Share Like
Simpan

Masa keemasan atau golden years merupakan masa yang sangat penting. Pasalnya, pada masa inilah struktur otak balita mengalami perkembangan yang paling pesat. Stimulasi yang diberikan pada masa ini akan berpengaruh besar.


Pada masa golden years, yang berlangsung dari 0 sampai 3 tahun pertama sejak kelahiran, perkembangan sel-sel saraf otak balita berkembang sangat pesat. Hal ini dapat diketahui dari penambahan berat otak ataupun lingkar kepala balita.

Proses perkembangan ini berlangsung sangat cepat hingga balita berusia tiga tahun. Setelah masa ini, proses akan berjalan lebih lambat pada usia sekolah dan usia remaja.

Hal ini menunjukkan bahwa sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas stimulasi yang didapat oleh balita, baik dari masa di dalam kandungan, sampai tiga tahun setelah ia dilahirkan.

Berkaitan dengan stimulasi, orangtua harus memahami bahwa stimulasi yang tepat sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan balita. Semakin banyak stimulasi yang diberikan, semakin optimal kecerdasan balita.

Namun stimulasi yang diberikan tersebut tidak boleh hanya berdasarkan satu aspek saja. Sebaliknya, stimulasi harus diberikan secara menyeluruh pada berbagai aspek, misalnya saja sistem penginderaan. Sistem penginderaan ini termasuk di dalamnya: pendengaran, penglihatan, peraba, penciuman dan pengecapan.

Selain itu, stimulasi yang diberikan harus juga dapat merangsang gerakan, baik gerakan kasar maupun halus. Kemudian stimulasi juga harus dapat merangsang perasaan dan pikiran balita.

Lalu apa yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam memberikan stimulasi pada balita? Pertama adalah berikan stimulasi sesuai dengan usia dan tahapan tumbuh kembang balita. Pada usia 0- 3 bulan, misalnya stimulasi dilakukan dengan memberikan senyuman, berbicara, menirukan ocehan balita, membunyikan berbagai suara sampai menggerakkan benda-benda berwarna mencolok.

Kemudian pada usia hingga 6 bulan stimulasi dapat ditambah dengan bermain ”cilukba”, mencari sumber suara, mengulang beberapa kata, meraih dan memegang mainan, dirangsang tengkurap, dan lain sebagainya.

Di samping itu, hal yang mesti diingat oleh orangtua adalah, stimulasi sebaiknya dilakukan secara terus-menerus setiap ada kesempatan, misalnya sambil mengganti popok, ataupun sambil memberi makan. Semua itu dilakukan dalam suasana bermain, penuh kegembiraan dan bervariasi.

Pada fase berikutnya, rangsanglah balita agar tertarik untuk mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai hal di lingkunganya. Beri anak kebebasan dan dorongan untuk mengembangkan khayalan, merenung dan berpikir.