Whatsapp Share Like Simpan

Apakah Ibu sedang mencari informasi bagaimana cara menghilangkan bruntusan pada kulit si Kecil? Sebenarnya bruntusan yang dialami bayi bukan kondisi yang berbahaya, tetapi akan mengganggu kenyamanan si Kecil, salah satunya mengganggu kualitas tidurnya. Itulah sebabnya, Ibu perlu mengetahui cara menghilangkan bruntusan agar kesehatan kulit si Kecil pun tetap terjaga.

Sebelum membahas mengenai cara menghilangkan bruntusan, sebaiknya Ibu memahami terlebih dahulu penyebab dan jenis-jenis bruntusan yang biasa dialami oleh bayi. Dengan begitu, Ibu bisa melakukan cara menghilangkan bruntusan secara tepat sesuai dengan kondisi kulit si Kecil.

Penyebab Bruntusan pada Kulit Bayi

Umumnya bruntusan pada kulit bayi muncul ketika keringat tersumbat di bagian bawah permukaan kulit. Ini karena bayi baru lahir memiliki kelenjar keringat yang sangat kecil dan belum bisa mengendalikan suhu tubuhnya sendiri, sehingga bruntusan muncul. Selain itu, sumbatan juga disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan sebutan Staphylococcus epidermidis. Meskipun kondisi ini normal, tetapi Ibu harus mengetahui cara menghilangkan bruntusan pada si Kecil agar kenyamanannya tidak terganggu.

Bruntusan pada bayi biasanya terlihat di beberapa bagian pada tubuh yang memiliki lipatan, seperti leher, ketiak, paha, punggung, dada, dan bagian lipatan lainnya. Kondisi ini akan semakin terlihat ketika cuaca panas karena bayi mudah berkeringat. Bruntusan pada bayi juga memiliki beberapa jenis. Untuk itu, Ibu perlu mengetahui setiap jenisnya agar dapat melakukan cara menghilangkan bruntusan dengan tepat.

Jenis-jenis Bruntusan yang Biasa Dialami oleh Bayi

Apabila ditinjau lebih detail lagi, bruntusan pada bayi umumnya dibedakan ke dalam 2 kondisi, yaitu jerawat bayi dan milia.

Artikel Sejenis

  • Jerawat Bayi

    Sama seperti jerawat pada umumnya, jerawat bayi berbentuk bintik putih atau merah yang dikelilingi dengan kulit kemerahan. Kemungkinan munculnya jerawat bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pengaruh hormon, pertumbuhan bakteri di kulit, dan kulit bayi masih sensitif. Kondisi ini biasanya muncul saat bayi berusia 4-6 minggu atau beberapa hari setelah ia lahir. Lantas, adakah cara menghilangkan bruntusan dengan jenis jerawat bayi ini? Sebenarnya jerawat yang dialami bayi ini umumnya hanya muncul selama beberapa hari atau minggu dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun, terkadang jerawat bayi juga bisa muncul lebih lama hingga beberapa bulan ke depan.

  • Milia

    Sedikit berbeda dengan ciri-ciri jerawat bayi, milia biasanya muncul dengan tanda bintik putih secara keseluruhan pada beberapa bagian kulit si Kecil. Biasanya bruntusan pada bayi sering dikaitkan dengan kemunculan milia. Bintik putih atau milia pada bayi muncul ketika protein kulit keratin terperangkap di bawah permukaan kulit si Kecil.

    Ciri-ciri yang membedakan milia pada bayi dengan milia pada anak maupun orang dewasa adalah tidak adanya gejala sakit atau gatal. Ini karena milia pada bayi tidak berkaitan dengan gangguan kesehatan kulit yang biasa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. 

    Lantas, adakah cara menghilangkan bruntusan seperti milia pada bayi? Tentu ada ya, Bu. Namun, sebenarnya milia pada bayi tidak memerlukan perawatan atau pengobatan khusus. Hal ini karena milia akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 minggu setelah sel kulit mati terkelupas. Perlu Ibu ketahui juga, bruntusan pada bayi karena milia bisa dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan tingkat keparahannya, yaitu:

    1. Miliaria rubra

      Miliaria rubra termasuk jenis bruntusan pada bayi yang paling sering terjadi. Penyebabnya sama, yaitu karena kelenjar keringat yang tersumbat di lapisan epidermis dan dermis kulit. Bruntusan jenis ini biasanya menyebabkan kulit tidak rata dan muncul warna kemerahan dengan rasa gatal.

    2. Miliaria crystallina

      Jenis bruntusan pada bayi berikutnya adalah milia crystallina, yaitu kondisi bruntusan yang cukup normal dan tidak parah. Biasanya muncul bintik putih pada kulit bayi, namun tidak berwarna kemerahan.

