Share Like
Simpan

Bagaimana tumbuh kembang si Kecil, Bu? Tumbuh kembang balita memang salah satu periode yang sangat penting bagi orang tua. Pada masa ini, Ibu akan banyak mendapati kejutan-kejutan yang menakjubkan dari balitanya. Kejutan tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang balita yang tentunya tidak akan terulangi di waktu-waktu yang akan datang.

Ada beberapa tahap tumbuh kembang balita, salah satunya adalah tahap perkembangan motorik halus. Keterampilan motorik halus ini adalah kemampuan yang melibatkan aktivitas otot kecil, terutama keterampilan koordinasi antara mata dan tangan. Agar tumbuh kembang balita maksimal, keterampilan saraf motorik halus ini harus dirangsang dan dilatih secara terus menerus. Nah berikut ini adalah bentuk keterampilan motorik halus yang biasanya dilalui balita usia prasekolah dan beberapa rangsangan untuk memaksimalkannya. Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini:

  • Bertepuk tangan
  • Menyentuh jari
  • Membuka resleting baju atau celana
  • Membuka kancing baju
  • Menggambar dan mewarna bentuk sederhana menggunakan krayon atau pensil
  • Membangun menara dengan balok
  • Menyusun puzzle

Untuk memaksimalkan tumbuh kembang balita terutama motoriknya, Ibu perlu melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Mendorong Kreativitas

    Orang tua dapat mengembangkan keterampilan motorik halus balita dengan mendorongnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitasnya. Ibu dapat menyediakan permainan seperti bongkar pasang ataupun blok magnet yang sangat menguji kreativitas. Selain itu, Ibu juga bisa merangsang keterampilannya melalui buku gambar, krayon, cat, dan perlengkapan kerajinan tangan lainnya.

  2. Membiarkan Berproses

    Pada usia balita, Ibu hendaknya lebih fleksibel dan tidak banyak membatasi si Kecil dalam bermain karena hal tersebut merupakan sebagian dari proses tumbuh kembang balita. Biarkan si Kecil bermain dengan cat, lem, pasir, atau air sekalipun karena dari situlah ia akan mengetahui dan mempelajari banyak hal baru.

  3. Jangan Ragu Memuji

    Ketika si Kecil menunjukkan hasil karyanya yang mungkin bagi Ibu ‘berantakan’, tetaplah hargai dan katakan bahwa itu adalah karya yang sangat luar biasa. Kemudian, pancing si Kecil untuk menceritakan karya yang ia buat dengan dengan bahasanya sendiri. Jika ini dibiasakan terus menerus maka dengan sendirinya keterampilan motorik halusnya akan dapat berkembang dengan lebih optimal.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita terutama bagian motorik halusnya. Umumnya, perkembangan motorik halus memang lebih lambat dari pada kemampuan motorik kasarnya. Untuk itu, diperlukan banyak latihan dan rangsangan agar perkembangan keduanya berjalan seimbang. Tetap semangat damping si Kecil ya, Bu!