Share Like
Simpan

Rasanya gemas ya, Bu, melihat si Kecil berpose sendiri di depan kamera, tersenyum, dan melakukan beberapa kali jepretan. Ya, di usia balitanya kini, si Kecil memang suka sekali meniru apa yang ia lihat dalam kesehariannya, termasuk tren selfie. Karena tak cukup satu atau dua kali jepret saat selfie, memori ponsel saya jadi dipenuhi hasil foto si Kecil. Namun, saya tak pernah melarangnya. Sebab, selain berpotensi membuat ia ngambek, saya khawatir, terlalu banyak memberinya larangan akan berpengaruh negatif pada psikologi anak dan tumbuh kembang balita.

Supaya bisa menyikapi hobi baru si Kecil ini dengan bijak, saya pun melakukan konsultasi psikologi balita online melalui sebuah forum ibu dan anak. Dari situ, saya jadi tahu beberapa hal yang perlu saya lakukan bila si Kecil suka selfie. Berikut selengkapnya, Bu:

1. Biarkan Saja Dulu

Alih-alih melarang atau bahkan langsung merebut paksa ponsel Ibu dari si Kecil, pakar psikologi anak tempat saya berkonsultasi justru menyarankan, sebaiknya kita membiarkan si Kecil asyik ber-selfie ria terlebih dulu, lho, Bu. Sebab, meski kelihatannya sepele, selfie juga bisa menjadi ajang belajar bagi si Kecil.

Lewat selfie, si Kecil bisa belajar mengenal bagian-bagian wajah dan tubuhnya. Tak hanya itu, ia juga bisa belajar memosisikan tubuhnya dan mengatur berbagai ekspresi wajah melalui pantulan kamera depan pada ponsel milik Ibu.

2. Awasi Aktivitas Selfie-nya

Membiarkan si Kecil melakukan selfie bukan berarti melepasnya begitu saja, ya, Bu. Ibu atau Ayah harus memantaunya. Sebab, mengingat usianya masih kecil, si Kecil bisa saja tidak sadar posisi selfie-nya berbahaya sehingga ia bisa terjatuh dari kursi atau terantuk sudut meja.

Selain itu, sebelum meminjamkan ponsel pada si Kecil, pastikan juga fitur informasi lokasi otomatis atau geo tagging di ponsel Ibu tidak aktif. Dengan begini, si Kecil terhindar dari risiko penculikan dan hal buruk lain yang tak diinginkan, bila nantinya foto itu tidak sengaja di-posting oleh si Kecil, Bu.

3. Memberi Batasan dan Aturan

Selain soal keamanan si Kecil saat ber-selfie ria, saat melakukan konsultasi psikologi balita, saya juga disarankan untuk memanfaatkan hobi baru si Kecil ini untuk mengajarinya soal batasan dan aturan. Misalnya, buat kesepakatan dengan si Kecil bahwa ia baru boleh menggunakan ponsel Ibu untuk selfie jika ia sudah selesai makan atau setelah bangun dari tidur siangnya. Ingatkan pula bahwa bagaimana pun juga, fungsi utama ponsel adalah untuk berkomunikasi. Jadi, ia harus segera mengembalikan ponsel Ibu apabila ada telepon atau pesan masuk. Dengan begini, ia jadi lebih terlatih mengikuti aturan main ya, Bu.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Ibu lakukan bila saat ini si Kecil suka sekali selfie. Jadi, tidak apa-apa ya, Bu, membiarkan si Kecil melakukan hobi barunya. Dampaknya tidak negatif kok. Bahkan, bila Ibu menerapkan tips dia atas, selfie justru baik untuk perkembangan psikologi anak.