Share Like
Simpan

Ada-ada saja ya, ide si Kecil untuk mencegah Ayahnya kedinginan di video satu ini. Diam-diam, saya memerhatikan dari jauh ketika si Kecil sibuk memindahkan barang-barang di atas meja sampai menyelimuti Ayah dengan taplak. Reaksi spontan si Kecil yang menunjukkan kecerdasannya ini merupakan Momen Wow yang berharga.

Ibu dapat terus merangsang perkembangan si Kecil menjadi anak wow, Bu. Saya sering kali melakukannya melalui berbagai  permainan anak yang kreatif maupun aktivitas sehari-hari. Tak sekadar bermain atau beraktivitas biasa, ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan ketika merangsang Momen Wow si Kecil, lho. Kali ini, saya akan membagikan tips dan triknya. Yuk, simak selengkapnya.

1. Biarkan si Kecil Memerhatikan

Menurut dokter spesialis anak dari Valley Center for Child Development di New Jersey, AS, Lisa Nalven, M.D., anak akan meniru banyak hal dari orang di sekitarnya, termasuk Ibu. Mulai dari cara berbicara, bersikap, maupun kebiasaan lainnya. Oleh karena itu, saya sering memperlihatkan banyak aktivitas positif pada si Kecil, seperti merapikan piring-sendok setelah makan, membantu Adik memakai jaket, memberikan selimut kepada Ayah, dan sejenisnya.

Anak-anak memang tidak langsung meniru sikap ataupun kebiasaan yang ia perhatikan dari orang dewasa. Namun, otaknya akan mengolah informasi tersebut, sebelum memutuskan untuk menirunya atau tidak. Jadi, meski Ibu tidak mengajari si Kecil secara langsung, memori tentang hal tersebut akan menjadi pembelajaran baginya, lho. Ketika menemukan kondisi serupa di kemudian hari, si Kecil bisa jadi akan memberikan respon berdasarkan hal yang pernah dilihatnya.

2. Pancing dengan Pertanyaan

Umumnya, anak usia 1-3 tahun sudah bisa menjawab pertanyaan tertutup dengan baik, Bu,  sedangkan di atas 3 tahun, si Kecil sudah mencoba menjawab pertanyaan terbuka. Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya hanya dua hal, iya atau tidak, mau atau tidak mau, dan sejenisnya, sedangkan pertanyaan terbuka umumnya diawali kata mengapa, siapa, dan sejenisnya, yang membutuhkan penjelasan.

Nah, melihat hal ini, saya pun memanfaatkannya dengan memancing si Kecil melalui pertanyaan. Ketika mengajak si Kecil bermain ke tempat umum, tak ada salahnya bertanya tentang hal di sekitarnya. Saat melihat anak yang terjatuh saat bermain di taman, saya bertanya, “Nak, kalau ada yang jatuh seperti itu, kamu akan ngapain?” Dengan begitu, si Kecil akan mencoba berpikir dan menemukan jawabannya. Jika si Kecil terlihat kebingungan, Ibu bisa memancing dengan pertanyaan tertutup seperti, “Mau bantuin nggak?” dan sejenisnya.

3. Biasakan Memilih

Tahukah Ibu, ketika mengambil keputusan spontan untuk melakukan suatu hal, si Kecil juga mengeluarkan keberaniannya, lho. Nah, hal ini bisa dilatih dengan membiasakan si Kecil mengambil keputusan sendiri. Misalnya, memilih jenis permainan yang ingin dilakukan bersama, memutuskan pakaian yang ingin ia pakai, dan sebagainya. Setelah itu, hargai keputusan si Kecil dengan mengikuti pilihannya ya, Bu.

Dengan mengikuti pilihan si Kecil, secara tidak langsung, Ibu telah meningkatkan rasa percaya diri si Kecil, lho. Ia akan merasa puas karena keputusannya dijalankan, sehingga di kemudian hari, si Kecil akan lebih berani untuk mengambil keputusan sendiri. Jadi, saat si Kecil melihat suatu masalah, ia akan berinisiatif menemukan solusinya.

4. Buat Aktivitas Kreatif

Untuk melahirkan ide wow, si Kecil butuh kreativitas. Setuju kan, Bu? Oleh sebab itu, Ibu bisa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas kreatif bersama, seperti melukis, menggambar, membuat prakarya, bermain lego, dan sebagainya. Selama beraktivitas, si Kecil dirangsang untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya secara bebas.

Selain itu, ketika Ibu memancing kreativitas si Kecil, Ibu juga melatih kemampuan si Kecil yang lain, lho. Menurut artikel yang saya baca, aktivitas kreatif juga mengembangkan kemampuan sosial dan berkomunikasi sehingga lebih mudah berinteraksi dengan orang lain,  serta merangsang sisi emosional anak sehingga lebih ekspresif. Wah, ternyata banyak sekali ya, manfaatnya untuk membuat si Kecil menjadi anak wow.

5. Beri Tanggung Jawab

Belajar dari pengalaman orang tua, saya mengajarkan tanggung jawab kepada si Kecil sejak dini. Hal ini bisa dilakukan dari hal paling sederhana, seperti meletakkan baju kotor ke keranjang, merapikan mainan bekas pakai, membereskan tempat tidur setelah bangun, dan sejenisnya. Dari aktivitas tersebut, si Kecil akan belajar keteraturan, kebersihan, dan nilai penting lainnya.

Ketika nilai tersebut tertanam dengan baik, ia akan memberikan respon yang baik terhadap aktivitas serupa, Bu. Misalnya, karena terbiasa merapikan mainan sejak dini, si Kecil akan membantu temannya merapikan mainan ketika bermain di rumah mereka. Ketika melihat barang-barang berserakan di lantai, si Kecil otomatis merapikan barang tersebut sebagaimana ia merapikan mainan bekas pakai.

6. Tunjukkan Sikap Terbuka

Hal terakhir namun tak kalah penting, Ibu bisa menunjukkan sikap terbuka terhadap hal yang dilakukan si Kecil. Apalagi, seperti anak seusianya pada umumnya, si Kecil punya rasa penasaran dan ingin mencoba yang tinggi. Oleh karena itu, secara alamiah, ia suka melakukan berbagai hal baru.

Menurut dokter di forum diskusi perawatan anak yang saya ikuti, si Kecil akan lebih berani mengambil inisiatif ketika merasa tidak dihakimi. Ketika ia yakin tidak akan dimarahi, ditertawakan, atau disalahkan karena melakukan suatu hal, si Kecil menjadi lebih berani mengambil inisiatif melakukan suatu hal, sehingga Momen Wow si Kecil pun mengalir secara spontan.

Bagaimana, Bu, tak sulit bukan, merangsang si Kecil tumbuh menjadi anak Wow? Lewat permainan anak yang kreatif maupun kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, Ibu dapat merangsang kemampuan si Kecil tanpa membuatnya merasa terpaksa melakukan hal tersebut. Ibu juga bisa memicu ide wow si Kecil dengan mengikuti kompetisi Momen Wow 2017. Kirimkan cerita dan foto yang menggambarkan spontanitas dan kecerdasan si Kecil ketika berinteraksi dengan orang dan lingkungan di sekitarnya di www.momenwow.com. Si Kecil berkesempatan menjadi bintang iklan Frisian Flag dan memenangkan hadiah puluhan juta rupiah. Jadi, selamat mencoba, Bu!