Share Like
Simpan

Seperti halnya tata krama maupun kebiasaan baik, ritual ibadah sesuai agama yang Ibu anut juga perlu diperkenalkan pada si Kecil sejak dini. Bila Ibu seorang muslim, puasa Ramadan tentu termasuk salah satu di antaranya. Namun, puasa tentu tak mudah bagi si Kecil karena mewajibkan ia untuk menahan lapar dan haus sepanjang siang dan dilakukan selama sebulan berturut-turut. Terlebih, kecukupan nutrisi harian si Kecil masih harus dijaga saat ini agar tahap perkembangan balita yang ia lalui berjalan dengan baik.

Lantas, kapan sih waktu yang tepat untuk mengajak si Kecil berpuasa? Hal ini juga sempat jadi pertanyaan saya ketika si Kecil memasuki usia lima tahun, Bu. Saya pun mencari tahu lebih banyak info seputar hal ini, baik dari forum konsultasi online maupun sumber lainnya. Hasilnya, saya mendapatkan panduan yang cukup bermanfaat, di antaranya:

1. Mulailah di Usia yang Tepat

Berbagai penelitian modern membuktikan bahwa puasa membuat perkembangan balita lebih positif secara psikologis. Sebab, tak hanya membuatnya cerdas secara spiritual karena lebih mengenal agama yang ia anut, puasa juga mengajarkan si Kecil tentang pengendalian diri. Oleh karena itu, meski secara syariah anak-anak belum diwajibkan puasa sebelum memasuki masa pubertas, sebaiknya perkenalkan hal ini sejak dini dengan mengajak si Kecil.

Terkait hal ini, Ibu bisa memulainya sejak si Kecil berada di rentang usia 4-6 tahun. Namun, tak perlu memaksanya berpuasa penuh bila ia tidak kuat menahan lapar dan haus lebih dari empat belas jam ya, Bu. Sebab, di usia ini, fisik si Kecil masih dalam tahap perkembangan dan kebutuhan nutrisinya harus tercukupi agar daya tahan tubuhnya terbentuk dengan baik.

Sebagai bentuk latihan awal, Ibu bisa mengajak si Kecil berpuasa dalam durasi yang lebih pendek terlebih dulu, misalnya empat jam. Untuk detail mengenai cara melatih si Kecil berpuasa, klik di sini

2. Perhatikan Kesehatannya

Agar tumbuh kembang si Kecil tak terganggu selama latihan berpuasa, kondisi fisiknya wajib Ibu perhatikan dengan baik. Misalnya, saat si Kecil terlihat kelelahan atau sakit, sebaiknya minta ia untuk membatalkan puasanya segera. Terlebih bila si Kecil memiliki riwayat penyakit tertentu, Ibu sebaiknya melakukan konsultasi dulu dengan dokter anak agar latihan puasa yang dijalani si Kecil senantiasa aman.

3. Lakukan secara Bertahap dari Hari ke Hari

Untuk pengalaman puasa pertama, Ibu bisa memintanya latihan puasa secara bertahap , agar fisik si Kecil tidak kaget. Misalnya, di sepuluh hari pertama, si Kecil bisa latihan puasa hingga jam dua belas siang, sepuluh hari kedua hingga jam tiga sore, dan sepuluh hari terakhir barulah Ibu mengajaknya berpuasa hingga Maghrib, tentunya bila ia kuat dan siap secara fisik.

4. Semangati Puasanya

Sudah menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk terus menyemangati si Kecil dalam proses belajar puasa ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan, Bu. Selain memberinya contoh puasa yang baik, Ibu bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa lapar dan haus dengan beragam aktivitas seru agar si Kecil tetap semangat berpuasa dan tidak mengeluh. Salah satunya adalah dengan mengajak si Kecil ikut membantu Ibu menyiapkan menu berbuka puasa menjelang sore.

Di bulan suci ini, tentunya Ibu akan melihat banyak Momen Wow Ramadan yang baru bagi si Kecil, misalnya momen sahur pertama, sholat terawih pertama ataupun bahkan mungkin momen pertama kalinya si Kecil berhasil puasa sampai Maghrib! Nah, hal-hal seperti ini patut dirayakan, Bu. Ibu dapat memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi untuk si Kecil. Contohnya, bila ia berhasil lebih banyak puasa daripada tidak puasa, Ibu akan membelikannya mainan yang diinginkan sejak lama. Tak kalah penting, berikan juga pujian tiap kali si Kecil berhasil melaksanakan puasanya hari itu. Selain bisa mempererat ikatan emosional antara Ibu dan si Kecil, hal ini juga baik untuk perkembangan psikologi anak karena ia merasa dihargai. Dengan begitu, rasa tanggung jawab dan kepercayaan dirinya pun akan tumbuh.

Nah, itulah beberapa panduan untuk mendampingi si Kecil di tahun pertama puasanya, Bu. Yuk, semangat terus mendampinginya berpuasa agar Ramadan kali ini jadi Ramadan Wow untuknya!