Share Like
Simpan

Bu, pada awalnya saya tidak percaya jika balita bisa terkena penyakit kolesterol. Namun setelah bertukar cerita dengan teman yang juga seorang dokter anak, saya baru tahu bahwa penyakit yang umumnya terjadi pada orang berusia lanjut ini, juga bisa mengganggu kesehatan balita. Agar hal tersebut tidak terjadi pada si Kecil, kenali lebih jauh tentang kolesterol dan cara mencegahnya yuk, Bu!

Apa Itu Kolesterol?

Dari artikel yang saya baca, kolesterol adalah zat lilin yang diproduksi oleh hati, dan berperan untuk membentuk membran sel dan beberapa hormon dalam tubuh. Hati memproduksi sekitar 1000 mg kolesterol per hari, sementara sisanya berasal dari makanan yang kita konsumsi. Sayuran, buah, dan biji-bijian terbilang sehat karena tidak memiliki kandungan kolesterol. Berbeda halnya dengan kuning telur, daging merah, daging unggas, seafood, serta produk susu seperti keju dan es krim yang di dalamnya terkandung kolesterol.

Kolesterol Baik vs Kolesterol Jahat

Meskipun kolesterol sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, ternyata tidak semua kolesterol itu jahat lho, Bu. Berdasarkan hasil obrolan saya dengan teman yang juga seorang dokter anak, High-Density Lipoprotein (HDL) dianggap sebagai kolesterol ‘baik’ karena dapat membawa kolesterol jahat menjauhi arteri dan kembali ke hati untuk diproses dan dibuang dari tubuh. 

Sementara, kolesterol ‘jahat’ yang sering memicu berbagai penyakit adalah Low-Density Lipoprotein (LDL). Kolesterol ini dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku, menyempit, atau bahkan tersumbat. Nah, hal inilah yang kemudian dapat membentuk gumpalan darah yang dapat menyumbat arteri dan menyebabkan timbulnya penyakit jantung dan stroke.

Untuk itu, Ibu perlu menjaga kadar LDL si Kecil agar tidak melebihi 130 mg/dl agar ia terhindar dari penyakit yang bisa berbahaya bagi kesehatannya.

Cara Menjaga Kolesterol si Kecil agar Tetap Normal

• Lakukan pengecekan kadar kolesterol sedini mungkin, terutama jika Ibu, Ayah, atau keluarga terdekat pernah mengalami gangguan kolesterol, jantung, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Pasalnya, anak dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit-penyakit tersebut, berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kolesterol.
• Jaga asupan nutrisi balita dengan memberikan lebih banyak sayur dan buah-buahan, serta biji-bijian dalam menu sehari-hari.
• Pilih makanan yang mengandung Protein, seperti daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.
• Sebelum memberikan si Kecil makanan dalam kemasan, baca dahulu berapa banyak kolesterol dan Lemak yang terkandung di dalamnya. Menurut artikel yang saya baca di forum Ibu & Balita, asupan untuk si Kecil yang berusia dua tahun tidak boleh mengandung kolesterol lebih dari 300 mg, serta kandungan Lemak harus di bawah 10 persen dari total asupan kalori per harinya.
• Pilih produk susu rendah atau tanpa lemak.
• Gunakan minyak sayur atau margarin bebas lemak jenuh saat memasak.
• Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis pada si Kecil.
• Ajak si Kecil untuk lebih giat berolahraga minimal 60 menit setiap hari. Pasalnya, gerak tubuh aktif dapat meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam darah.

Nah, setelah membaca informasi di atas, semoga Ibu jadi lebih tahu bagaimana menjaga kolesterol si Kecil tetap normal, sehingga ia terhindar dari berbagai penyakit. Semoga si Kecil selalu sehat!