Whatsapp Share Like Simpan

Ciri-ciri anak autis sebenarnya sudah bisa terlihat ketika ia masih bayi. Salah satu ciri anak autis yang mungkin saja muncul yaitu saat si Kecil jarang melakukan kontak mata serta kurang responsif atau tidak tanggap sama sekali saat Ibu memanggil namanya. Namun, umumnya gejala autisme pada anak biasanya mulai terlihat jelas saat si Kecil berusia 2-4 tahun. 

Dalam memahami ciri anak autis, penting bagi Ibu untuk mengetahui apa itu autisme. Melansir laman resmi healthline.com, autisme atau autism spectrum disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan terganggunya kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak. Sampai saat ini, penyebab autisme tidak diketahui secara pasti.

Namun, risiko terjadinya gangguan autisme pada anak dapat meningkat jika ada faktor genetik (keturunan) dan lingkungan, misalnya paparan racun, asap rokok, infeksi, efek samping obat-obatan, serta gaya hidup tidak sehat selama Ibu menjalani kehamilan. Lantas, apa saja ciri-ciri anak autis yang perlu Ibu ketahui? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Ciri-ciri Anak Autis

Tahukah Ibu bahwa gejala autisme sangat beragam dan setiap anak yang menderita kondisi ini bisa menunjukkan gejala yang berbeda-beda lho. Akan tetapi, umumnya ciri-ciri anak autis terdiri dari 3 karakteristik utama, di antaranya:

  • Kesulitan komunikasi

    Ciri anak autis yang pertama yaitu kesulitan komunikasi. Masalah komunikasi yang sering dialami oleh anak penderita autisme, antara lain kesulitan bicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa isyarat (menunjuk atau melambai). Ciri anak autis ini kemudian membuat si Kecil kesulitan untuk memulai percakapan dan memahami maksud dari suatu perkataan atau petunjuk yang diberikan oleh Ibu atau orang lain.

    Artikel Sejenis

    Tak jarang, ciri anak autis ini terlihat saat si Kecil mengucapkan satu kata secara berulang atau yang beberapa waktu lalu ia dengar, mengucapkan sesuatu dengan nada tertentu, seperti sedang bersenandung, atau sering tantrum hingga usianya 2 tahun ke atas. 

  • Gangguan saat berhubungan sosial

    Ciri anak autis selanjutnya yang perlu Ibu ketahui yaitu sulit bersosialisasi. Anak dengan autisme sering kali terlihat asyik dengan dunianya sendiri, sehingga sulit terhubung dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Terkadang, ciri anak autis ini pun terlihat kurang responsif atau terlalu sensitif terhadap perasaannya sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, anak dengan autisme tidak mudah berteman, bermain dan berbagi mainan dengan teman lain, atau fokus terhadap suatu objek maupun mata pelajaran di sekolah. 

  • Gangguan perilaku

    Selain sulit berkomunikasi dan bersosialisasi, ciri anak autis juga terlihat dari munculnya gangguan perilaku. Berikut ini beberapa pola perilaku khas yang biasanya terlihat sebagai ciri anak autis, antara lain:

    • Marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan yang jelas
    • Hanya menyukai atau mengonsumsi makanan tertentu
    • Ciri anak autis biasanya terlihat saat ia melakukan tindakan atau gerakan tertentu yang dilakukan secara berulang, seperti mengayun tangan atau memutar-mutarkan badan
    • Hanya menyukai objek atau topik tertentu
    • Ciri anak autis umumnya melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri, seperti menggigit jari dengan kencang atau membenturkan kepala ke dinding
    • Memiliki bahasa atau gerakan tubuh yang cenderung kaku
    • Ciri anak autis lainnya yaitu kesulitan tidur

Meski begitu, ternyata ciri anak autis tidak selamanya buruk lho, Bu. Beberapa anak yang mengalami autisme justru memiliki kelebihan atau bakat di bidang tertentu, misalnya menggambar atau melukis, mampu belajar secara rinci lalu mengingatnya untuk waktu yang lama, atau tertarik mempelajari beberapa alat musik.

Cara Memastikan Anak Menderita Autisme

Selain yang telah disebutkan di atas, ciri-ciri anak autis terkadang bisa menyerupai gangguan lain, seperti gangguan pendengaran, depresi pada anak, gangguan kecemasan, sindrom asperger, serta reaksi trauma akibat kekerasan. Maka dari itu, anak yang terlihat menderita autisme seperti ciri-ciri di atas perlu diperiksakan ke dokter dengan cepat.

Melansir laman resmi parents.com, dalam mendiagnosis ciri anak autis, biasanya dokter akan mengevaluasi tumbuh kembang si Kecil, seperti menilai kemampuan berbicara, berperilaku, belajar, hingga pergerakan tubuh anak. Dokter juga mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain, berupa tes pendengaran, tes genetik (keturunan), dan konsultasi psikologi anak.

Sampai saat ini, belum ada pengobatan pasti yang dapat menyembuhkan autisme. Namun, Ibu bisa melakukan beberapa metode terapi yang dapat dilakukan untuk membantu si Kecil meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar.

Umumnya dokter akan menentukan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing anak secara menyeluruh. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu anak yang mengalami autisme agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mampu hidup mandiri ketika ia dewasa nanti.

Meskipun belum diketahui secara pasti apa saja penyebab autisme, namun salah satu dugaannya bisa karena gaya hidup selama Ibu hamil. Itulah sebabnya, ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi alkohol, rokok, terpapar racun, asap rokok, infeksi, dan penggunaan obat-obatan sembarangan. 

Pemenuhan nutrisi yang tepat dan cukup pada anak berkebutuhan khusus penting dan wajib untuk selalu dipastikan untuk memberikan perubahan perilaku yang semakin baik serta mencegah mereka terkena paparan penyakit. 

Ibu juga bisa memaksimalkan asupan nutrisi untuk tumbuh dan kembang si Kecil dengan memberikan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ secara rutin. Susu bubuk pertumbuhan ini mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial) yang lengkap dan DHA 4x lebih tinggi.

Asupan DHA 4x lebih tinggi di dalam susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ bisa jadi pilihan Ibu untuk memaksimalkan perkembangan otak si Kecil. Tidak hanya membantu perkembangan otaknya, DHA juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil. Susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung asam sialat dan sphingomyelin yang bisa memaksimalkan perkembangan kreativitas si Kecil lebih cerdas.

9AAE (9 Asam Amino Esensial) di dalam Frisian Flag PRIMAGRO 1+ merupakan protein luar biasa yang mudah diserap oleh tubuh si Kecil guna mendukung tumbuh kembangnya. Kekurangan semuanya bisa menurunkan hingga 50% potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil lho, Bu. 9AAE sendiri tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, maka perlu didapat melalui asupan makanan, termasuk salah satunya dari susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+, Bu. Rasanya juga lezat dengan pilihan rasa madu, vanilla, dan cokelat.

Selain itu Ibu bisa mengetahui progres pertumbuhan dan perkembangannya melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang juga terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Di fitur ini, tinggi badan anak, berat badan, lingkar kepala, dan indeks massanya akan diukur, serta disesuaikan dengan grafik pertumbuhan dari WHO.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz