Whatsapp Share Like Simpan

Apakah Ibu tahu seperti apa cara menghangatkan ASI yang tepat? Cara menghangatkan ASI harus dilakukan dengan benar agar kualitas ASI tetap terjaga dan nutrisinya tidak hilang. Mengetahui cara menghangatkan ASI dapat membantu Ibu untuk lebih mudah ‘mencampur’ kembali konsistensi ASI, karena saat ASI dibekukan atau didinginkan, lemaknya cenderung terpisah di dalam botol atau kantong khusus penyimpanan ASI.

Cara Menghangatkan ASI yang Benar

Ada beberapa cara menghangatkan ASI yang bisa Ibu lakukan sesuai kebutuhan, baik ASI yang dimasukkan ke dalam kulkas maupun ASI yang dimasukkan ke dalam freezer. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

  • Cara menghangatkan ASI dari kulkas

    Melansir laman resmi parents.com, cara menghangatkan ASI dari kulkas bisa dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya:

    1. Ambil ASI perah (ASIP) dari kulkas atau lemari es dan sisihkan.
    2. Panaskan air menggunakan panci.
    3. Setelah itu, tuang air yang hangat ke dalam cangkir atau mangkuk.
    4. Tempatkan kantong atau botol berisi ASI yang tertutup rapat ke dalam mangkuk tersebut. ASI harus disimpan dalam wadah tertutup untuk pemanasan.
    5. Biarkan ASI direndam dalam air hangat selama 1-2 menit hingga ASI mencapai suhu yang diinginkan.
    6. Dengan tangan bersih, tuangkan ASI ke dalam botol.
    7. Aduk perlahan ASI yang sudah mencair supaya lemak hindmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.
    8. Sebelum memberikan botol susu kepada si Kecil, periksa kembali suhu ASI tersebut. Ibu bisa melakukannya dengan menuangkan sedikit ASI ke pergelangan tangan dan coba rasakan apakah ASI tersebut sudah hangat atau masih panas.
    9. Untuk mencegah kuman masuk ke dalam ASI, cara menghangatkan ASI yang paling penting yaitu hindari memasukkan jari Ibu ke dalam botol.
    10. Sebenarnya, Ibu juga bisa melakukan cara menghangatkan ASI dengan memegang kantong atau botol tertutup di bawah air panas yang mengalir dari keran sebagai alternatif. Namun, cara menghangatkan ASI yang satu ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan memerlukan air yang lebih banyak.
    11. Hindari membekukan kembali ASI perah yang sudah mencari. 
    12. ASI yang sudah disimpan sebelumnya dan tidak bisa dihabiskan oleh si Kecil sebaiknya tidak boleh diberikan lagi kepadanya dan harus segera dibuang. 
  • Cara menghangatkan ASI dari freezer 

    Banyak Ibu yang memilih freezer sebagai tempat penyimpanan ASI yang lebih awet. Nah, Ibu bisa melakukan beberapa cara menghangatkan ASI dari freezer berikut ini:

    1. Sebagai cara menghangatkan ASI yang beku, Ibu perlu mengeluarkan ASI tersebut dari freezer dan masukkan ke dalam lemari es bagian bawah dulu untuk dicarikan semalaman. 
    2. Kemudian Ibu bisa mengikuti petunjuk yang sama dengan cara menghangatkan ASI dari lemari es seperti penjelasan di atas.
    3. Jika Ibu membutuhkan ASI yang cepat dan hanya memiliki ASI beku, Ibu bisa memanaskan ASI langsung dari freezer dengan menggunakan metode yang sama. Hanya saja, Ibu perlu menyimpan ASI beku tersebut di dalam air hangat selama 20-30 menit atau bahkan lebih lama. 

Bolehkah Menghangatkan ASI dengan Microwave?

Mungkin sebagian Ibu bertanya-tanya, bolehkah melakukan cara menghangatkan ASI dengan menggunakan microwave? Seperti yang diketahui, microwave jadi pilihan yang cepat untuk memanaskan segala jenis makanan maupun minuman. 

Artikel Sejenis

Lantas, bagaimana dengan ASI perah? Ternyata cara menghangatkan ASI menggunakan microwave sangat tidak disarankan lho, Bu. Jangan pernah memasukkan ASI ke dalam microwave karena proses pemanasannya tidak akan merata dan gelombang mikro di dalamnya juga diyakini bisa merusak nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI.

