Whatsapp Share Like Simpan

Siapa yang tidak tahu daging ayam yang bercita rasa gurih dan lezat ini? Pasti semua Ibu tahu dan sering mengolahnya untuk dijadikan menu harian keluarga, bukan? Selain rasanya yang lezat, ternyata olahan daging ayam segar mengandung banyak manfaat karena termasuk sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein yang terkandung di dalamnya dapat diolah oleh tubuh menjadi 9 asam amino esensial atau disebut juga 9AAE yang dapat memenuhi gizi seimbang dalam masa pertumbuhan anak.

Pengubahan protein dalam olahan daging ayam menjadi asam amino esensial ini terjadi karena adanya proses metabolisme dalam tubuh. Proses ini terjadi karena tubuh tidak bisa memproduksi sendiri asam amino esensial, sehingga memerlukan makanan berprotein tinggi sebagai bantuannya. Selain protein, daging ayam juga mengandung karbohidrat, lemak, berbagai vitamin, dan mineral yang bergizi tinggi. Meskipun kandungan ayam baik untuk kesehatan, kadar masing-masing nutrisi tersebut dapat berbeda tergantung pada bagian yang dikonsumsi. Nutrisi ayam juga akan berubah karena cara pengolahannya ya, Bu. Oleh karena itu, untuk mendapatkan gizi tersebut, tentunya Ibu harus membuat olahan daging ayam dengan tepat agar sehat, aman, dan bisa jadi favorit si Kecil. Sebelum mencari tahu ide olahannya yang aman, Ibu perlu tahu manfaat daging ayam, antara lain:

  • Mendukung Metabolisme Tubuh
  • Mengontrol Kadar Kolesterol
  • Mendukung Pertumbuhan Tulang
  • Membantu Mengontrol Berat Badan
  • Membantu Pembentukan Otot
  • Menjaga Kesehatan Jantung
  • Membantu Mencegah Anemia

Memilih Olahan Daging Ayam yang Aman Untuk Anak

Perlu Ibu ketahui, tidak semua daging ayam yang dijual di pasaran adalah daging segar, ya. Jika Ibu lebih teliti, banyak juga daging ayam yang kurang layak untuk dikonsumsi, apalagi untuk si Kecil. Pastinya Ibu tidak mau dong kesehatan si Kecil terganggu akibat membuat olahan daging ayam yang sudah kedaluwarsa? Untuk itu, saatnya Ibu perhatikan hal-hal di bawah ini sebelum membeli daging ayam:

Perhatikan Warna Daging Ayam

Perbedaan pertama dalam memilih daging ayam segar dan daging ayam tiren bisa dilihat dari warnanya. Daging ayam segar yang baru saja dipotong akan berwarna putih dengan semburat merah muda dan permukaannya terasa lebih lembab. Sedangkan, daging ayam tiren memiliki warna putih kebiruan seperti memar. Warna putihnya juga pucat dan tidak segar. Untuk membuat olahan daging ayam yang aman, pilihlah daging yang segar dan tak berlemak, seperti bagian dada agar lebih sehat dikonsumsi oleh si Kecil.

Baca juga: Manfaat Asam Amino Untuk Pertumbuhan Anak

Artikel Sejenis

Perhatikan Tekstur Daging Ayam

Saat membeli daging ayam di pasaran, perhatikan tekstur permukaannya ya, Bu. Jika Ibu merasakan teksturnya kasar dan berpasir, maka ayam tersebut adalah ayam tiren. Kemungkinan pasir tersebut merupakan sisa bahan kimia yang tidak dibilas dengan bersih. Selain itu, tekstur kulit ayam tiren akan licin karena ada kandungan formalin. 

Setelah Ibu memilih daging yang segar, selanjutnya masak menjadi olahan daging ayam yang lembut dan matang sempurna. Jangan setengah matang ataupun terlalu matang karena olahan daging ayam yang terlalu matang teksturnya akan lebih kering dan sulit dikunyah.

Tekan dan Hirup Aroma Daging Ayam

Daging ayam segar memiliki tekstur daging yang elastis dan tidak begitu padat. Oleh karena itu, cobalah Ibu menekan daging ayam, jika dagingnya kembali seperti bentuk semula, maka dagingnya masih segar. Namun, jika saat ditekan membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula, bisa jadi itu adalah daging ayam tiren. Ini karena daging tersebut sudah beberapa kali dibekukan sehingga elastisitasnya berkurang. Selain itu, daging ayam segar memiliki aroma atau bau amis yang tipis, sementara ayam tiren bau amisnya menyengat. Ibu juga harus menghindari ayam dengan bau bahan kimia ya!

