Whatsapp Share Like Simpan

Bu, saat anak berusia 0 hingga 5 tahun, ia akan mengalami periode golden age. Apa itu? Golden age atau masa keemasan adalah masa terpenting bagi anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada periode ini, terjadi pembentukan sistem saraf dan hubungan antara sel-sel saraf yang akan menentukan kecerdasan seorang anak. Di sini, peran orang tua sangat penting dalam memperhatikan setiap detail pada buah hatinya.

Kenali Kepribadian dan Sifat Anak

Setiap anak dilahirkan dengan kepribadian dan sifat yang berbeda-beda. Ada yang cenderung pemberani, tapi ada yang penakut. Ada juga yang periang, tapi ada yang lebih pemarah. Orang tua perlu untuk memahami kepribadian buah hatinya agar dapat memberikan perawatan yang sesuai serta membantunya untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Pertumbuhan emosional anak juga perlu untuk dipelihara secara sehat supaya anak memiliki rasa empati terhadap orang lain.

Berikan yang Dibutuhkan Anak

Pada dasarnya, yang dibutuhkan anak di setiap tumbuh kembangnya tidaklah rumit, Bu. Ibu dan Ayah hanya perlu memberikan cinta, pengertian, dan waktu kepada buah hati. Ketiga hal tersebut adalah yang paling dibutuhkan di periode golden age setiap anak, terutama di tiga tahun pertama kehidupannya.

Menurut sebuah penelitian otak terbaru, sejak bayi terlahir ke dunia hingga usia 5 tahun merupakan tahun terpenting dalam tumbuh kembangnya. Berikut adalah beberapa hal yang penting untuk diberikan oleh orang tua selama proses memelihara dan merawat buah hatinya:

  • Bersikap penuh kasih sayang, hangat, dan responsif.
  • Sering mengajak anak bicara, serta membaca dan menyanyi untuk anak.
  • Memahami bahwa setiap anak itu unik.
  • Membuat rutinitas harian bersama anak.
  • Disiplin dalam mengajari anak.
  • Memilih tontonan yang baik sesuai dengan usia anak.
  • Memberikan pengawasan saat anak bermain agar terjaga keamanan dan keselamatannya.
  • Memilih tempat penitipan atau sekolah anak yang berkualitas dan tetap terlibat didalamnya.

Tahapan yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Selain memberikan hal-hal yang dibutuhkan oleh anak, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa tahapan yang terjadi di periode golden age anak. Inilah beberapa tahapannya:

Artikel Sejenis

  1. Perkembangan motorik halus. Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan fisik yang melibatkan koordinasi mata-tangan dan otot kecil. Contoh motorik halus pada anak antara lain menggunakan pensil, berlatih mengancingkan baju, menggunakan sendok-garpu, melipat kertas, dan menggunting.
  2. Perkembangan motorik kasar. Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan yang berkaitan dengan gerakan tubuh yang menggunakan otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh. Motorik kasar dipengaruhi oleh berat badan, usia, dan pertumbuhan anak. Contohnya antara lain berdiri, berjalan, berlari, naik-turun tangga, memanjat, dan menendang.
  3. Perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif pada anak mencakup pada mengolah dan mengelompokkan sesuatu yang nampak oleh indera penglihatannya. Orang tua berperan sangat besar dalam melatih perkembangan kognitif anak. Caranya adalah dengan mengajak anak untuk mengunjungi berbagai tempat, seperti kebun binatang, tempat bermain, tempat wisata, dan tempat umum lainnya.
    Minta anak untuk mengamati apa yang ia lihat di tempat-tempat tersebut, kemudian ajak ia untuk menceritakan pengalaman yang ia lihat dan rasakan. Perkembangan kognitif penting untuk diperhatikan supaya anak dapat berbahasa dengan baik, berpikir secara logis, mencintai alam, serta dapat berperilaku yang menyenangkan.
  4. Mengenali gangguan tumbuh kembang anak. Anak mungkin saja mengalami gangguan tumbuh kembang saat periode golden age, seperti gangguan bicara, gangguan berjalan, gangguan interaksi sosial, gangguan kognitif, gangguan motorik kasar, atau gangguan motorik halus.
    Orang tua perlu untuk mengenali tanda-tandanya dan segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sebab gangguan tumbuh kembang dapat mempengaruhi masa depan anak.
  5. Mengenali potensi anak. Sangat penting untuk mengenali potensi dari anak Ibu. Bagaimana caranya? Potensi anak bisa diketahui melalui analisa biometrik yang salah satunya menggunakan pemindaian sidik jari. Dari metode tersebut, dapat diketahui seperti apa potensi yang dimiliki olehnya, misalnya saja anak yang memiliki kreatifitas yang tinggi dapat disalurkan bakatnya ke bidang yang sesuai dengan kreatifitasnya. 
  6. Mendukung potensi anak. Setelah mengenali potensi yang dimiliki oleh anak, orang tua perlu untuk mendukungnya. Berikan arahan dan fasilitasi anak untuk mengembangkan potensinya. Misalnya anak sangat menyukai olahraga, maka sering ajak ia untuk beraktivitas fisik dan mendaftarkannya pada les olahraga yang ia minati. Jangan paksakan kehendak dan keinginan Ibu dan Ayah kepada anak, apalagi sampai menakuti-nakuti dan menghalangi yang dapat menghancurkan potensi anak.

Bagaimana dengan buah hati Ibu? Pastikan Ibu selalu memberikan, memperhatikan, dan mendukung semua yang dibutuhkan anak di periode golden age-nya, ya. Biarkan ia tumbuh dan berkembang sesuai dengan baik tanpa kekurangan dan rasa paksaan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Di sini para ahli dapat membantu menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu agar dapat menggunakan fitur tersebut.

Sumber:

Tirto, Psyline