Whatsapp Share Like Simpan

Kelahiran buah hati menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh Ibu hamil. Ada banyak hal yang perlu Ibu persiapkan jelang hari persalinan, salah satunya adalah mempersiapkan baju bayi baru lahir. Tak heran jika banyak Ibu yang sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari, guna memenuhi perlengkapan yang dibutuhkan oleh si Kecil setelah lahir. 

Memilih baju bayi baru lahir memang cukup menyenangkan karena Ibu akan melihat berbagai model dan warna yang menarik. Apalagi saat ini sudah banyak baju bayi baru lahir yang dijual dengan model lucu dan harga terjangkau. Namun, sebenarnya Ibu perlu hati-hati dalam memilih baju yang nyaman untuk si Kecil.

Sebaiknya hindari membeli baju hanya melihat warna dan coraknya yang lucu. Ibu juga perlu memerhatikan bahan, ukuran, dan model dari baju bayi baru lahir tersebut. Ini karena bahan baju akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi baru lahir yang masih sensitif. Oleh karena itu, butuh pertimbangan saat memilih baju yang nyaman untuk buah hati. 

Tips Memilih Baju Bayi Baru Lahir

Memilih baju yang nyaman akan sangat berguna bagi bayi baru lahir. Ini karena baju akan terus menempel dengan kulit si Kecil sepanjang waktu. Nah, berikut ini beberapa tips memilih baju bayi baru lahir yang tepat: 

  1. Pilih Baju Bayi Baru Lahir dengan Bahan Lembut

    Seperti yang Ibu ketahui, kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif dan lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Hal ini membuat kulit bayi cenderung lebih mudah iritasi jika terkena bahan kimia atau zat berbahaya yang berasal dari bahan baju. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memilih baju bayi baru lahir yang terbuat dari bahan katun yang lembut dan mampu menyerap keringat dengan baik.

    Artikel Sejenis

  2. Sesuaikan dengan Kebutuhan Bayi

    Memilih baju bayi baru lahir memang menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi sering kali kegiatan ini justru membuat Ibu kalap ingin memborong semua jenis baju yang lucu. Akibatnya, baju bayi baru lahir akan menumpuk di rumah. Sedangkan, si Kecil akan tumbuh dengan cepat, sehingga membutuhkan baju yang ukurannya lebih besar.

    Maka dari itu, pastikan Ibu membeli baju bayi seperlunya sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Sebagai contoh, bayi baru lahir hanya memerlukan beberapa baju dan popok. Setelah si Kecil tidak lagi memerlukan popok, Ibu bisa mulai membeli celana bayi. 

  3. Pilih Baju Bayi Baru Lahir yang Modelnya Sederhana

    Baju bayi baru lahir yang banyak aksesori memang lebih menarik dan menggemaskan, namun sebaiknya Ibu menghindari jenis baju seperti itu ya. Ini karena terlalu banyak aksesori bisa membuat si Kecil tidak nyaman dan terkena pada kulitnya yang masih sensitif. Selain itu, aksesori pada baju bayi juga rawan terlepas dan bisa memicu risiko tersedak oleh si Kecil. Baju dengan pita pada bagian lengan atau leher juga tidak aman karena bisa membahayakan si Kecil. 

  4. Pilih Ukuran Sedikit Lebih Besar

    Saat memilih baju bayi baru lahir, sebaiknya Ibu fokus pada ukuran sesuai berat badan, bukan pada usia si Kecil. Sebab, setiap bayi tumbuh dengan berat badan yang berbeda meskipun usianya sama. Misalnya, bayi berusia 2 bulan bisa saja memakai baju untuk bayi usia 4 bulan karena berat badannya yang cenderung besar, begitu juga sebaliknya. 

    Meskipun begitu, Ibu tetap harus memastikan bahwa ukuran yang dipilih benar-benar pas untuk si Kecil. Sebab, setiap merek baju sangat mungkin memiliki patokan ukuran yang berbeda dengan merek lainnya. 

  5. Pastikan Baju Mudah Dipakai dan Dilepas

    Tips selanjutnya yang tak kalah penting yaitu pilih baju bayi baru lahir yang mudah dipakai dan dilepas. Selain memberikan kenyamanan pada si Kecil, cara ini juga bisa memudahkan Ibu jika harus mengganti baju si Kecil. Baju bayi dengan ritsleting dan lubang leher yang melar bisa menjadi pilihan Ibu karena lebih mudah saat memakai dan melepaskannya pada si Kecil. 