Setelah mengetahui manfaat dan cara memilih daging ayam yang aman, kini saatnya Ibu membuat olahan daging ayam yang lezat untuk si Kecil sesuai ide resep di bawah ini: 

Ide Olahan Daging Ayam yang Lezat dan Praktis

Sup Ayam Makaroni 

Olahan daging ayam yang paling mudah dibuat adalah sup ayam makaroni brokoli dengan kandungan nutrisi yang cukup untuk menu harian si Kecil. Selain mudah, menu ini pun lezat dan sehat, bisa membuat si Kecil ketagihan lho, Bu. Langsung siapkan bahan-bahan di bawah ini yuk! 

Bahan-bahan: 

  • 300 gram daging dada ayam, potong dadu dan rebus setengah matang
  • 2 sdm makaroni, rebus hingga setengah matang
  • 1 buah brokoli (bisa dipotong biasa atau dicincang halus, sesuaikan dengan kesukaan si Kecil)
  • ½ buah wortel, potong dadu kecil
  • 1 siung bawang merah, iris tipis
  • 1 siung bawang putih, iris tipis
  • Daun bawang dan seledri secukupnya
  • Garam, gula, dan merica secukupnya
  • Air kaldu sisa rebusan ayam 

Cara membuat:

  1. Siapkan air kaldu sisa rebusan ayam (pastikan sisa lemaknya diambil terlebih dahulu menggunakan saringan)
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih, masukkan ke dalam air kaldu
  3. Rebus air kaldu dengan api kecil
  4. Masukkan olahan daging ayam yang sudah dipotong dadu
  5. Tambahkan wortel, brokoli, dan makaroni
  6. Tambahkan daun bawang dan seledri, lalu bumbui secukupnya
  7. Sajikan selagi hangat

Bola-bola Ayam Goreng

Bahan-bahan: 

  • 200 gram olahan daging ayam yang digiling halus
  • 1 buah wortel yang sudah diparut
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 3 sdm maizena
  • 100 gram tepung panir
  • Gula, garam, dan merica secukupnya
  • Saus tomat dan mayonaise sebagai pelengkap

Cara membuat:

  1. Campurkan olahan daging ayam giling, wortel, bawang putih, telur, maizena, gula, garam, dan merica. Aduk rata dan bentuk menjadi bola-bola
  2. Gulingkan adonan di atas tepung panir, lalu celupkan ke dalam putih telur, dan gulingkan lagi
  3. Goreng bola-bola di dalam minyak, Ibu juga bisa menggorengnya menggunakan air fryer
  4. Sajikan bola-bola dengan saus tomat dan mayonaise

Ayam Hainan

bahan-bahan :

  • 500 gram daging ayam bagian paha
  • 800 ml air
  • 4 siung bawang putih
  • Jahe secukupnya
  • ½ bawang bombay
  • 1 sdt minyak wijen
  • Daun bawang dan seledri secukupnya
  • Garam dan merica

Cara membuat:

  1. Rebus olahan daging ayam hingga menjadi kaldu menggunakan panci presto
  2. Masukkan bawang putih, bawang bombay, jahe, daun bawang, seledri
  3. Tambahkan garam dan merica secukupnya
  4. Setelah matang, pisahkan ayam dari air kaldu
  5. Saring air kaldu untuk dijadikan saus dan dimasak dengan beras
  6. Untuk membuat saus, Ibu cukup masukkan sisa air kaldu, kecap asin, minyak wijen, sedikit gula
  7. Ayam hainan siap dinikmati 

Ayam Pok-pok

Bahan-bahan:

  • 250 gram olahan daging ayam fillet, potong dadu kecil
  • 250 gram tepung terigu
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • Saus tiram
  • Saus tomat
  • Kecap manis
  • Minyak wijen
  • ½ bawang bombay
  • Gula, garam, dan merica secukupnya

Cara membuat:

  1. Balurkan ayam dengan garam dan bawang putih. Diamkan sekitar 30 menit
  2. Masukkan ayam ke dalam tepung terigu yang sudah ditambahkan sedikit air
  3. Masukkan olahan daging ayam ke telur, balurkan ke tepung terigu kering
  4. Goreng ayam pok-pok hingga matang
  5. Untuk membuat saus, tumis bawang putih dan bawang bombay
  6. Masukkan saus tiram, saus tomat, kecap manis, aduk rata 
  7. Tuang saus di atas ayam pok-pok
  8. Sajikan dan nikmati selagi hangat 


Nah, itu dia ide olahan daging ayam yang bisa Ibu kreasikan sesuai kesukaan si Kecil, ya. Selain memberi asupan nutrisi dari daging ayam, Ibu juga bisa menambah sumber protein hewani lainnya, seperti dari susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI yang diformulasikan khusus untuk anak berusia 1-3 tahun. Frisian Flag 123 PRIMANUTRI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan oleh anak di masa pertumbuhannya.