mengatur pola makan si Kecil selama berpuasa. Berikut ini saya bagikan sejumlah informasinya.

1. Atur Pola Minum si Kecil

Tahukah Ibu? Anak usia 4-8 tahun memerlukan 1,7 liter air (sekitar 7 gelas) sehari. Itu sebabnya, untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya, Ibu harus mengatur pola minum si Kecil. Misalnya, berikan si Kecil minum 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka, dan 3 gelas air saat malam. Pola minum ini akan membuat si Kecil terhidrasi tanpa membuatnya kembung.

2. Awali Buka Puasa dengan Buah-Buahan

Selain memperbanyak asupan air putih, si Kecil juga bisa mendapatkan sumber mineral dari buah-buahan. Menurut artikel online yang saya baca, jenis buah-buahan seperti apel, pisang, dan kurma mengandung mineral dan vitamin tinggi yang mampu menjaga tubuh si Kecil tetap terhidrasi. Selain itu, buah-buahan juga kaya akan serat, sehingga memperlama rasa kenyang dan membantu mencegah sembelit. [cn3] Itu sebabnya, si Kecil disarankan untuk mengawali buka puasa dengan buah-buahan, Bu.

3. Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Apakah si Kecil sering mengeluh sakit kepala saat berpuasa? Kemungkinan besar tubuhnya kekurangan insulin sehingga kadar gula darahnya turun, Bu. Hal ini disebabkan konsumsi asupan Karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, sirup dan minuman manis, dan biskuit saat sahur. Asupan ini memang membuat gula darah naik dengan cepat Bu, tapi juga cepat turunnya. Oleh sebab itu, Ibu bisa mengatur pola makan anak dengan memberikan asupan Karbohidrat kompleks saat makan malam dan sahur, seperti nasi merah, sayuran hijau, roti gandum, dan umbi-umbian. Selain lebih sehat, asupan tersebut membuat si Kecil kenyang lebih lama dan gula darahnya tetap stabil.

4. Berikan Jeda Sebelum Makan Berat

Setelah berbuka dengan minuman dan makanan yang menyegarkan, beri jeda selama 30 menit sebelum mengonsumsi makan berat, ya. Perlu Ibu mengerti bahwa ketika berpuasa, lambung si Kecil tidak bekerja optimal karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Itu sebabnya, jika makanan langsung masuk dalam jumlah banyak, lambung akan kesulitan untuk beradaptasi, sehingga berisiko sakit maag atau asam lambung naik.

 

Sekarang Ibu jadi lebih mengerti cara untuk menjaga kesehatan tubuh si Kecil selama bulan puasa, bukan? Selain melakukan cara di atas, pastikan Ibu juga menerapkan konsep gizi seimbang dalam menyiapkan menu buka puasa untuk anak, ya. Dengan begitu, nutrisi si Kecil akan senantiasa terpenuhi, Bu. Semoga informasi ini membantu!