    Baca juga: Fakta dan Mitos Madu untuk Bayi, Ibu Wajib Waspada

  6. Pertimbangkan Faktor Cuaca

    Memilih baju bayi baru lahir juga harus mempertimbangkan faktor cuaca ya, Bu. Dalam hal ini, masih banyak yang Ibu keliru karena berniat ingin memberikan baju yang hangat agar nyaman, justru si Kecil bisa merasa gerah jika saat itu cuaca sedang panas. Jadi, selama musim kemarau, hindari menggunakan baju yang tebal dan memiliki banyak lapisan. Cukup baju berbahan katun satu lapis yang mudah menyerap keringat. Dengan begitu, si Kecil akan merasa lebih nyaman dan tidak mudah gerah. Sementara, selama musim dingin atau hujan, Ibu bisa pilih baju yang lebih tebal agar membuat si Kecil lebih hangat.

Tips Mencuci Baju Bayi Baru Lahir Secara Aman

Jika memilih baju bayi termasuk kegiatan yang menyenangkan, terkadang mencuci baju bayi justru sebaliknya. Tidak jarang banyak Ibu yang merasa repot saat harus mencuci baju bayi dengan benar dan aman.Padahal, hal ini penting dilakukan agar si Kecil dapat merasa nyaman dengan baju yang digunakannya. 

Untuk memudahkan Ibu, sebaiknya perhatikan label saat membeli baju bayi. Pada label tersebut biasanya tertera tata cara mencuci yang disarankan. Sebelum mulai mencuci, Ibu juga perlu memilah mana saja baju yang harus dicuci menggunakan tangan dan baju yang dapat dibersihkan dengan mesin cuci. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, di antaranya:

  • Pilih Deterjen yang Tepat

    Supaya mencuci baju bayi lebih aman, Ibu dianjurkan untuk menggunakan deterjen khusus bayi. Cara ini sangat penting agar si Kecil terhindar dari masalah kulit akibat adanya zat kimia berbahaya yang terkandung dalam deterjen. Ibu bisa memilih deterjen cair yang lembut dan ringan (mild) dibandingkan deterjen bentuk bubuk. Ini karena deterjen bubuk cenderung mengandung bahan yang lebih berat dan bisa memicu iritasi pada kulit bayi. 

  • Cermati Bahan Baju

    Mencuci baju bayi baru lahir dengan mesin cuci tentu akan sangat meringankan pekerjaan Ibu. Namun, sebelum melakukan cara tersebut, cermati lagi bahan-bahan baju yang akan dicuci karena beberapa jenis bahan tidak dapat dibersihkan menggunakan mesin cuci. Oleh karena itu, sebelum membeli baju bayi baru lahir, sebaiknya perhatikan dulu prosedur perawatan yang diperlukan.

  • Pisahkan Popok Kain

    Saat mencuci popok kain, pisahkan dengan baju bayi lainnya ya, Bu. Bilas popok minimal dua kali agar sisa sabun benar-benar hilang. Hindari penggunaan deterjen dan pewangi yang mengandung bahan kimia keras. 

  • Merendam Baju

    Baju si Kecil pasti tidak terlepas dari berbagai bercak noda, mulai dari noda ASI, muntahan, urine, atau sisa feses si Kecil. Cara paling mudah menghilangkan noda tersebut dengan segera mencucinya secara terpisah dari baju lain. Namun, jika noda sudah terlanjur menempel, Ibu dapat mencoba menghilangkannya dengan merendam di dalam air dan deterjen khusus bayi. Jika perlu, Ibu juga bisa gunakan penghilang noda yang aman untuk baju bayi. 

Memilih dan mencuci baju bayi baru lahir dengan tepat merupakan kegiatan yang wajib Ibu lakukan agar si Kecil terhindar dari masalah kesehatan, terutama masalah pada kulit. Selain itu, fokus terhadap perlengkapan bayi baru lahir, Ibu juga harus memerhatikan hal lain yang tak kalah penting, seperti kebutuhan gizi harian si Kecil. Oleh karena itu, pastikan Ibu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dari ASI eksklusif untuk bayi usia 1-6 bulan. 

Supaya tumbuh kembang si Kecil lebih optimal, Ibu juga perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu khusus Ibu hamil dan menyusui. Susu Frisian Flag MAMA bisa jadi solusi karena mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk mendukung kesehatan Ibu dan si Kecil. 

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz