Share Like
Simpan

Selama ini mungkin Ibu mengira bahwa kondisi mata merah hanya bisa terjadi pada balita dan dewasa, ya. Awalnya saya juga berpikir demikian. Namun, di salah satu forum konsultasi kesehatan bayi online yang saya ikuti, seorang ibu bercerita bahwa beberapa hari yang lalu, bayinya yang baru berusia seminggu mengalami hal ini. Kasihan sekali.

Kemudian, ibu itu pun segera membawa si Kecil ke dokter anak untuk memeriksakan kondisi matanya. Berikut beberapa hal yang dijelaskan dokter pada si ibu terkait kondisi mata merah yang dialami bayinya:

Sekilas Seputar Mata Merah pada Bayi

Kondisi mata merah atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai konjungtivitis bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir. Konjungtivitis terjadi saat selaput bening yang melapisi bagian warna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata mengalami peradangan. Pada bayi baru lahir, peradangan rentan menyebar hingga merusak mata si Kecil bila tidak segera diobati, Bu.

Faktor Pemicu Mata Merah atau Konjungtivitis

Peradangan penyebab konjungtivitis pada mata bisa dipicu oleh berbagai hal, Bu. Di antaranya yaitu virus, bakteri, maupun alergi. Berikut penjelasan selengkapnya beserta cara menanganinya:

1. Konjungtivitis yang Disebabkan oleh Virus

Beberapa gejala yang akan terlihat bila si Kecil mengalami konjungtivitis karena virus antara lain:

  • Mata si Kecil berwarna merah atau merah muda, terlihat bengkak pada semua bagian, mengeluarkan cairan, dan menjadi lebih sensitif ketika terkena cahaya.
  • Bersamaan dengan memerahnya mata, si Kecil juga mengalami pilek dan rasa tak nyaman sehingga ia menangis terus-menerus.

Bila hal ini terjadi, yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya yaitu:

  • Coba untuk membersihkan mata si Kecil dengan hati-hati secara teratur. Ibu bisa melakukannya dengan mengusap matanya menggunakan handuk lembut yang sebelumnya sudah dibasahi dengan air hangat.
  • Selain itu, untuk mengurangi sensasi rasa pedih pada mata si Kecil, Ibu juga disarankan mengompres matanya 2-3 kali sehari menggunakan handuk yang telah direndam air hangat. Oya, untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke mata bayi kesayangan, pastikan handuk sudah diperas dengan baik sebelum digunakan untuk mengompres, ya.

2. Konjungtivitis yang Disebabkan oleh Bakteri

Sementara, untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri, gejala-gejala yang akan tampak antara lain:

  • Mata berwarna merah atau merah muda; terasa nyeri pada ujung atau sebagian mata yang ditandai dengan amat rewelnya si Kecil; si Kecil terlihat sering berusaha mengarahkan tangannya ke mata karena terasa amat gatal; mata mengeluarkan cairan berwarna hijau atau kuning kehijauan dan terlihat tertutupi kulit pada pagi hari saat bayi bangun tidur.

Bila si Kecil mengalami konjungtivitis seperti ini, Ibu perlu segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan salep atau tablet yang bisa membantu mempercepat pemulihan mata bayi Ibu.

3. Konjungtivitis yang Disebabkan oleh Alergi

Selain dua faktor di atas, konjungtivitis juga bisa disebabkan oleh alergi, Bu. Pemicunya biasanya asap, udara kotor, debu, susu, ataupun interaksi dengan hewan. Beberapa gejala konjungtivitis karena alergi antara lain:

  • Mata si Kecil tampak bengkak, merah, berair, dan mengeluarkan kotoran terus-menerus.

Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan si Kecil, dokter menganjurkan Ibu untuk mengompres mata bayi menggunakan handuk dingin. Selain itu, Ibu juga perlu mencari tahu apa yang menjadi pemicu reaksi alergi si Kecil. Dengan begitu, ke depannya, Ibu bisa menghindarkan risiko alergi pada mata bayi sehat kesayangan Ibu. Namun, segeralah ke dokter bila kondisi mata si Kecil tak kunjung membaik ya, Bu.

Nah, itulah serba-serbi konjungtivitis pada bayi yang saya ketahui dari curhatan seorang ibu di forum online. Semoga info ini berguna, ya, Bu.