Share Like
Simpan

“Bu, si Kecil matanya terlihat memerah dan mengeluarkan belek cukup banyak. Apakah itu normal?”

Beberapa hari lalu, seorang tetangga saya sempat menanyakan hal tersebut kepada saya. Ia terlihat cukup khawatir karena ini merupakan pengalaman pertamanya menjumpai kondisi seperti ini. Akhirnya, saya jelaskan kepadanya kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi ketika mata anak mengeluarkan belek yang cukup banyak dan jadi kemerahan.

Belek sendiri merupakan kombinasi dari lendir, minyak, sel-sel kulit dan kotoran yang terakumulasi di sudut mata saat sedang tidur. Hal ini bisa terasa basah dan lengket atau kering dan berkerak, tergantung pada seberapa banyak cairan yang dikeluarkan. Biasanya, belek menjadi sebuah indikasi adanya infeksi di bagian mata. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis infeksi pada bagian mata si Kecil yang saya tahu:

  • Saluran air mata terhambat

Sewaktu si Kecil tumbuh dan berkembang di dalam rahim, jaringan yang terdapat pada saluran air matanya secara perlahan mengelupas untuk membuka jalur ke rongga hidung. Pada umumnya, setelah ia lahir saluran air matanya belum benar-benar terbuka sehingga jaringan tersebut bisa membuat mata si Kecil berair terus menerus. Akibatnya, saat bangun tidur ia jadi sulit membuka mata karena cairan berwarna kuning seperti belek itu menempel dan lengket kemudian mengering.

  • Timbilan

Ibu tentu pernah mendengar jenis infeksi bernama bintitan, kan? Nah, kalau yang satu ini, sebetulnya mirip dengan bintitan. Namun, kalau bintitan itu disebabkan oleh serangga, timbilan ini disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcal yang menyerang di bagian kelopak mata. Jika diperhatikan, infeksi ini tampak seperti jerawat karena memiliki nanah yang bisa pecah sewaktu-waktu.

  • Blepharitis

Infeksi sejenis ini bisa terjadi karena produksi minyak berlebih di bagian kelopak mata (bisa di bagian dalam kelopak atau tempat bulu mata tumbuh), sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri Staphylococcal Blepharits menjadi lebih banyak. Hal ini membuat kelopak mata menjadi iritasi dan kemudian meradang. Selain ditandai dengan adanya belek kering di sekitar bulu mata, infeksi ini juga seringkali diikuti oleh munculnya ketombe pada bagian kulit kepala. Tidak hanya itu saja, terkadang blepharitis ini juga bisa muncul saat si Kecil terkena alergi lho, Bu.

  • Penyakit mata merah (Conjungtivitis)

Jenis infeksi yang satu ini, seringkali kita sebut dengan “sakit mata”. Hal ini bisa terjadi karena adanya pembengkakan di bagian lapisan bening (membran atau konjungtiva) yang menutupi bagian putih mata dan selaput kelopak. Jika selama ini kita selalu mendengar bahwa penyakit ini menular, sebetulnya ada yang benar dan ada juga yang tidak, Bu.

Jadi, penyakit konjungtivitis ini bisa dikelompokkan ke dalam 2 sebab, yaitu infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan juga karena alergi. Apabila ia muncul karena adanya bakteri yang menyerang, maka kemungkinan besar ia bisa menular. Sebaliknya, jika hanya terjadi karena alergi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir karena tidak menular. Namun, untuk memastikan penyebabnya, sebaiknya periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya, Bu.

Nah, jika Ibu menghadapi situasi si Kecil tiba-tiba belekan, sebagai antisipasi dari empat jenis infeksi tadi Ibu bisa mencoba membersihkannya dengan menggunakan kain bersih atau kapas yang dicelupkan ke dalam air hangat. Kemudian, bersihkan belek dari bagian dalam kelopak mata mengarah ke ujung luar. Usahakan setelah mengusap bagian yang terinfeksi, gunakan sisi lain kain yang masih bersih ya, Bu. Jika Ibu menggunakan kapas, segera buang setelah satu kali pakai dan ganti dengan kapas baru untuk mencegah penyebaran bakteri yang dapat memperparah infeksi.

Apabila peradangan yang dialami si Kecil ini tak kunjung mereda, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya, Bu. Semoga informasi ini bermanfaat!