    3. Miliaria profunda

      Miliaria profunda termasuk jenis bruntusan yang paling parah, tetapi jarang terjadi. Biasanya kondisi ini akan memunculkan sensasi terbakar di kulit. Bahkan, si Kecil bisa merasa lesu dan kehabisan energi. Bruntusan ini pun rentan mengalami infeksi.

    4. Miliaria pustulosa

      Selain miliaria profunda, miliaria pustulosa juga termasuk jenis bruntusan yang parah karena bintik putihnya berisi cairan kuning. Apabila pecah, ada kemungkinan bruntusan ini mengeluarkan darah. 

Ibu tidak perlu khawatir jika si Kecil mengalami bruntusan yang tidak disertai gejala lain. Namun, jika bruntusan yang dialami si Kecil tak kunjung hilang dalam waktu yang lama atau menimbulkan gejala tambahan lain, sebaiknya Ibu membawa si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih tepat. Apabila bruntusan pada si Kecil masih normal, ada beberapa cara menghilangkan bruntusan yang bisa Ibu lakukan di rumah. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Baca juga: Jenis-jenis Eksim pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Cara Menghilangkan Bruntusan pada Kulit Bayi

Seperti yang telah disebutkan, bruntusan pada kulit bayi sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya, tetapi kondisi ini juga akan mengganggu kenyamanan si Kecil. Oleh karena itu, Ibu bisa melakukan beberapa cara menghilangkan bruntusan berikut ini:

  1. Selalu perhatikan kondisi kulit si Kecil

    Salah satu cara menghilangkan bruntusan pada kulit si Kecil bisa Ibu lakukan dengan menjaga kondisi kulitnya secara rutin. Apabila kulit si Kecil berkeringat, sebaiknya segera membersihkan area yang terkena keringat untuk meminimalisir munculnya bruntusan. Selain itu, cara menghilangkan bruntusan juga bisa dengan menjaga kulit si Kecil tidak terlalu kering ataupun lembap.

  2. Gunakan kompres dingin

    Cara menghilangkan bruntusan yang selanjutnya yaitu dengan mengompres pada bagian kulit yang muncul bintik-bintik putih akibat bruntusan. Cara ini sebenarnya cukup mudah, Ibu perlu menyediakan es batu yang dibalut dengan kain kasa halus atau handuk yang bersih dan halus di bagian kulit si Kecil. Namun, Ibu perlu melakukan cara menghilangkan bruntusan ini secara perlahan-lahan, agar si Kecil tidak kaget saat merasakan sensasi dingin dari es batu tersebut.

  3. Mandikan si Kecil dengan air hangat

    Cara menghilangkan bruntusan lainnya yaitu dengan memandikan si Kecil menggunakan air hangat dan tanpa sabun. Sebab, beberapa jenis sabun bisa memicu munculnya bruntusan yang lebih parah. Setelah selesai mandi, Ibu sebaiknya mengeringkan bagian yang terkena bruntusan secara alami tanpa menggunakan handuk sebagai cara menghilangkan bruntusan dengan baik. Pastikan pula bagian tersebut kering sempurna ya, Bu.

  4. Rajin bersihkan area lipatan pada tubuh si Kecil

    Seperti yang Ibu ketahui, bagian tubuh yang ada lipatan sering kali jadi tempat munculnya bruntusan. Oleh karena itu, pastikan Ibu untuk membersihkan bagian lipatan tersebut secara rutin sebagai cara menghilangkan bruntusan.

  5. Cermat memilih losion kulit

    Karena kulit bayi masih sangat sensitif, Ibu perlu lebih cermat dalam memilih losion kulit yang cocok bagi si Kecil. Apalagi jika si Kecil sedang mengalami bruntusan atau masalah kulit lainnya. Itulah sebabnya, salah satu cara menghilangkan bruntusan bisa dengan memilih losion khusus bayi yang tepat. Namun, sebaiknya Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan losion yang tepat sesuai dengan kondisi kulit si Kecil.

Itulah beberapa penyebab, jenis, dan cara menghilangkan bruntusan yang perlu Ibu ketahui. Pada beberapa kondisi, bruntusan pada bayi yang usianya sudah lebih tua bisa disebabkan oleh alergi. Salah satu penyebabnya bisa karena makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Ibu. Sebab, selama masa menyusui, makanan dan minuman yang Ibu konsumsi akan berpengaruh terhadap si Kecil. 

Oleh karena itu, Ibu perlu menjaga asupan makanan dengan tepat, termasuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin E karena dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Kedua jenis nutrisi tersebut terkandung dalam susu Frisian Flag MAMA. Selain itu, susu Frisian Flag MAMA juga diperkaya oleh nutrisi penting lainnya, seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, serat pangan (inulin), serta 29 vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung kesehatan Ibu dan tumbuh kembang si Kecil.