Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 6 tahun, keinginan belajar si Kecil juga semakin bertambah. Ia semakin tertarik dengan berbagai hal yang belum pernah dilakukannya saat ia masih kecil dulu. Oleh karena itu, jangan terkejut jika di bulan puasa ini, ia semakin bersemangat untuk ikut menjalankan puasa bersama Ibu dan Ayah, ya.

Yuk, ajak si Kecil berpuasa bersama. Agar ia dapat terus bersemangat dan lincah sepanjang hari, Ibu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:

Agar ia tercegah dari dehidrasi, sajikan susu bagi si Kecil saat sahur dan juga berbuka. Mengonsumsi susu ketika puasa jauh lebih baik dibandingkan minuman suplemen karena susu mengandung banyak protein, karbohidrat, kalsium, serta elektrolit.

Saat sahur, berikan ia potongan buah segar yang mengandung banyak air seperti melon, semangka, jeruk manis, atau pear untuk mencukupi kebutuhan air pada tubuh. Selain itu, buah-buahan segar ini juga memberikan asupan gizi tambahan untuk menjaga stamina si Kecil selama menjalankan ibadah puasa. 

Kurangi aktivitas si Kecil selama berpuasa. Hal ini bertujuan agar ia tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga, terutama karena asupan gizi selama puasa juga ikut berkurang. Selain itu, pastikan ia mendapatkan istirahat yang cukup untuk mengurangi banyaknya cairan tubuh yang hilang.   

Agar stamina dan daya tahan tubuhnya tetap terjaga saat berpuasa, Ibu juga bisa mengajaknya melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki di pagi hari. Ada baiknya apabila aktivitas ini dijadikan sebagai rutinitas ya, Bu. Dengan rutin berolahraga, tentu daya tahan tubuhnya dapat tetap terjaga dengan baik. Jika memungkinkan, mengajaknya bermain di luar ketika ngabuburit juga bisa dijadikan alternatif sebagai aktivitas pengganti olahraga baginya. Meluangkan waktu bersama Ibu dan Ayah sambil menunggu waktu berbuka puasa tentu akan membuat kegiatan berpuasanya menjadi lebih mengasyikan. 

Mengajarkan puasa kepada si Kecil memang terbilang gampang-gampang susah ya, Bu. Apalagi, ia masih harus menyesuaikan diri untuk menahan lapar serta haus. Oleh maksakan diri untuk berpuasa penuh setiap hari layaknya orang dewasa. Mintalah juga kepada si Kecil untuk memberitahukan Ibu atau Ayah jika ia merasa pusing saat berpuasa, karena hal tersebut bisa jadi merupakan pertanda kurangnya glukosa dalam darah. Jika hal tersebut terjadi, segera berikan ia camilan atau minuman manis untuk membantu memulihkan tenaganya kembali.

Sewaktu berbuka nanti, sebaiknya tetap perhatikan makanan yang ia konsumsi agar porsinya tidak terlalu banyak, ya, Bu. Cobalah untuk memberikannya makanan dan minuman secara bertahap agar perutnya tidak kaget. Hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu bagi tubuhnya agar dapat menyesuaikan diri dengan proses puasa yang baru ia jalani dan mencegah terjadinya sakit perut  pada si Kecil.

Bagaimana Bu? Apakah si Kecil sudah siap untuk menjalani puasa kali ini? Agar ia tetap semangat, Ibu bisa memberikannya sistem “reward”. Misalnya, ketika ia berniat untuk menjalankan puasa selama satu hari penuh. Namun,reward ini sebaiknya jangan sampai berlebihan ya. Jangan lupa, tetap awasi juga asupan gizi yang ia dapatkan selama berpuasa. Jangan sampai karena terlalu bersemangat, kesehatannya justru terganggu.