Bisakah ASI Dihangatkan Dua Kali?

Pertanyaan selanjutnya, kira-kira bolehkah ASI dihangatkan dua kali? Jawabannya tidak boleh ya, Bu. Sebaiknya Ibu hindari menghangatkan lagi ASI yang sudah dihangatkan sebelumnya. Ini karena akan merusak atau bahkan menghilangkan kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI. Selain itu, rasanya juga akan berubah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perlu diketahui bahwa ASI yang telah dihangatkan satu kali kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. Tapi jangan khawatir ya Bu, karena ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi. 

Cara menghangatkan ASI harus dicermati dengan baik agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga dan si Kecil terhindar dari risiko yang berbahaya. Selain memahami cara menghangatkan ASI yang tepat, Ibu juga perlu memperhatikan penggunaan botol atau kantong penyimpanan ASI yang aman, kebersihan diri sendiri, barang si Kecil, dan lingkungan, serta proses penyimpanannya yang benar. 

Bagaimana Cara Menyimpan ASI Perah yang Tepat?

Sebaiknya Ibu tidak menyepelekan cara menyimpan ASI perah karena akan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi dan kesehatan si Kecil. Untuk menyimpan ASI di dalam freezer atau lemari pendingin, Ibu bisa menggunakan botol atau kantong penyimpanan khusus ASI. Pastikan memilih produk yang aman, bebas dari bahan kimia, serta pilih juga botol yang bernomor daur ulang “5” karena terbuat dari polipropilen (PP) sehingga lebih aman. 

Berikut beberapa hal penting yang perlu Ibu perhatikan saat menyimpan ASI perah:

  • Gunakan botol atau wadah penyimpanan ASI yang bersih dan steril. Pilih botol plastik bertutup atau kantong ASI plastik khusus yang bebas bahan BPA.
  • Berikan label pada setiap kantong atau botol ASI. Tulis tanggal dan waktu kapan Ibu memompa dan menyimpan ASI tersebut. Gunakan pulpen atau spidol dengan tinta yang tahan air agar tidak mudah hilang.
  • Pemberian label tersebut berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus diberikan lebih dulu. Sebaiknya gunakan ASI sesuai tanggal dan waktu urutan penyimpanan yang lebih awal.
  • ASI perah sebaiknya disimpan di dalam freezer atau lemari pendingin (kulkas).
  • Hindari menyimpan ASI dengan meletakkannya di bagian pintu lemari pendingin karena mudah terpapar dengan udara luar.
  • Rutin lakukan pengecekan suhu lemari pendingin atau freezer setidaknya 3 kali dalam sehari.
  • Jika ASI dipompa saat di perjalanan, kantor, maupun di luar rumah, sebaiknya suhu ASI harus selalu dalam keadaan dingin. Pastikan suhu ASI perah tetap terjaga sampai nantinya disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer. 
  • Selain botol dan kantong, alat pompa ASI yang Ibu gunakan juga harus bersih dan steril. Ketika sudah selesai dipakai, bersihkan pompa tersebut dengan air panas dan sabun. Kemudian bilas dan keringkan dulu, barulah disimpan kembali ke tempatnya.
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Ibu dengan sabun sebelum memompa, menyimpan, dan menghangatkan ASI.
  • Jaga kebersihan diri dan semua benda yang bersentuhan dengan ASI untuk memperkecil kemungkinan bakteri atau virus berkembang di dalam ASI perah.

Agar kualitas ASI tetap terjaga, ibu bisa mengonsumsi susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya bu. Pastikan ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi ya bu!

Ibu bisa jadikan pilihan susu  Frisian Flag PRIMAMUM untuk dikonsumsi secara rutin karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Yang tak kalah penting, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. Apalagi rasa cokelatnya lezat dan tidak bikin enek sehingga bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Selain memahami cara menghangatkan ASI, satu hal lainnya yang sayang untuk dilewatkan yaitu memantau tumbuh kembang si Kecil secara berkala menggunakan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk mengetahui berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan indeks massa tubuh si Kecil berdasarkan grafik pertumbuhan WHO. Yuk, coba fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz