Whatsapp Share Like Simpan

Mata merah pada bayi merupakan sebuah kondisi yang perlu diwaspadai ya, Bu. Sebab, kondisi mata merah bukan hanya bisa dialami seorang balita, anak-anak, maupun orang dewasa saja, bayi pun bisa mengalaminya. Mata merah pada bayi bisa saja menandakan bahwa si Kecil mengantuk. Namun, kondisi mata merah pada bayi ini tak bisa dianggap remeh karena bisa berelasi dengan kondisi atau penyakit tertentu.

Mata merah pada bayi cukup sering terjadi. Salah satunya bisa terjadi karena disebabkan oleh infeksi. Meskipun sebagian penyebabnya tidak berbahaya, mengalami mata merah bisa menular dan perlu segera mendapatkan pengobatan maupun penanganan yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Ibu bisa membawa si Kecil ke dokter untuk memeriksakan kondisinya. Tapi, Ibu juga perlu tau beberapa hal mengenai mata merah pada bayi yang mungkin terjadi.

Sekilas Seputar Mata Merah pada Bayi

Kondisi mata merah pada bayi dalam istilah medis dikenal sebagai konjungtivitis, yaitu peradangan pada konjungtiva. Mata merah pada bayi atau konjungtivitis ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir. 

Konjungtivitis terjadi saat konjungtiva (selaput bening yang melapisi bagian warna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata anak) mengalami peradangan. Peradangan rentan terjadi pada bayi yang baru lahir dan menyebar hingga merusak mata anak bila tidak segera diobati, Bu.

Faktor Pemicu Konjungtivitis

Peradangan yang membuat mata merah pada bayi atau konjungtivitis bisa dipicu oleh berbagai hal, Bu. Beberapa penyebab bayi mengalami mata merah yang terjadi pada bayi di antaranya yaitu virus, bakteri, alergi, maupun akibat mengucek mata. Berikut penjelasan selengkapnya beserta cara menanganinya:

Artikel Sejenis

  1. Konjungtivitis yang Disebabkan oleh Virus

    Beberapa gejala mata merah yang akan terlihat bila si Kecil mengalami konjungtivitis karena virus antara lain:

    • Satu mata merah pada bayi diikuti yang satunya lagi, terlihat bengkak pada semua bagian, mengeluarkan cairan, dan menjadi lebih sensitif ketika terkena cahaya.
    • Bersamaan dengan mata merah pada bayi, si Kecil juga mengalami pilek dan rasa tak nyaman sehingga ia mengeluarkan air mata atau menangis terus-menerus.

    Bila kondisi mata merah pada bayi ini terjadi, yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya yaitu:

    • Cobalah untuk membersihkan mata anak dengan hati-hati secara teratur. Ibu bisa melakukannya dengan mengusap matanya gatal menggunakan handuk lembut yang sebelumnya sudah dibasahi dengan air hangat.
    • Selain itu, untuk mengurangi sensasi rasa pedih dan air mata yang keluar terus menerus pada mata si Kecil, Ibu juga disarankan mengompres matanya 2-3 kali sehari menggunakan handuk yang telah direndam air hangat. Cegah bayi atau anak untuk mengucek mata bila matanya gatal. Oh, ya, untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke mata bayi, pastikan handuk sudah diperas dengan baik sebelum digunakan untuk mengompres, ya.
  2. Konjungtivitis yang Disebabkan oleh Bakteri

    Bakteri yang biasanya menyebabkan mata merah pada bayi adalah biasanya staphylococcus, streptococcus, dan hemophilus. Untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi atau bakteri, gejala-gejala mata merah yang akan tampak antara lain:

    • Awalnya mata berwarna merah sebelah atau merah muda; terasa nyeri pada ujung atau sebagian mata yang ditandai dengan si Kecil yang amat rewel.
    • Si Kecil terlihat sering berusaha mengarahkan tangannya ke mata karena terasa amat gatal.
    • Mata merah pada bayi bisa mengeluarkan cairan berwarna hijau atau kuning kehijauan dan terlihat tertutupi kulit pada pagi hari saat bayi bangun tidur.

    Pada kasus tertentu, konjungtivitis pada bayi yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini dapat disebabkan oleh infeksi serius seperti klamidia atau gonore. Bila si Kecil mengalami konjungtivitis seperti ini, Ibu perlu segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan salep atau tablet yang bisa membantu mempercepat pemulihan mata merah pada bayi. 

    Hindari berbagi obat dengan orang lain, terlebih bila mengalami mata merah. Cuci tangan Ibu terlebih dahulu sebelum dan sesudah memberi obat pada mata bayi. Atasi kondisi mata merah pada bayi dengan cara seperti menjaga kebersihan kamar tidur hingga pakaian yang dikenakannya.

  3. Konjungtivitis yang Disebabkan oleh Alergi

    Selain dua faktor di atas, konjungtivitis juga bisa disebabkan alergi, Bu. Pemicunya biasanya asap, udara kotor, debu, susu, ataupun interaksi dengan hewan. Beberapa gejala konjungtivitis karena alergi antara lain mata bayi merah, tampak bengkak, berair, dan mengeluarkan kotoran terus-menerus.

    Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan keluhan mata merah yang dirasakan si Kecil, dokter menganjurkan Ibu untuk mengompres mata bayi menggunakan handuk dingin. Selain itu, Ibu juga perlu mencari tahu apa yang menjadi pemicu reaksi alergi si Kecil. Dengan begitu, ke depannya, Ibu bisa menghindarkan resiko alergi pada mata bayi sehat kesayangan Ibu. Namun, segeralah ke dokter bila kondisi mata si Kecil tak kunjung membaik ya, Bu.

    Selain konjungtivitis, mata merah pada bayi juga bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

    • Iritasi Iritasi yang menyebabkan mata bayi merah sebelah maupun keduanya bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terpapar asap rokok, kemasukan sampo, hingga terkena klorin dari air kolam renang. Untuk mengatasinya, Ibu bisa memberikan obat tetes mata atau membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
    • Flu Flu karena infeksi virus juga dapat menyebabkan mata merah pada bayi. Hal ini bisa terjadi jika si Kecil tertular seseorang yang mengalami kondisi yang sama. Ibu harus segera membawa bayi ke dokter jika disertai dengan gejala demam lebih dari 38 derajat Celcius, susah bernapas, batuk terus-menerus, menangis yang tidak biasa, dan frekuensi BAK yang tidak menurun.
    • Pembuluh Darah Pecah Penyebab mata merah pada bayi yang terakhir adalah pembuluh darah yang pecah atau dalam istilah medis disebut dengan subconjunctival hemorrhages. Pembuluh darah yang pecah terjadi persis di bawah konjungtiva mata bayi. Konjungtiva tidak dapat menyerap seluruh darah yang keluar, sehingga menyebabkan mata menjadi merah.

Mata merah pada bayi baru lahir juga bisa terjadi karena adanya tekanan saat proses persalinan. Sebenarnya kondisi keluhan mata merah ini tidak berbahaya dan dapat menghilang sendiri dalam waktu satu atau dua minggu. Ibu hanya bisa menunggu dan tidak perlu melakukan penanganan apa pun. Mungkin juga dengan memberikan obat tetes mata. Namun jika sudah lebih dari dua minggu mata bayi masih merah, Ibu perlu memeriksakan kondisinya pada dokter.

Nah, itulah serba-serbi mata merah pada bayi yang perlu diketahui. Semoga info ini berguna bagi Ibu, terutama bila ada keluhan mata merah pada anak maupun yang mengalami hal serupa. Perlu diingat sekali lagi bahwa pengobatan atau penanganan mata merah pada bayi juga tidak boleh sembarangan. Ibu perlu menyesuaikan pengobatan dengan penyebabnya.

Jika Ibu memiliki pertanyaan seputar nutrisi pada anak, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu. Selamat mencoba.

Di samping mengenali faktor pemicu dan cara memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasi keluhan mata merah pada anak atau mata merah pada bayi, Ibu juga bisa menjaga daya tahan tubuh dengan asupan ASI yang tepat. Tingkatkan kualitas ASI dengan konsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), dan omega 6 (LA) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil serta kesehatan Ibu.

Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil, serta mengandung tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak janin dalam kandungan.

Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual.

Untuk memantau tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima, sebaiknya Ibu menggunakan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Ibu bisa cobain fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz