Share Like
Simpan

Bu, saya ingin bercerita. Jadi, dulu waktu anak saudara saya menginjak usia 2  tahun, ia seringkali terlihat agak sempoyongan dan mudah terjatuh. Awalnya hal tersebut terlihat lucu dan menggemaskan, Bu. Namun, kok lama-lama jadi mengawatirkan, ya? Setelah dikonsultasikan ke dokter, ternyata anak saudara saya tersebut mengalami gangguan keseimbangan. Kok bisa, ya?

 

Apa Penyebabnya?

Pernahkah terlintas di pikiran Ibu bahwa masalah keseimbangan si Kecil berhubungan dengan masalah pada telinganya? Mungkin sebagian besar jawabannya tidak. Saya pun tidak pernah mengira demikian. Namun ternyata, telinga memiliki syaraf yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh lho, Bu.

Syaraf itu disebut vestibulocochlear. Selain mengirim sinyal yang mengontrol pendengaran, syaraf ini juga mengirim sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan dan fokus mata. Ketika tubuh digerakkan, vestibulocochlear yang terdapat di bagian belakang telinga mengirimkan sinyal pada otak yang kemudian diteruskan ke otot-otot dan mata.

Perlu diingat Bu, bahwa bukan hanya telinga yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh si Kecil, tetapi juga mata, persendian, dan otot yang seluruhnya bekerja sama membuat gerak tubuh yang seimbang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga seluruh elemen tersebut agar ia memiliki gerak tubuh yang seimbang.

Namun, penyebabnya bukan hanya itu. Seorang pakar perkembangan kesehatan anak, Andrew Adesman, mengatakan bahwa kecerobohan pada anak bisa terjadi karena ia berusaha untuk menguasai beberapa keahlian sekaligus. Semakin aktif, maka kecenderungannya terjatuh dan menjatuhkan benda-benda jadi lebih besar.

 

Apa Saja Gejalanya?

Gejala yang paling umum muncul pada gangguan keseimbangan adalah disequilibrium. Sebuah kondisi di mana tubuh sangat tidak stabil, bahkan sulit untuk berdiri, berjalan, berbelok tanpa mengalami benturan, tersandung, bahkan terjatuh. Anak yang mengalami hal ini akan cenderung berjalan dengan sempoyongan. Terlebih lagi, ia bisa merasa kesulitan berjalan di tempat gelap atau permukaan lantai yang tidak rata.

Gangguan keseimbangan juga dapat memengaruhi kemampuan penglihatan. Biasanya anak yang memiliki gangguan keseimbangan akan melihat sebuah objek memantul-mantul dan buram setiap kali menggerakkan kepalanya. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan mata melihat dengan fokus dan dapat membuat anak kesulitan ketika menulis dan membaca.

Indikasi lain yang dapat muncul adalah sulit mengendalikan gerak mata, tidak nyaman ketika melihat cahaya dalam gelap dan cahaya yang bergerak cepat, tidak nyaman ketika melihat objek penuh seperti di kemacetan dan lalu lalang orang banyak di tempat umum, sulit melakukan sinkronisasi antara tangan dengan mata atau mata dan kaki (misalnya sulit untuk menangkap suatu benda atau menendang bola).

 

Faktor-faktor Penyebabnya

Ada asap, tentu karena ada api. Sama seperti gangguan keseimbangan yang memiliki beberapa faktor penyebab, baik berasal dari tubuh si Kecil maupun dari luar. Kemungkinan penyebab masalahnya ini antara lain:

  1. Ototoksitas, pengobatan oleh antibiotik ataupun kemoterapi yang merusak telinga bagian dalam.
  2. Cedera pada telinga, kepala, maupun leher.
  3. Migrain
  4. Infeksi telinga kronis atau disebut juga otitis media.
  5. Infeksi lainnya seperti demam, flu, meningitis, campak, gondok, atau rubella.
  6. Pewarisan gen anggota keluarga yang pernah memiliki gangguan keseimbangan ini.

Seperti yang telah dikatakan oleh Adesman sebelumnya, Ibu memang tidak perlu langsung membawa si Kecil ke dokter ketika ia terlihat sulit untuk menyeimbangkan diri dan ceroboh. Namun, jika Ibu melihat ada sesuatu yang janggal sehingga ia selalu mengalami gangguan keseimbangan, itulah saatnya untuk menghubungi dokter dan melakukan konsultasi, Bu. Bagaimana pun juga, kemampuan koordinasi yang baik dalam tumbuh kembangnya sangat penting bagi si Kecil untuk tumbuh secara optimal.

Semoga informasi ini bisa berguna bagi Ibu semua, ya. Selamat beraktivitas dengan si Kecil!